Susi Air Stop Penerbangan Bersubsidi Muara Teweh-Palangkaraya



Maskapai penerbangan perintis, Susi Air, pada hari ini, Rabu (30/12/2015), mengoperasikan penerbangan subsidi terakhir antara Muara Teweh dan Palangkaraya di tahun 2015, sehingga mulai besok, Kamis (30/12/2015), penerbangan bersubsidi antara kedua kota resmi dihentikan.

Petugas Bandara Beringin Muara Teweh Akhmad Sidik mengatakan penerbangan Susi Air dari Muara Teweh ke Palangkaraya dihentikan karena kontrak penerbangan subsidi dengan Kementerian Perhubungan telah habis. “Hari ini penerbangan terakhir Muara Teweh-Palangkaraya karena kontrak kerja sama subsidi tahun 2015 telah berakhir,” ujar dia.

Selama ini penerbangan bersubsidi dari Muara Teweh ke Palangkaraya dipatok dengan harga Rp 400.000 sekali jalan. Penerbangan ini dioperasikan dengan pesawat Cessna 208B Grand Caravan berkapasitas 12 kursi. Untuk tahun depan, masih belum jelas maskapai penerbangan apa yang akan mengoperasikan penerbangan bersubsidi ini. “Belum diketahui siapa pemenang tender penerbangan bersubsidi di Kalimantan Tengah tahun depan, karena belum menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Diperkirakan penerbangan bersubsidi akan beroperasi lagi pada Maret 2016,” katanya.

Menurut Sidik, meskipun sudah menghentikan rute penerbangan Muara Teweh-Palangkaraya, namun Susi Air tetap mengoperasikan rute penerbangan Muara Teweh-Balikpapan dan Muara Teweh-Banjarmasin. Keduanya bukan penerbangan bersubsidi, sehingga harga tiket yang dipatok cukup mahal, mencapai Rp 1,5 juta per penumpang sekali jalan. “Meski mahal namun hampir setiap hari selalu penuh penumpangnya, baik yang datang maupun berangkat,” ungkap Sidik.

Foto: Tri Setyo Wijanarko/Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply