Sriwijaya Air Dinilai Sudah Berkembang dalam Beberapa Tahun Terakhir



Maskapai Sriwijaya Air di Kantor Pusat Sriwijaya Air belum lama ini menggelar peringatan ulang tahun ke-13, Kompleks Cengkareng Business City  (CBC) – Tangerang. Peringatan kali ini juga dihadiri Direktur Jenderal Perhubungan Udara Suprasetyo.

Selama 13 tahun, kata Suprasetyo, Sriwijaya Air telah berkembang dengan konsisten dan berjalan dengan moderat. Baik dalam konteks jumlah sumber daya, armada, maupun jangkauan operasional.

“Saya juga melihat dalam 13 tahun ini, Sriwijaya Air telah melalui berbagai tantangan dan ujian yang telah membantu membawa Sriwijaya Air ke posisinya yang sekarang. Diawali dengan mengoperasikan armada B737 teknologi yang terdahulu, Sriwijaya Air kini telah melangkah ke posisi mengoperasikan B737 teknologi terakhir, yaitu B737NG,” ujar Suprasetyo.

Sejauh ini, Sriwijaya sudah berkembang menjadi maskapai domestik menjadi maskapai yang beroperasi pada rute-rute regional.  Maskapai itu sudah turut berperan dalam penyediaan jasa transportasi udara bagi penduduk Indonesia dan juga menjadi media dalam meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.

Selain itu, grup Sriwijaya Air juga telah berkembang menjadi beberapa organisasi yang saling mendukung. Seperti sister company NAM Air, penyedia pelatihan penerbangan  NAM Training Center dan NAM flying school, serta yang terakhir yaitu  Sriwijaya Maintenance Facility (SMF).

Sriwijaya diminta bisa bekerja sama dengan Dirjen Perhubungan Udara untuk dapat terus mendukung perkembangan perekonomian di Indonesia dengan menyediakan jasa layanan transportasi udara yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Sriwijaya Air juga diajak untuk secara konsisten dan berkelanjutan menjaga dan meningkatkan keselamatan penerbangan di Indonesia. Suprasetyo juga menyerahkan sertifikat perpanjangan AOC-121-035 untuk Sriwijaya Air kepada Presiden Direktur dan CEO Sriwijaya Air, Chandra Lie.

Dia sertifikat Approved  Maintenance Organization (AMO) No. 145D-953 kepada Direktur Sriwijaya Maintenance Facility (SMF), Richard Budihadianto. Sertifikat AMO adalah sertifikat untuk pengoperasian perusahaan Maintenance, Repair and Overhaul (MRO).

Foto: Joe Roland S Bokau / Indo-Aviation.com