Rusia Tawarkan Pesawat Baru MC-21 bagi Dunia Penerbangan Indonesia



MC-21saat terbang perdana. Foto: Denis Fedorko

Rusia kembali menawarkan pesawat jet komersial produksinya kepada Indonesia. Setelah Sukhoi Superjet SJ-100 yang sempat diperasikan Sky Aviation yang berhenti operasi tahuin 2015, kini ditawarkan pesawat MC-21, produksi Irkut Corporation.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadimengatakan, tawaran pesawat komersial produksi Rusia tersebut akan membuat dunia penerbangan Indonesia memiliki banyak pilihan. Hal ini merupakan suatu kesempatan bagi dunia aviasi Indonesia, terutama bagi pihak yang bergerak dalam dunia penerbangan, untuk mendapatkan produk-produk yang kompetitif.

“Makin banyak produk yang ditawarkan, makin banyak kesempatan kita untuk memilih. Jadi, nanti makin banyak supply dan kita dapat memilih apa yang kita butuhkan dengan harga yang lebih kompetitif,” ujar Budi Karya pada presentasi penawaran pesawat MC-21 yang dihadiri pula oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, di Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Menhub Budi menambahkan, pesawat MC-21 adalah jenis pesawat yang sering digunakan di Indonesia karena dapat menampung 165-211 penumpang. Dari sisi bisnis, ia memberikan kebebasan kepada korporasi penerbangan untuk langsung berhubungan dengan produsen alat transportasi tersebut.

“Cocok atau tidaknya pesawat tersebut, kita serahkan kepada korporasi untuk melakukan penjajakan. Nanti kalau didapatkan suatu efisiensi yang bagus, pasti pesawat ini akan diminati juga di Indonesia. Kalau mau beli, saya serahkan kepada korporasi penerbangan kita; Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air, dan maskapai penerbangan lainnya. Namun demikian, kami memiliki standar tertentu, khususnya mengenai safety. Ditjen Perhubungan Udara akan memberikan rekomendasi dan akan disesuaikan dengan standar internasional ICAO,” tutur Menhub, seraya menambahkan bahwa untuk mengenal lebih jauh tentang pesawat penumpang MC-21, harus dilakukan pengamatan keandalan dan kecocokan penggunaannya.

Menhub menjelaskan, dunia penerbangan Indonesia adalah pasar yang potensial dan berkembang sangat pesat. Tercatat 95 juta penumpang menggunakan pesawat udara setiap tahun dan terus bertunbuh dari tahun ke tahun. “Kami mengoperasikan kurang lebih 200 bandara, 60 di antaranya adalah bandara komersial. Lebih dari 1.200 pesawat yang terdaftar di Indonesia dan kita juga melakukan perawatan secara baik sehingga pesawat-pesawat itu dapat beroperasi dengan baik,” ucapnya.

Sementara itu, Sergey Lavrov mengatakan, pengenalan pesawat MC-21 merupakan langkah penting dalam pelaksanaan kesepakatan mengenai aktivasi kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan antara Rusia dan Indonesia. “Ini adalah perwujudan kemajuan industri pesawat terbang Rusia dalam beberapa tahun terakhi,r yang dibuat atas dasar perkembangan inovatif yang unik di sejumlah bidang. Pesawat ini tidak hanya tidak inferior, tapi juga melampaui indikator modifikasi terbaru dari perusahaan pesaing, yakni Airbus dan Boeing,” ujarnya.

“Pesawat ini bisa menjadi solusi optimal untuk memastikan interkoneksi transportasi yang andal dari pulau-pulau di Indonesia,” ucapnya dan berharap, MC-21 akan diminati pasar transportasi udara yang tumbuh dinamis di Indonesia.

Irkut Corporationsiap memang bukan hanya memasok pesawat, tapi juga mengembangkan kerja sama ilmiah, teknis, dan produksi yang beragam dengan mitra Indonesia dalam program MC-21. “Secara khusus, ini mungkin merupakan tawaran untuk membangun pusat regional dalam perbaikan dan perawatan pesawat udara tersebut,” ungkap Sergey.

Be the first to comment

Leave a Reply