Rayani Air, Maskapai Syariah dari Malaysia Mulai Mengudara



Rayani Air, maskapai penerbangan terbaru asal Negeri Jiran, Malaysia, pada hari ini, Senin (21/12/2015), melakukan penerbangan perdana. Penerbangan RN0600 dari Kuala Lumpur menuju Langkawai menandai dimulainya operasional penerbangan Rayani Air, sekaligus meramaikan pasar penerbangan Malaysia yang sudah didominasi oleh AirAsia dan Malaysia Airlines.

Menariknya, Rayani Air merupakan maskapai penerbangan yang menggunakan prinsip syariah. Maskapai penerbangan ini tidak menyediakan makanan atau yang mengandung babi dan alkohol dalam penerbangan. Selain itu, awak kabin wanita menggunakan hijab, dan mereka akan mengajak penumpang untuk berdoa terlebih dahulu sebelum pesawat lepas landas.

Rayani Air mengusung konsep sebagai maskapai penerbangan full service dengan memanfaatkan pulau wisata Langkawi sebagai hub. Rencananya, maskapai penerbangan yang dibentuk oleh dua perusahaan lokal di Malaysia itu akan melayani empat rute penerbangan dari Langkawi, termasuk salah satunya ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur. Sebagai tahap awal, Rayani Air mengoperasikan dua pesawat Boeing 737-400 dengan usia lebih dari 20 tahun yang didatangkan dengan sistem sewa. Pesawat ini dikonfigurasi dalam dua kelas kabin, yang terdiri dari 16 kursi kelas bisnis dan 128 kursi kelas ekonomi.

Managing Director Rayani Air Jaafar Zamhari mengatakan bahwa perusahaan menargetkan bisa mencapai titik impas (break event point/BEP) dalam waktu tiga tahun setelah beroperasi. Meskipun demikian, dia tidak menyebutkan rencana investasi yang dilakukan secara spefisik. Zamhari juga tidak menyebut berapa besar subsidi yang diterima oleh Rayani Air dalam memanfaatkan Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2), karena bandara ini umumnya digunakan oleh maskapai penerbangan berbiaya rendah dengan tarif biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan terminal bandara utama Kuala Lumpur International Airport (KLIA).

Foto: Istimewa

Be the first to comment

Leave a Reply