Runway Tak Sesuai. Penerbangan Haji di Minangkabau Diawasi Ketat



Runway Halim Perdanakusuma terkelupas pesca penerbangan B777

Ditjen Perhubungan Udara akan mengawasi secara ketat terhadap penerbangan haji di Bandara Minangkabau Padang paska insiden terkelupasnya runway Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta hari ini. Pengawasan ketat ini dilakukan karena Bandara Minangkabau termasuk salah satu dari tiga bandara embarkasi yang memiliki restriksi terhadap penerbangan Boeing 777 yang akan dipergunakan untuk menerbangkan haji dari Padang.

Selama ini diketahui Bandara Internasional Minangkabau Padang hanya untuk pengangkutan jemaah haji dengan pesawat terbang jenis B 747 dan A 330. Namun untuk musim haji tahun ini dengan adanya kenaikan kuota haji sebesar 31% (dari 168.000 menjadi 221.000 calon jemaah haji) maka banyak hal harus disesuaikan, antara lain berupa penggunaan pesawat badan lebar B 777.

Seluruh Penerbangan Haji dari Halim Perdanakusuma Dialihkan ke Soekarno-Hatta

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memutuskan untuk mengalihkan penerbangan kelompok terbang ( kloter) calon jemaah haji dari embarkasi Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta ke Bandara Soekarno-Hatta, Banten.

Berkaitan dengan itu Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso telah melaksanakan desk evaluation kemampuan pesawat B 777 untuk turning di ujung landasan Bandara Internasional Minangkabau. bandar udara internasional minangkabau Padang. Dan, berdasar analisa di lapangan, dibutuhkan upaya khusus untuk melakukannya.

Berdasarkan dua hasil evaluasi, dengan mempertimbangkan safety factor yang lebih besar (conservatif) terhadap minimnya data yang dibuktikan pada regulator, maka Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama Garuda Indonesia telah melakukan proofing flight untuk memastikan turning area pesawat di ujung landasan.

Dari hasil proofing flight ternyata ujung runway tersebut memang tidak bisa dipergunakan sebagai tempat pesawat untuk berputar sebagaimana mestinya. Namun demikian dengan menggunakan teknik towing tertentu, hal itu bisa tetap dilakukan. Penggunaan towing dinilai cukup aman dan waktu tempuh yang diperlukan lebih sedikit dibandingkan waktu analisa sebelumnya (dari 50 menit ke 19 menit).

Untuk mencari solusi terhadap masalah kritis di atas  Garuda Indonesia telah  mendatangkan tenaga ahli dari pabrik pembuat Boeing pada  27 July 2017, untuk melakukan analisis dan on site evaluation pengoperasian pesawat B 777 di Bandara Internasional Minangkabau Padang.

Dari hasil uji lapangan didapatkan penggunaan towing sepanjang runway  masih cukup aman dan tidak berdampak pada struktur nose landing gear pesawat. Berdasar hasil analisa Garuda Indonesia dan tenaga ahli Boeing, pengoperasian B777 di Bandara Internasional Minangkabau harus diawasi ketat. Khusus untuk penerbangan B777 di bandara ini, pesawat akan di-towing dari apron ke ujung runway dan sebaliknya dengan persyaratan khusus dan pengawasan ketat.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply