Serikat Karyawan Garuda Indonesia Tolak Hasil RUPS



Sekretariat Karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyikapi hasil RUPS yang dilaksanakan pada 12 April lalu.

“Kami telah menyampaikan keprihatinan atas hasil RUPS tersebut melalui surat kami tertanggal 13 April 2017 kepada Bapak Presiden RI, Menkomaritim, Menteri BUMN, Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Udara dan saat ini kami pandang perlu untuk menyatakan sikap,” kata Capt. Bintang Hardiono dari Asosiasi Pilot Garuda dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (4/5).

Capt. Bintang menjelaskan, penerbangan merupakan bagian dari sistem transportasi nasional yang mempunyai karakteristik yang mampu bergerak dalam waktu cepat, menggunakan teknologi tinggi, padat modal, personil penerbangan profesional dan manajemen yang handal serta memerlukan regulasi ketat yang harus dilaksanakan untuk menjamin keselamatan dan keamanan yang optimal.

“Bahwa PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai maskapai penerbangan nasional pembawa bendera (flag carrier) hendaknya tetap menjadi role model pelaksanaan semua aturan Nasional maupun Internasional untuk menjamin keselamatan penerbangan,” jelas Capt. Bintang.

Sikap dari asosiasi antara lain menolak dengan tegas hasil RUPS Garuda tertanggal 12 April 2017 yang menghilangkan dua Direktorat (Operasi dan Teknik). Selain itu, menolak dengan tegas pernyataan dari Komisaris Utama Garuda yang menyatakan bahwa di PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk tidak memerlukan Direktorat Operasi dan Direktorat Teknik.

“Meminta kepada Presiden, Menkomaritim, Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan untuk menetapkan struktur organisasi Direktorat Operasi dan Direktorat Teknik di perusahaan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan mengangkat personil yang capable (memenuhi syarat), memiliki kompetensi dan memiliki rekam jejak yang baik untuk Direktur Operasi dan Direktur Teknik sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tutup Capt. Bintang

Foto: Fikri Izzudin Noor / IndoAviation.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply