Singapore Airlines Bekerja Keras untuk Diversifikasi Maskapai Penerbangan Murah



Guna mengatasi penurunan frekuensinya di Indonesia, Singapore Airlines (SQ) sebagai satu-satunya maskapai di dunia yang tidak memiliki penerbangan domestik, tengah bekerja keras untuk diversifikasi maskapai penerbangan murah yang dimiliki oleh korporasi mereka seperti maskapai Scoot (JV dengan India) dan maskapai NokScoot (join dengan Thailand).

Kerja keras ini bertambah dengan pemesanan Airbus A350 untuk penerbangan jarak jauh yang dijadwalkan datang tahun 2018 yang memungkinkan Singapura untuk mengeksplorasi rencana terbang ke Amerika Utara.

Bulan lalu, SQ melaporkan penurunan laba bersih sekitar 70 persen setelah sebelumnya tanggal 8 Desember, IATA merilis estimasi laba bersih mereka sebesarĀ  29 milyar dollar.

“Tahun 2017 akan menjadi tahun yang penuh tantangan. Ini adalah perubahan struktural yang tidak akan pergi begitu saja,” kata Goh Choon Pong, CEO Singapore Airlines.

Saat ini, SQ bertumpu pada ekspansi penerbangan jarak jauh untuk melewati persaingan ini, dengan memesan 67 pesawat Airbus A350 baru dan 30 Boeing B787. “Kami menyebutnya ‘game changer’ dan ada alasan untuk itu semua,” kata Goh, menyinggung peluang pertumbuhan A350.

Dengan pesawat baru hemat bahan bakar, SQ tertarik untuk kembali melakukan penerbangan nonstop rute Singapura ke New York dan Los Angeles, yang dulu pernah beroperasi.

Foto: Joe Roland S Bokau / Indo-Aviation.com