Sejumlah Proyek AP II Mundur Dari Jadwal Karena PMN 2015 Belum Cair



Sejumlah proyek yang digagas oleh Angkasa Pura II (AP II), operator 13 bandara di wilayah Indonesia bagian barat, akan mundur dari jadwal yang sudah ditetapkan karena suntikan modal atau Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk tahun 2015 belum cair. Angkasa Pura II Berharap PMN segera cair sehingga bisa lekas digunakan untuk mengerjakan berbagai proyek.

Rencananya Angkasa Pura II akan mendapatkan PMN 2015 sebesar Rp 2 triliun yang akan digunakan untuk mengembangkan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, termasuk di dalamnya pembangunan Terminal 3 Ultimate, pembangunan landasan pacu ketiga, dan membangun east cross taxiway. “Perencanaan kami rescheduling, ada yang mundur-mundur sedikitlah,” tutur Direktur Utama Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi.

Sementara itu, terkait dengan permintaan PMN sebesar Rp 2 triliun lagi di tahun 2016 masih belum mendapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Budi berharap pengajuan ini juga bisa disetujui oleh DPR. “Dari diskusi kami dengan pemerintah dan DPR, kami dapat prioritas PMN 2016 itu. Tapi lihat saja nanti,” ujarnya.

Menurut Budi, dalam pengembangan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Angkasa Pura II setidaknya perlu mengeluarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 5 triliun setiap tahunnya. Namun, kas internal dari Angkasa Pura II hanya mampu mengeluarkan belanja modal sebesar Rp 2 triliun. Oleh karena itu perusahaan membutuhkan modal dari luar, termasuk suntikan modal dari negara. “Setiap tahun capex kami kurang lebih Rp 5 triliun. Dari internal bisa cover katakanlah Rp 2 triliun sehingga paling tidak kami butuh kurang lebih Rp 3 triliun dari bank-bank dan sebagainya,” kata dia.

Foto: Tri Setyo Wijanarko

Be the first to comment

Leave a Reply