Penerbangan Garuda Indonesia dari/ke Yogyakarta Kembali Normal



Garuda Indonesia sudah kembali melayani penerbangan dari dan menuju Yogyakarta secara normal, menyusul telah dilaksanakannya proses evakuasi pesawat Boeing 737-800 dari landasan pacu Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta. Sesuai dengan NOTAM (Notice to Airmen) Nomor B0772/17 yang menyatakan bahwa Bandara Adisutjipto Yogyakarta telah dibuka kembali pada tanggal 2 Februari 2017 pukul 14.30 WIB.

Sebelumnya,  untuk sementara waktu Garuda Indonesia mengalihkan seluruh penerbangan tujuan Yogyakarta melalui Solo. Hal ini dikarenakan masih berlangsungnya penutupan landasan pacu di Bandara Adisutjipto oleh otoritas bandara setempat, menyusul peristiwa slip-nya pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 258 yang terjadi pada hari Rabu malam (1/17) kemarin.

“Kami meminta maaf kepada semua stakeholder – khususnya para pengguna jasa –  atas ketidaknyamanan yang terjadi. Proses evakuasi pesawat GA-258 telah selesai dilaksanakan siang tadi pukul 12.47 WIB, dengan demikian seluruh penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Yogyakarta yang beroperasi setelah pukul 16.00 WIB akan kembali dilayani di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta”, kata VP Corporate Communications Garuda Indonesia Benny S. Butarbutar di Yogyakarta, Kamis (2/2) sore.

Penerbangan yang sebelumnya sempat dialihkan ke Solo adalah penerbangan-penerbangan dari dan ke Yogyakarta ke beberapa destinasi seperti Jakarta, Denpasar, Surabaya, Makassar, dan Balikpapan. Untuk penanganan seluruh  penumpang tujuan Yogyakarta tersebut, Garuda Indonesia menyiapkan sarana transportasi berupa bus yang saat ini telahstandby di Bandara Adi Sumarmo, Solo untuk mengangkut penumpang menuju Yogyakarta.

“Seluruh penerbangan dari dan menuju Yogyakarta sore ini sudah dapat dilayani dengan normal seperti biasa, beberapa penerbangan yang sempat terdampak juga diharapkan akan segera kembali normal,” tambah Benny.

Menurut Benny, selain melakukan investigasi internal, Garuda Indonesia menyerahkan proses investigasi penyebab Serious Incident PK-GNK di Bandara Adisutjipto Yogyakarta tersebut kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) sesuai dengan ketentuan penerbangan sipil yang berlaku.

Foto: Heppy Mahendro

Be the first to comment

Leave a Reply