Taksi Online Kini Resmi di Soekarno Hatta




Counter taksi online Grab di Bandara Soekarno Hatta. Foto: Dok. AP II.

Sejak Senin 23 Oktober 2017 PT. Angkasa Pura II (Persero) resmi mengoperasikan layanan taksi online di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Layanan ini hadir atas kerjasama PT Angkasa Pura II dengan INKOPPOL bekerjasama dengan GRAB sebagai penyedia plaform reservasi online. Langkah itu diambil PT Angkasa Pura II sebagai solusi khusus untuk menertibkan taksi online yang beroperasi tidak resmi di Soekarno-Hatta. Fasilitas yang disediakan berupa booth di seluruh Terminal 1 A, B dan C. Sedangkan di Terminal 2 tersedia di D dan F.

VP of Corporate Communication PT Angkasa Pura II (Persero) Yado Yarismano mengatakan adanya booth untuk taksi online diantaranya sebagai upaya dalam memperbesar porsi aksesibilitas dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta. Menurut Yado, langkah baru yang diambil  ini dilandasi alasan bahwa transportasi publik yang ada selama ini berupa  taksi konvensional dan bus hanya mampu mengakomodir sekitar 30% dari 150.000 total penumpang pesawat yang membutuhkan transportasi publik di bandara.

“Apabila ditambah dengan operasional kereta bandara maka transportasi publik total dapat mengakomodir sampai 45% dari penumpang yang membutuhkan transportasi publik sehingga masih ada 55% penumpang yang harus menggunakan kendaraan pribadi. Kami berharap adanya pilihan taksi online ini ke depannya akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi ke bandara,” kata Yado Yarismano.

Adapun dipilihnya Bandara Soekarno-Hatta sebagai yang pertama kali mengakomodir layanan taksi yang dapat dipesan melalui aplikasi ini secara resmi karena bandara ini mewakili 60% total penumpang dari bandara-bandara AP II lainnya sehingga tepat sebagai pilot project sebelum diterapkan pada bandara AP II lainnya.

Untuk saat ini,  taksi berbasis online yang diperbolehkan mengangkut penumpang di bandara juga dibatasi. Hanya taksi online yang tergabung sebagai anggota koperasi INKOPPOL yang diperbolehkan beroperasi. Armada taksi online juga harus berstiker khusus Bandara Soekarno-Hatta dan sudah dilakukan uji kelayanan atau uji KIR. Saat ini, armada yang terdaftar kurang lebih 60 unit dari kapasitas 500 unit taksi online yang nantinya akan beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta.