Soemarkopter, Helikopter Made in Bandung



Helikopter RI-H buatan Yum Soemarsono. Foto: Dok. TNI AU
Helikopter RI-H buatan Yum Soemarsono. Foto: Dok. TNI AU

Sejak zaman awal kemerdekaan, Indonesia sebetulnya telah berhasil membuat helikopter sendiri. Adalah Yum Soemarsono atau yang akrab disapa Pak Yum, seorang putra bangsa kelahiran Purworejo Jawa Tengah, lah salah satu yang berhasil membuat sendiri helikopter asli Indonesia. Yum Soemarsono pun kemudian dikenal sebagai Bapak Helikopter Indonesia. Ia berhasil merancang dan membuat beberapa  helikopter , di antaranya Soemarkopter.

Soemarkopter dibangun dari pengembangan helikopter sebelumnya, yaitu helikopter YSH hasil rancangan pak Yum, Soeharto dan Hadmidji. Helikopter yang menjadi dasar pengembangan Soemakopter itu diberi nama YSH sesuai dengan inisial ketiga nama pembuatnya. Helikopter dirancang pada tahun 1953 setelah pak Yum diangkat sebagai Kepala Seksi Bengkel Husein Sastranegara di Bandung. Dengan menggunakan mesin 60 PK Continental dari pesawat Piper Cub yang merupakan sumbangan dari Karno Barkah (Kepala LAPIP/Lembaga Persiapan Industri Penerbangan). Soemarkopter dibuat di Bengkel Induk (BI-90) Bandung.

Ketika dikembangkan, Soemakopter rupanya membuat Leonard Parish terkesima. Ia  yang  seorang instruktur dari  Hiller Helicopter Amerika Serikat terkagum-kagum. Sampai-sampai ia berujar, “God damn, Soem. This is a real chopper! Did Nurtanio knows it?

Dijawab  pak Yum, “Tidak”, sambil  menjelaskan bahwa helikopter yang dirancang bersama Kapten Hardojo ini dibuat tanpa sepengetahuan Nurtanio. “Tapi Karno Barkah tahu,” kata Yum pada Leonard Parish. Karno Barkah dan Nrtanio merupakan  rekan Yum di TNI AU. Mereka semua merupakan anggota TNI AU pada masa awal kemerdekaan.

Terkesan oleh helikopter buatan Yum, Leonard Parish memberi nama Soemarkopter pada helikopter buatan Yum. Tanggal 10 April 1954, bertepatan dengan hari ulang tahun  Yum yang ke-38, Soemarkopter menjalani test-run dan dapat meluncur sejauh 50 meter dan mengudara setinggi 1 kaki (33 cm). Leonard Parish  menerbangkan Soemarkopter ini pertama kali.

Satu-satunya yang membuat Parish terheran-heran adalah bagian pentolan pada rotor stabilizer. Teknologi rotor stabilizer ini baru saja dikembangkan pada era 1950-an.  Yum sudah menerapkannya pada helikopter pertama rancangannya, yaitu RI-H yang tidak sempat diterbangkan karena Belanda melancarkan Agresi Militer Kedua pada 19 Desember 1948. Padahal, di Amerika Serikat, masih bersifat uji coba. Akan tetapi, di Indonesia sudah diaplikasikan pada helikopter. Baik Soemarkopter maupun helikopter rancangan pak Yum sebelumnya, yaitu YSH, dibuat sebangun dengan helikopter RI-H.

Sayangnya, Soemarkopter tidak bertahan lama. Setelah dititipkan di LAPIP Bandung, helikopter ini hilang tak berbekas. Soemarkopter sendiri terbengkalai karena  Yum ditugaskan  menimba ilmu merancang dan menerbangkan helikopter di Palo Alto, Amerika Serikat. Tugas itu diperoleh berkat  beasiswa dari Hiller dan Sikorsky.

Sepulang dari Amerika, dan tak menemukan Soemakopter-nya, Yum kembali merancang helikopter. Heli keempat yang merengut salah satu tangannya itu diberinama Kepik. Pada salah satu uji terbang, Kepik mengalami kecelakaan dan membuat lengan kiri Yum terputus.

Foto: Dok. TNI AU

Be the first to comment

Leave a Reply