Rurukan, Negeri Di Atas Awan



Sulawesi Utara kaya akan tempat-tempat menarik. Tak hanya di laut, daerah pegunungan pun menyimpan eksotisme tersendiri.

Dingin menusuk tulang ketika pertama kali tiba di Desa Rurukan, sebuah desa tak jauh dari Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Hari itu merupakan hari yang spesial karena Kota Tomohon sedang mengadakan acara tahunan yaitu pengucapan syukur.

Acara pengucapan syukur sendiri adalah gelaran rutin yang dilakukan setiap tahun sebagai perayaan syukuran atas hasil panen kepada Sang Pencipta, dimana dulu sebagian besar mata pencarian masyarakatnya adalah bertani dan berkebun. Walaupun saat ini tak sedikit masyarakatnya sudah beralih profesi menjadi pegawai atau pengusaha, namun acara pengucapan syukur tetap dilakukan sebagaimana dulu nenek moyang mereka melakukannya.

rurukan-2

Setiap rumah mengadakan acara open house, mengundang kerabat dari setiap daerah yang ada di Sulawesi Utara. Hampir setiap orang yang ditemui dijalan dengan ramah dalam kesederhanaan mengundang untuk sekedar mampir kerumah mereka. Suatu budaya yang unik bagi saya.

rurukan-4

Rurukan adalah sebuah desa di kaki gunung Mahawu. Dengan ketinggian sekitar 1.000 meter diatas permukaan laut, Rurukan menyajikan pemandangan menakjubkan. Dari titik tertinggi menghadap ke timur, terlihat gunung Klabat dan kota Bitung, hingga selat Lembeh disebelah kiri dan danau Tondano serta kota Tondano disebelah kanan. Namun pada waktu tertentu pemandangan tersebut agak sulit terlihat karena tertutup awan.

Hamparan kebun sayur juga menjadi pemandangan khas desa ini. Rurukan sudah sejak lama menjadi salah satu desa pemasok sayur-mayur di Manado. Berwisata agro di tempat ini adalah kegiatan yang wajib.

Sempatkan mampir ke Rurukan jika sedang berada di Manado. Dengan jarak tempuh sekitar 1 jam jika menggunakan kendaraan pribadi, Rurukan bisa dijadikan tempat “melarikan diri” disela-sela kesibukan dan padatnya rutinitas.

Teks & foto: Joe Roland S. Bokau