Proflight Wisuda 24 Pilot Baru



Wisuda Proflight Pilot School. Foto: Reni Rohmawati.

Kebanggaan dan kebahagiaan pilot-pilot baru lulusan Proflight Pilot School terlihat ketika mereka menerima penyematan wings penerbang. Begitu pun para orang tua yang menyematkan wings di dada anak mereka. Beberapa pilot tampak terharu dan menangis sambil memeluk orang tua mereka.

Malam itu, 24 pilot yang sudah menjalani pendidikan dan pelatihan di Proflight lulus dengan mengantongi CPL-IR (Commercial Pilot License-Instrument Rating). Tujuh siswa pilot dari Batch 6 dan 17 siswa pilot dari Batch 7 digabung dalam upacara wisuda bersama.

“Siswa Batch 6 sudah lulus lebih dulu. Karena jumlahnya sedikit, kita gabung saja wisudanya dengan siswa Batch 7,” ujar Capt Rafdi Samin, Kepala Sekolah Proflight Pilot School di Jakarta, Jumat 29 September 2-17.

Di tengah banyaknya pilot ab initio yang belum bekerja di maskapai penerbangan, pilot-pilot baru tersebut tetap optimis. Beberapa lulusan Proflight itu mengatakan akan segera melayangkan lamaran kerja ke maskapai. ” Kami tahu sekarang persyaratannya ketat banget. Bahasa Inggris saja minimal Toeic-nya 700,” ujar salah seorang pilot perempuan yang baru diwisuda Proflight itu. Dua lulusan pilot itu perempuan, masing-masing satu orang dari dua batch tersebut.

Tentang sekolah pilot, Rafdi mengatakan, saat ini aturannya diperketat. “Walaupun begitu, kami tetap optimis untuk terus menjalankan sekolah ini dengan baik,” ucapnya. Namun ia mengharapkan aturan-aturan dan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan regulator melihat kondisi di lapangan dan ditujukan untuk kemajuan industri penerbangan nasional.

“Mengenai fasilitas untuk latihan terbang malam, misalnya. Sebelumnya kami boleh melaksanakannya di Semarang, tapi sekarang tidak boleh. Ini membuat kami bingung dan dampaknya pada biaya juga,” ungkap Rafdi.

Proflight memang tetap bertahan untuk menyelanggarakan sekolah pilot yang berkualitas. Bahkan saat ini terus menjajaki untuk membukanya di Biak, Papua Barat. “Kami sudah menjadikan Biak sebagai satelit base. Mudah-mudahan Pemerintah memberi kemudahan-kemudahan untuk itu,” ucap Rafdi. Sampai saat ini, pada setiap batch atau angkatan, Proflight memang selalu meluluskan pilot asal Papua dan Papua Barat.

Be the first to comment

Leave a Reply