Terasa Indonesia Mudik Gratis dengan Kapal Pelni




Kapal Pelni dikerahkan untuk angkutan laut "Mudik Bareng BUMN 2018".

Kapal Pelni melayani angkutan Lebaran bersama dengan 23 BUMN. Program “Mudik Bareng BUMN 2018” sudah melepas mudik gratis bagi peserta dari Tanjung Priok. Mudik gratis yang dilepas itu diadakan oleh PT Brantas Abipraya berjumlah 250 pemudik ke Surabaya dengan KM Ciremai pada Senin (4/6/2018) sore.

Hal tersebut disampaikan Corporate Secretary PT Pelni (Persero) Ridwan Mandaliko pada acara buka puasa bersama insan media di Jakarta, Selasa (5/6/2018). Menurut Ridwan, mudik dengan kapal laut “lebih Indonesia” karena mudik yang selama ini terkesan di Jawa dapat menyebar ke seluruh Nusantara. Hal ini menambah jangkauan pelayanan mudik gratis bagi masyarakat Indonesia.

“Mudik dengan kapal laut dapat dilakukan di seluruh pulau besar di Indonesia, bahkan di pulau-pulau terluar. BUMN Hadir untuk Negeri melayani mudik gratis,” ucap Ridwan.

Mudik gratis bukan cuma diberangkatkan dari Tanjung Priok, tapi ada juga yang dari Makassar. PT Jiwasraya dan PT Semen Indonesia memberangkat peserta “Mudik Bareng BUMN 2018” dengan KM Dobonsolo rute Makasar-Surabaya. Ada 450 peserta yang mudik, yakni 200 orang diberangkatkan oleh PT Jiwasraya dan 250 pemudik oleh PT Semen Indonesia.

KM Dobonsolo tiba di Makassar pada Selasa (5/6/2018) pagi menurunkan 675 penumpang dan berangkat lagi pukul 08.30 Wita menaikkan 951 penumpang. Di kapal ini ada 320 penumpang lanjutan, sehingga total penumpang di atas kapal ada 1.271 penumpang.

Dari Bitung, KM Labobar tujuan Tarakan-Pantoloan-Balikpapan-Surabaya menurunkan 887 penumpang, sedangkan penumpang yang naik 380 orang. Ada 1.985 penumpang lanjutan, maka KM Labobar mengangkut 2.365 pelanggan Pelni dari Bitung, Sulawesi Utara.

Dari Ternate, Maluku Utara, Pelni memberangkatkan 150 peserta “Mudik Bareng BUMN 2018” dengan KM Sanus 40 tujuan Soasio-Pigaraja-Tikong-Lede- Bobong. “Kota-kota di pulau-pulau yang kurang dikenal masyarakat Indonesia barat, kami ajak mudik bareng BUMN. Hal ini untuk membantu warga tidak hanya di daerah yang sudah maju, tapi di daerah-daerah terpencil juga ikut merasakan mudik gratis,” tutur Ridwan.

Dari Surabaya, Pelni memberangkatn 250 peserta “Mudik Bareng BUMN 2018′ tujuan Masalembo, Jawa Timur. “Kepulauan Masalembo hanya dapat dijangkau dengan kapal Pelni dan kami pun mengapresiasi pelanggan dari Masalembo,” ucap Ridwan.

Tahun 2018 ini, Pelni memberikan 250 tiket gratis, kaos, topi, dan kantong. “Dengan mudik bareng di berbagai daerah yang didukung Kementerian BUMN, mudik dengan kapal laut sangat terasa bagi warga di pelosok Nusantara,” ujar Ridwan.

Di samping mudik gratis, penumpang kapal Pelni di seluruh pelabuhan meningkat cukup tinggi memasuki H-11 atau Selasa (5/6/2018). Begitu juga hari-hari berikutnya, yang merupakan masa sibuk libur Lebaran 2018.

Ridwan mengatakan, KM Ciremai dari Tanjung Priok, Jakarta, tujuan Surabaya-Makasar-Baubau-Ambon-Sorong-Biak-Manokwari-Jayapura mengangkut 1.294 pemudik yang akan mudik ke berbagai kota di kawasan timur Indonesia.

Jumlah penumpang KM Ciremai yang merupakan kapal 3 in 1 yang dapat mengangkut 2.000 orang ini naik lebih dari 100% dibandingkan hari-hari biasa yang rata-rata mengangkut sekitar 500 penumpang. Begitu juga dengan KM Kelud yang berangkat Rabu (6/6/2018) dini hari. “KM Kelud yang berangkat pukul 01.00 dini hari, penumpangnya cukup signifikan,” ujar Ridwan. Pada 4 Juni 2018, KM Kelud tiba di Tanjung Priok menurunkan 2.258 pelanggan Pelni dari Batam, Tanjung Balai Karimun, dan Belawan.