Pusdirga, Sahabat Bagi Anak-anak Pecinta Dirgantara



Pusdirga merupakan pusat edukasi kedirgantaraan, yang berlokasi di Jambore Buperta, Cibubur, Jakarta Timur. Tujuan didirikannya Pusdirga yaitu untuk mengenalkan dunia dirgantara kepada banyak orang, karena dunia dirgantara selama ini image-nya adalah sesuatu yang mahal. “Makanya, kita punya inisiatif untuk membuat tempat ini, dan tempat ini bisa dikunjungi secara gratis. Kita punya beberapa fasilitator yang di mana fasilitator itu kesemuanya sukarelawan, jadi bukan orang profesional,” ujar Bayu Setianto, FAC 1 & Public Relation Pusdirga. Bayu juga menjelaskan, di luar Pusdirga terdapat sejumlah profesional di bidangnya yang ikut berpartisipasi. “Ada engineer, ada beberapa pilot, FOO juga di sini,” tambah Bayu.

Di Pusdirga, terdapat sejumlah fasilitas, di antaranya lapangan terbang yang menjadi fasilitas utama. “Selain itu, kita punya beberapa pesawat lightsport juga, bisa untuk joyflight, tapi ini dengan syarat dan ketentuan. Untuk pelajar, mereka bisa joyflight gratis,” jelas Bayu. Kemudian, Pusdirga memiliki hangar pendidikan, yang terdiri dari beberapa anjungan beserta alat peraganya. Yang pertama masuk ke sejarah penerbangan Indonesia, terdapat model kit penerbangan militer, sipil dan industri. “Selain itu, kita punya model flight control, dengan ini kita bisa menunjukkan kepada peserta edukasi bagaimana pesawat itu bermanuver. Roll ke kiri apa yang digunakan, roll ke kanan apa saja yang bergerak. Mereka bisa melihat secara langsung alat gerak pimer dari pesawat atau primary flight control,” ujar Bayu menjelaskan.

Peserta edukasi di Pusdirga juga dapat mencoba experience bagaimana kerja kemudi pesawat. Bayu menambahkan, Pusdirga juga memiliki workshop di mana peserta dapat melaksanakan kegiatan motorik. “Kita punya maket bandar udara. Terus, kita punya juga model mesin turbofan. Kemudian kita juga punya tiga unit flight simulator. Kita juga punya perpustakaan, di situ ada buku-buku tentang penerbangan.” ujar Bayu menjelaskan.

Kegiatan apa saja yang dilaksanakan di Pusdirga? “Kita memberikan knowledge itu, karena kita segmennya anak-anak dan remaja. Kita bungkus dengan permainan, sesuatu yang fun, video, gerakan, jadi mereka aktif, tidak cuma mendengarkan orang berbicara. Kita memberikan kegiatan yang cukup menyenangkan,” ujar Bayu. Pusdirga juga memberikan teori penerbangan, seperti workshop, di mana Pusdirga mengundang praktisi.

Kemudian Pusdirga memberikan pengetahuan-pengetahuan tentang profesi para praktisi tersebut. “Untuk materi seperti aerodinamika, itu bisa kita berikan juga di sini dengan cara penyampaian yang luwes. Jadi mereka bisa tahu mengapa pesawat bisa terbang, mengapa pesawat bisa bergerak, rolling. Kita jelaskan secara fun. Kita kasih gambar, kita kasih video. Jadi mereka benar-benar bisa menangkap. Dengan situasi yang fun itu, otomatis mood-nya terbuka untuk diisi pengetahuan baru,” jelas Bayu.

Pusdirga juga menyelenggarakan pendidikan karakter, di mana salah satu cara untuk mendidik karakter adalah dengan Pramuka. “Karena Dasa Darma dan Trisatya itu kalau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari itu luar biasa. Kita bikin gugus depan, namanya Gugus Depan Mantriwira. Kita juga mengenalkan bahwa Pramuka itu keren, fun. Kita didik mereka dengan materi yang bisa mengubah dan membangun karakter yang lebih baik,” ujar Bayu.

Di Pusdirga, juga dilaksanakan aktivitas praktik. “Sebenarnya ini semua terintegrasi. Contoh, di flight simulator ada unsur permainan, unsur motorik, dan unsur pengetahuan. Dari situ, mereka senang. Ada juga membuat chuck glider, aeromodelling juga yang masih terbang semua, cuma memang ada beberapa yang baru diperbaiki. Terus, ada kegiatan permainan yang sifatnya fisik, jadi motoriknya dirangsang untuk bisa tetap aktif,” ujar Bayu.

Terakhir, Pusdirga juga menyediakan kegiatan yang kaitannya dengan pengetahuan umum, baik tentang penerbangan maupun pengetahuan umum selain penerbangan. “Di sini kita ajarkan tentang tanaman, bertani, hidroponik, kita kenalkan semua hewan, di sini juga ada beberapa hewan. Kemudian pengetahuan umum tentang penerbangan, tentang mengapa sih handphone harus dimatikan dalam pesawat? Mengapa sih setiap terbang harus ada demo dari awak kabin? Kita kasih tahu seperti itu. Jadi mereka tahu secara garis besar, karena kalau spesifik butuh waktu yang lama,” tutup Bayu.

Foto: Fikri Izzudin Noor / IndoAviation.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply