Terbang Sepuasnya dengan Rp 12 Juta



Sriwijaya Air Group meluncurkan program SJ Travel Pass untuk menjaring frequent flyer sebagai loyalty customers. Foto: Reni Rohmawati

Inovasi dilakukan manajemen Sriwjaya Air dan NAM Air untuk menutup kursi kosong pesawat terbang yang dioperasikannya. “Ini inovasi baru untuk pelanggan agar bisa terbang everyday selama satu tahun dengan 12 juta rupiah,” ujar Toto Nursatyo, Direktur Komersial Sriwijaya Air di Jakata, Rabu (2/5/2018).

Sriwijaya Air dan NAM Air memang meluncurkan produk baru Sriwijaya Air (SJ) Travel Pass yang dimulai 9 April 2018. SJ Travel Pass adalah produk keanggotaan Sriwijaya Air Group dengan membayar Rp12juta. Dengan keanggotaan itu, pelanggan dapat terbang dalam satu tahun pada rute-rute domestik, kapan pun selama kursi tersedia, dengan hanya membayar PPN (Pajak Pertambahan Nilai), asuransi, PSC (passenger service charge), dan biaya administrasi. Sriwijaya Air Group saat ini mengoperasikan 56 pesawat, yang terbang ke 64 destinasi domestik dengan 375 penerbangan per hari.

“Sebagai contoh saja, terbang dari Jakarta ke Denpasar hanya membayar Rp164.600 atau ke Yogya Rp157.000 atau ke Sorong Rp248.000,” jelas Toto. Dia melanjutkan, “Kita bisa terbang layaknya pemegang saham Sriwijaya Air Group selama satu tahun. Intinya, ini persembahan dari kami untuk memberikan kemudahan dan keleluasaan tanpa batas.”

Toto menjelaskan, program SJ Travel diluncurkan untuk menjaring penumpang yang dapat mengisi kursi kosong dalam setiap penerbangan Sriwijaya Air Group. Rata-rata tingkat keterisian penumpangnya saat ini 85 persen. Jadi, 15 persen yang kosong itu diupayakan agar bisa terisi oleh para anggota SJ Travel Pass.

“Inovasi ini tumbuh, selain karena persaingan juga karena pertumbuhan penumpang. Kinerja keuangan dan operasi Sriwijaya sehat. Yang ingin kita gali adalah kebutuhan dan keinginan penumpang millenial market, untuk membantu mereka agar hemat dalam traveling. Kami juga ingin gali mereka yang belum pernah terbang atau belum pernah terbang dengan Sriwijaya dan NAM,” tutur Toto.

Menurut Toto, tahun 2018 kapasitas kursi penerbangannya ada sekitar 17 juta. Target jumlah penumpang yang ingin diangkutnya sekitar 14 juta orang, bertambah 1,5 juta dari 12,5 juta penumpang yang diangkut Sriwijaya Air dan NAM Air tahun 2017. Maka tahun ini ada 3 juta kursi yang ingin diisinya pula, salah satunya lewat SJ Travel Pass.

SJ Travel Pass, kata Toto, juga sebagai cikal bakal frequent flyer yang rencananya akan diluncurkan tahun 2019. “Kita ingin menjaring loyalty customers. Ini sebenarnya ukuran keberhasilan yang ingin kami peroleh.”

Toto menambahkan, SJ Travel Pass akan dievaluasi beberapa saat setelah diluncurkan dan penerimaan keanggotaanya akan dihentikan jika dihitung kemungkinannya sudah mencukupi. “Jumlah maksimalnya memang belum ditentukan. Kalau kemudian kita evaluasi, mereka yang terbang 52 kali berapa persen, beberapa kali berapa persen, katakanlah jika member-nya 100.000 saja, baru 2 juta kursi yang terserap.” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Komersial NAM Air Franky Gan mengatakan, saat ini sudah ada member SJ Travel Pass dan mereka sudah menikmati fasilitasnya. “Program ini benar-benar ada dan tak bohong. Sudah ada testimoni dari mereka. Seperti dua minggu lalu saya ke Denpasar dan bertemu dengan seseorang yang tinggal di Jayapura sedang berlibur di Bali. Ia beli SJ Travel Pass,” ucapnya.

Be the first to comment

Leave a Reply