SOP Penanganan Delay Batik Air dan Wings Air Belum Disetujui



Baru ada enam maskapai penerbangan yang sudah memiliki Standard Operating Procedure (SOP) penanganan penundaan penerbangan (delay) yang baik. SOP enam maskapai penerbangan itu sudah mendapatkan persetujuan dari Dirktur Jenderal Perhubungan Udara Suprasetyo setelah melakukan presentasi sebanyak dua kali. Presentasi tahap pertama di depan Direktur Angkutan Udara, sedangkan presentasi kedua di depan Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Keenam maskapai penerbangan itu antara lain Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Sriwijaya Air, NAM Air, Lion Air, dan Aviastar Mandiri.

Berbeda dengan Lion Air yang SOP-nya sudah disetujui oleh Kementerian Perhubungan, dua anak perusahaan yang berada di bawah naungan Lion Group lainnya, yakni Batik Air dan Wings Air malah belum mendapatkan persetujuan. Kepala Bagian Hukum dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Hemi Pamuraharjo mengatakan bahwa kedua maskapai penerbangan itu sebenarnya sudah melakukan presentasi, namun belum mendapatkan persetujuan dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara Suprasetyo.

Menurut Hemi, seluruh maskapai penerbangan sebenarnya sudah memiliki SOP masing-masing terkait dengan penanganan delay. Akan tetapi, beberapa maskapai penerbangan belum mendapatkan persetujuan atau belum melakukan presentasi untuk mendapatkan persetujuan. “SOP itu wajib dan dibuat oleh masing-masing maskapai karena masing-masing maskapai memiliki kapasitas yang beragam mulai dari jumlah armada dan banyaknya penerbangan,” ujarnya.

Sementara itu, ada empat maskapai penerbangan yang belum melakukan presentasi tahap pertama di depan Direktur Angkutan Udara, yaitu Indonesia AirAsia, Trigana Air Service, Kalstar Aviation, dan Susi Air. “Airlines yang belum presentasi tahap kedua di hadapan Direktur Jenderal Perhubungan Udara adalah Travel Express (Xpress Air) dan Transnusa Aviation Mandiri,” terang dia.

Foto: Airbus

Be the first to comment

Leave a Reply