Runway Ketiga Bandara Soekarno Hatta Segera Dibangun



Peta Pengembangan Runway 3 Soekarno Hatta. Foto: Dok. Angkasa Pura II.

Proses pembebasan tanah untuk pembangunan runway ketiga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta berjalan lancar. Hingga bulan ini, PT Angkasa Pura II (Persero) telah membebaskan tanah seluas 21 hektare di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.

 

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, proses pembebasan tanah yang berjalan lancar ini dilakukan sesuai prosedur. Beberapa bidang tanah juga telah memasuki proses konsinyasi di Pengadilan Negeri sehingga pembangunan runway ketiga ini dapat dilakukan tepat waktu. “Kami berharap proses ini akan semakin baik ke depannya sehingga pembangunan runway ketiga pun dapat segera dilaksanakan,” ujar Muhammad Awaluddin.

Disebutkan, total kebutuhan tanah untuk pembangunan runway ketiga Soekarno Hatta  sekitar 216 hektare.  AP II sendiri telah memiliki 49 hektare, lalu ditambah  21 hektare yang baru dibebaskan tadi. Lokasi tanah yang telah berhasil dibebaskan berada  di Desa Bojong Renged, Benda dan Selapajang Jaya. Saat ini, proses musyawarah juga tengah dilangsungkan terhadap pemilik tanah lainnya dan diharapkan segera tercapai mufakat.

Data terbaru, tim pembebasan lahan telah melakukan musyawarah dengan warga desa Rawa Rengas pada tanggal 26-28 September 2017 dan 4-5 Oktober 2017 terhadap pemilik dari 571 bidang di mana sebagian besar telah menyatakan setuju atas nilai ganti kerugian yang ditawarkan. Selanjutnya tim akan melakukan musyawarah dengan warga desa Rawa Burung.

Runway ketiga dengan ukuran panjang 3.000 m, lebar 60 m ditargetkan dapat mulai dioperasikan  tahun depan untuk mengakomodir sebanyak 114 pergerakan pesawat per jam di Bandara Inernasional Soekarno-Hatta. Pembangunan runway ketiga termasuk pengembangan sesuai grand design Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam meningkatkan kapasitas sisi udara.

Selain membangun runway ketiga, untuk pengembangan sisi udara,  AP II juga melakukan pembangunan infrastruktur pendukung landasan pacu hingga memiliki standar kapasitas  86 atau IRC-86, pembangunan east cross taxiway, dan perluasan apron guna mengakomodir sebanyak 114 pergerakan pesawat per jam.

Be the first to comment

Leave a Reply