Sektor Migas Lesu, Pelita Air Bakal Pangkas Jumlah Karyawan



Maskapai penerbangan Pelita Air Service dalam mengembangkan bisnisnya lebih banyak bertumpu pada penerbangan charter di sektor minyak bumi dan gas (migas). Namun kini sektor migas sedang lesu, sehingga membuat anak usaha Pertamina ini berpikir untuk mengurangi jumlah sumber daya manusia (SDM) yang ada agar perusahaan tetap dapat bertahan di tengah kondisi sulit.

Marketing Director Pelita Air Rifky E. Hardijanto mengatakan, bisnis sektor migas yang sedang lesu memaksa perusahaan melakukan efisiensi. Salah satu cara yang akan ditempuh adalah dengan melakukan rasionalisasi jumlah karyawan. “Mau tidak mau harus kami lakukan agar perusahaan ini tidak kolaps, karena penurunan nilai bisnis harus diikuti juga dengan penurunan biaya. Salah satu faktor yang signifikan, di dalam struktur biaya kami adalah gaji orang,” ujarnya.

Menurut dia, Pelita Air Service juga akan melakukan renegosiasi dengan para mitra kerja, termasuk dengan lembaga pembiayaan, lessor pesawat, pihak asuransi, dan beberapa vendor dari dalam maupun luar negeri. Rifky berharap restrukturisasi keuangan yang dilakukan oleh Pelita Air Service bisa membuat perusahaan bertahan dan tetap eksis dalam bisnis penerbangan charter di Indonesia.

Foto: Istimewa

Be the first to comment

Leave a Reply