Skybridge Bandara di Palembang Segera Difungsikan




Jumpa wartawan di Sky Bright LRT Bandara di Palembang. Foto: Reni Rohmawati.

Jembatan layang (skybridge) penghubung antara terminal Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II dengan stasiun LRT (Light Rail Transit) di Palembang segera rampung. Ditargetkan pada 10 Juli 2018 akan difungsikan dan dioperasionalkan, bahkan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Dengan selesainya pembangunan skybridge tersebut, bertambah pula fasilitas di Bandara SMB II untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018.

“Beberapa fasilitas di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II saat ini sedang dikembangkan. Ada skybridge, penambahan kapasitas lounge keberangkatan, dan fixed bridge. Fixed bridge atau garbarata malah sudah dioperasikan. Serah terimanya hari ini,” kata Djoko Murjatmodjo, Direktur Operasi dan Teknik PT Angjasa Pura (AP) II di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (28/6/2018).

Di Palembang, Executive General Manager PT AP II Bandara Internasional SMB II Bayuh Iswantoro mengatakan, dengan penambahan tiga garbarata, SMB II memiliki delapan garbarata yang menghubungkan pesawat terbang dengan terminal bandara. Apronnya seluas 78.700 meter persegi dengan PCN 68, yang mampu menampung parkir 13 pesawat, yakni tujuh pesawat narrow body sekelas Boeing 737NG, tiga pesawat wide body sekelas Airbus A330, dan tiga pesawat sekelas ATR 72.

Sky Brigde LRT Bandara di Palembang. Foto: Reni Rohmawati.

“Jika pada saat Asian Games ada lonjakan jumlah pesawat yang harus parkir, delapan bandara terdekat sudah dipersiapkan sebagai pengalihan sementara. Pesawat kita alihkan sementara ke Batam, Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, dan Pontianak, tapi ini opsi terakhir,” tutur Bayuh.

Terminal penumpangnya seluas 34.000 meter persegi berkapasitas 3,4 juta penumpang per tahun. Saat ini terminal sudah tidak lagi dapat menampung jumlah penumpang yang datang dan keluar dari SMB II. “Tahun lalu (2017), jumlahnya sudah 4,6 juta penumpang dan tahun ini diperkirakan mencapai 5,5 juta orang,” ujar Bayuh.

Maka untuk menyiasatinya, ruang tunggu keberangkatan diperluas dengan menata ulang ruangan tersebut. Begitu pula ruang di lantai tiga, yang akan dimanfaatkan untuk menampung penumpang. “Sebenarnya kami masih bisa menampung penumpang itu. Kan tidak selalu pesawat datang bersamaan,” ucap Bayuh.

Bayuh mengatakan, rata-rata per hari ada 120-130 pergerakan pesawat yang mendarat dan lepas landas dari landasan pacu sepanjang 3.000 x 45 meter dengan PCN 88 itu. “Pada masa sibuk bisa mencapai 150 pergerakan pesawat per hari,” ucap Bayuh. Bandara SMB II diterbangi oleh 11 maskapai penerbangan dengan 18 rute domestik dan dua rute internasional.

Untuk menyambut para atlet dan tamu Asian Games, SMB II juga sudah menyiapkan tambahan fasilitas pendukung, seperti untuk check in ada tambahab 16 konter dari 36 konter yang tersedia, juga fasilitas self check in. Eskalator ditambah, juga ada tambahan conveyor bagage handling dan bagage drop, termasuk terminal kargo seluas 1.800 meter persegi.

“Di Palembang juga ada event tambahan, yang bisa menjadi ajang pemanasan untuk pelayanan di bandara. Pada 5 Juli ada woman football dengan 300 atlet, lomba menembak dengan 300 atlet, dan dayung dengan 750 atlet,” papar Bayuh.

Sementara fasilitas skybridge dua lantai sepanjang 120 meter dengan luas 2.200 meter persegi itu, saat ini masih dalam tahap penyelesaian. Terlihat para pekerja sedang melakukan finishing lantai. Katanya, pembangunannya dilakukan sekitar 15 bulan, dari 3 Februari 2017 sampai dengan 30 Juni 2018.

“Untuk tiga proyek pengembangan fasilitas di SMB II itu, yakni tambahan fixed bridge, re-layout boarding lounge, dan skybridge, anggarannya 74 miliar rupiah,” ungkap Bayuh.

Stasiun LRT Bandara di Palembang. Foto: Reni Rohmawati.