Rencana Kementerian BUMN Jual Merpati Didukung Oleh DPR



Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menjual maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines yang sudah hampir dua tahun tidak beroperasi kepada pihak swasta. Pemerintah masih ingin melihat Merpati Nusantara Airlines hidup kembali tapi tanpa membebani keuangan negara. Kabarnya, sudah ada dua perusahaan penerbangan asing yang tertarik membeli Merpati Nusantara Airlines, meskipun belum disebutkan secara jelas perusahaan apa yang dimaksud.

Rencana Menteri BUMN Rini Soemarno yang ingin menjual Merpati Nusantara Airlines ini rupanya mendapatkan apresiasi dari Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ahmad M. Ali. Dia mengatakan bahwa penjualan Merpati Nusantara Airlines bisa mengurangi beban negara dalam menyelesaikan utang perusahaan yang mencapai Rp 15 triliun.

Meskipun demikian, ungkap Ali, investor Merpati Nusantara Airlines nantinya harus memenuhi aspek negara. “Aspek negara yang saya maksud adalah seluruh sangkutan yang ada kaitannya dengan perusahaan, negara, dan karyawan. Hutangnya yang mencapai Rp 15 triliun, dan yang paling penting karyawannya yang mencapai 1.400 orang segera mendapat kejelasan dari investor baru,” ujarnya.

Menurut Ali, penjualan perusahaan yang sudah sangat tidak sehat ini juga harus dilakukan secara cermat dan teliti. Dia meminta pengalihan kuasa nantinya dilakukan sepenuhnya kepada swasta. Semua catatan utang, karyawan, dan seluruh aset serta pertanggungjawaban terhadap kreditur akan menjadi tanggung jawab investor yang membeli, bukan lagi menjadi tanggung jawab negara.

Foto: Tri Setyo Wijanarko

Be the first to comment

Leave a Reply