Tingkatkan Pelayanan, AP II Terapkan “Go Digital”



[columns size=”1/2″ last=”false”]


[/columns]

Angkasa Pura II (AP II) saat ini mengoperasikan 13 bandara, dimana 10 bandaranya sudah menjadi bandara internasional. AP II juga sudah melakukan sistem “Go Digital” sebagai bentuk pelayanannya di bandara yang mereka kelola.

Program “Go Digital” yang digagas oleh Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin ini bertujuan untuk mempercepat dan memberikan pelayanan bagi para penumpang, baik saat melakukan check in hingga mengetahui estimasi kedatangan barang dari bagasi yang sering menjadi keluhan penumpang.

“Kita sudah meluncurkan aplikasi Indonesia Airport, akan terus disempurnakan fitur-fiturnya. Karena ini tidak hanya AP II, tapi juga bergantung pada kesiapan institusi lain, seperti Airlines dan Air Navigation. Awal Semester 2 Kami targetkan lengkap, sehingga go digital di AP II berjalan,” ujar Awaluddin ketika menerima kunjungan Menteri Pariwisata, Arief Yahya di Kantor Pusat AP II, Kompleks Bandara Soekarno-Hatta, Senin (17/4).

Menangani 100 juta pengguna jasa transportasi udara di terminal AP II harus beda dengan ketika masih puluhan ribu orang. Beda pendekatan, beda cara, dan beda strategi. “Tidak mungkin tanpa digital,” tutur Awaluddin.

Masyarakat pengguna jasa bandara tidak peduli bandara dikelola dengan cara apapun. Yang mereka pikirkan adalah nyaman, cepat, mudah, menunggu bagasi tidak boleh lebih 10 menit.

“Karena itu, AP II pun harus turun tangan membantu ground handling seperti bagasi, yang sebenarnya itu tugas masing-masing airlines,” kata Awaluddin.

Dalam hal manajemen bagasi, kata Awaluddin, adalah hal yang paling kritis, karena bersentuhan dengan customers-nya maskapai.

“Kami terus mencari cara agar pelayanan bagasi tidak mencapai 10 menit. Dan kami sudah memasang kamera agar bisa memantau bagasi kita dan bisa mencari tahu kapan terakhir bagasi datang,” terang Awaluddin.

Awaluddin juga mengatakan, soal delay time AP II juga harus ikut memikirkan solusi sistemiknya, sehingga bisa meminimalisasi berbagai alasan penundaan.

Awaluddin berharap, dengan program “Go Digital” AP II melalui mobile apps-nya yaitu Indonesia Airport, akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang yang ada di bandara. Itu juga meminimalisasi kesalahan pada saat menggunakan jasa transportasi udara.

“Apakah kita bisa? Jawabannya harus bisa! Buat mereka sederhana, mereka ingin nyaman di bandara, ontime, bagasi cepat, nyaman dan tidak ribet. Apakah kita mampu mengelola jutaan orang jika tidak menggunakan digital?” pungkas Awaluddin.

Foto: Fikri Izzudin Noor / IndoAviation.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply