Santos-Dumont 14-bis, Pesawat Pertama Buatan Brazil



Pesawat Santos-Dumont 14-bis (atau lebih dikenal dengan Oiseau de proie yang artinya “burung buas” dalam bahasa Perancis), merupakan pesawat hasil rancangan insinyur dari Brazil, yaitu Alberto Santos-Dumont. Pesawat ini melakukan penerbangan pertamanya pada tanggal 23 Oktober 1906, lepas landas tanpa bantuan (seperti halnya Flyer I hasil rancangan Wright bersaudara yang membutuhkan rel untuk lepas landas) dan terbang lebih berat daripada udara.

Pada bulan Juni tahun 1905, Gabriel Voisin menguji glider dengan ditarik oleh kapal cepat di Sungai Seine, dan glider tersebut mengudara sejauh lebih dari 500 kaki (150 m). Konfigurasi sayap glider terdiri dari sel-sel Hargrave, kotak layang-tipe struktur yang memberikan tingkat stabilitas yang melekat. Santos-Dumont yang saat itu tinggal di Paris, dan merupakan salah satu insinyur yang paling aktif  dalam kegiatan “Aeronauts” di Eropa, sedang mengembangkan serangkaian airships yang tidak kaku, yang memperlihatkan kelincahan tak tertandingi, kecepatan, daya tahan, dan kemudahan kontrol.

Sekitar akhir tahun 1905 dan awal tahun 1906, otoritas penerbangan Perancis menawarkan hadiah bagi siapa saja yang pertama yang merancang sebuah pesawat, yang dapat terbang sejauh 25 m (82 kaki) dan 100 m (330 kaki) dalam rangka untuk mempromosikan pengembangan dunia  penerbangan di Perancis. Pada waktu itu, sambil menonton balapan speedboat di Côte d’Azur, Santos-Dumont melihat bahwa mesin Antoinette yang dibuat oleh Léon Levavasseur, keduanya kuat dan relatif ringan.

Santos-Dumont sendiri memiliki  pesawat biplane Hargrave, didukung oleh mesin Antoinette. Pekerjaan itu dilakukan secara rahasia, hanya diketahui tim mekanik dan pengrajin. Sudut sayap yang di belakang dikonfigurasi dengan desain dihedral , yang di setiap sayap terdiri dari tiga sel. Mesin Antoinette dengan tenaga sebesar 24 hp (18 kW) ditempatkan di antara sayap dalam konfigurasi pusher di belakang badan pesawat, dengan kompartemen pilot (di mana pilot berdiri).

Sebuah sel yang bergerak di hidung, digerakkan oleh kabel, awalnya diproduksi untuk jam pada menara gereja, memungkinkan untuk kontrol dan penyesuaian ketinggian. Tata letak sayap kecil yang berada di depan nantinya dikenal dengan sebutan canard di era sekarang. Struktur biplane rancangan Santos-Dumont terbuat dari bambu, ditutupi dengan sutra Jepang, dan sendi yang terbuat dari aluminium. Bahan ini sangat langka pada saat itu karena proses elektrolisis untuk memperbaiki dan memproduksi massal itu telah diadopsi kurang dari 20 tahun sebelumnya.

Pesawat rancangan Santos-Dumont ini diangkut ke Neuily, tempat di mana pesawat ini dibangun. Dalam rangka untuk menyimulasikan kondisi penerbangan, pesawat rancangan Santos-Dumont memberi nama untuk pesawat non-kaku terbarunya, Number 14, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan 14-bis. Dorongan yang dikenakan oleh pesawat dilakukan dengan cara yang berbahaya, nyaris merobek body pesawat dan hanya dibolehkan mengendalikan pesawat dengan control yang terbatas. Bahaya dalam setiap ujicoba ini menyebabkan Santos-Dumont dan timnya dengan cepat meninggalkan berbagai potensi bahaya tersebut, meskipun ada informasi yang berguna diperoleh dari penyesuaian keseimbangan dan distribusi beban pesawat.

Santos-Dumont kemudian menghubungkan kabel baja ke puncak dua kutub, satu lebih tinggi dati yang lain, mirip seperti tyrolienne pada masa sekarang. Pesawat digantung dengan tali dan melejat dengan katrol ke kabel baja. Kemudian ditarik oleh hewan ternak sampai ia beristirahat di sebuah tiang yang tinggi., dan lalu dilepaskan dan dibiarkan meluncur ke bawah kabel kea rah tiang yang lebih rendah. Dengan cara ini, pusat gravitasi dari pesawat itu dapat ditetapkan dan disesuaikan, dan juga mengenai stabilitas.

Pada Agustus 1906, pesawat rancangan Santos-Dumont ini diangkut kembali ke Bagatelle, di mana ia melakukan ujicoba fast taxi tests. Ditemukan bahwa mesin yang ada pada pesawat tidak cukup kuat untuk mencapai batas aman kecepatan penerbangan, dan digantikan oleh mesin Antoinette V-8 yang berkekuatan 50 hp (37 kW), dengan performa 1.500 rpm hasil rancangan Leon Levavasseur. Pada awal September, terlihat kecepatan yang cukup bagus dalam fast taxi tests ini, dengan kecelakaan minor. Pada 7 September 1906, roda-roda pesawat terangkat dari permukaan tanah pada saat penerbangan cepat.

Setelah ujicoba ini, muncul berita mengenai ujicoba Santos-Dumont ini. Masyarakat dan otoritas penerbangan berkumpul di pagi hari tanggal 13 September 1906. Tidak semua silinder yang terbakar pada saat ujicoba lepas landas, namun setelah perbaikan cepat diperbolehkan pada ujicoba kedua pada penerbangan dengan jarak 13 m (43 kaki), dan ketinggian sekitar 1 m (3 kaki) telah dicapai.

14-bis mendarat dengan sudut serang (angle of attack) yang cukup tinggi, dan baling-baling yang terletak di bagian belakang menghantam permukaan tanah. Berbagai perbaikan pun dilakukan. Pada tanggal 23 Oktober, setelah serangkaian ujicoba mesin dan high speed ground, Santos-Dumont akhirnya mampu menerbangkan 14-bis. Pesawat terbang dengan jarak 60 m (200 kai) dan ketinggian yang mencapai 3 m (10 kaki). Kemudian, ia menerima hadiah sebesar 3.000 franc penerbangan berjarak 25 m (82 kaki) atau lebih.

14-bis pada waktu itu memerlukan berbagai perbaikan, tetapi Santos-Sumont mengumumkan bahwa ia bersiap untuk mencoba penerbangan berhadiah sejauh 100 meter pada 12 November. Kemudian 14-bis diperbaiki, dan aileron ditambahkan di bagian di tengah sel sayap terluar.

Pada pagi hari 12 November 1906, komunitas penerbangan Perancis berkumpul di Chateau de Bagatelle untuk menyaksikan penerbangan Santos-Dumont. Ketika ia membawa 14-bis ke lapangan ujicoba, terdapat sebuah mobil yang melaju bersana, di mana Henry Farman (salah satu tokoh penerbangan Perancis) akan menjatuhkan piring keluar dari mobil setiap kali ia mengamati roda pesawat untuk meninggalkan permukaan tanah ataupun menyentuhnya lagi. Upaya pertama terlihat pada 5 detik penerbangan dengan jarak 40 m (130 kaki) dengan ketinggian 40 cm dari permukaan tanah, dan ujicoba yang kedua, penerbangan dengan jarak 40 dan 50 m (160 kaki). Pendaratannya terkesan bergegas, karena nyaris berhantaman dengan beberapa pohon setelah upaya kedua ini merusak as roda. Pada sore harinya, penerbangan dengan jarak lebih dari 50 meter dan kemudian 82 meter (269 kaki) (dengan kecepatan 40 km/jam), pada ujicoba initergangu oleh penghalang polo.

Pada saat senja, Santos-Dumont mencoba satu penerbangan lainnya. Dalam rangka untuk memastikan dia tidak akan menabrak penonton yang saat itu hadir untuk menyaksikan penerbangan di lapangan, ia menarik kemudi pesawat hingga terbang di atas para penonton itu. Setelah 22 detik, ia meng-cut tenaga mesin dan meluncur ke daratan. Dia terbang sejauh 220 meter (lebih dari 700 kaki), kualifikasi untuk hadiah penerbangan kedua ditawarkan untuk pesawat yang lebih berat daripada udara, sebesar 1,000 franc untuk penerbangan lebih dari 100 meter. Penerbangan 220 meter ini merupakan rekor terbaru untuk jarak penerbangan pada waktu itu.

Foto: britannica.com

Be the first to comment

Leave a Reply