Rusdi Kirana Sambut Baik Penghapusan PPN Impor Pesawat



Pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana menghapuskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) impor alat transportasi seperti kapal, kereta api, dan pesawat. Langkah itu dilakukan untuk memberikan stimulasi terhadap melemahnya daya beli yang terjadi akibat pertumbuhan ekonomi yang sedang melambat. Payung hukum dari rencana ini adalah Peraturan Pemerintah nomor 146/2000 tentang Impor dan atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu, dan atau Penyerahan Jasa Kena Pajak Tertentu yang Dibebaskan dari Pengenaan PPN.

Menteri keuangan Bambang Brodjonegoro berharap kebijakan yang diambil oleh pemerintah ini bisa menurunkan biaya transportasi. Alasannya, perusahaan yang mendatangkan kapal, kereta api, dan pesawat dari luar negeri tidak perlu lagi membayar PPN.

Pendiri sekaligus pemilik maskapai penerbangan Lion Air, Rusdi Kirana, menyambut baik kebijakan pemerintah yang akan menghapuskan PPN untuk pengadaan pesawat secara impor. Dengan demikian, beban perusahaan transportasi akan berkurang cukup signifikan. “Kemampuan perusahaan untuk membeli pesawat akan meningkat,” ujar Rusdi.

Menurut Rusdi, selama ini Lion Air membebankan biaya PPN atas pengadaan pesawat kepada para penumpang. Dia menambahkan, arus kas keuangan Lion Air tidak akan berpengaruh langsung atas kebijakan dari Kementerian Keuangan ini. Namun, kebijakan itu akan meringankan biaya perusahaan dalam mendatangkan pesawat-pesawat baru.

Foto: Viva

Be the first to comment

Leave a Reply