Pesawat C919 Kembali Jalani Uji Coba



The first twin-engine 158-seater C919 passenger plane made by The Commercial Aircraft Corp. of China (COMAC) is pulled out of the company's hangar during a ceremony near the Pudong International Airport in Shanghai, China, Monday, Nov. 2, 2015. The first plane produced by a Chinese government initiative to compete in the market for large passenger jetliners has been unveiled in Shanghai. (AP Photo)

Sebelum menjalani penerbangan perdana, pesawat penumpang buatan China bermesin jet C919, menjalani serangkaian uji coba dari pakar Selasa (18/4) waktu setempat. Uji coba kedua pesawat tersebut dengan melaju berkecepatan tinggi di landasan pacu yang dilakukan hanya dua hari setelah uji coba pertama.

Pesawat-pesawat berbadan lebar lainnya, seperti Boeing B787 dan Airbus A350 mewajibkan uji coba melaju berkecepatan tinggi di landasan pacu setidaknya 10 kali. Usai uji coba kedua ini, tanggal penerbangan perdana akan segera ditentukan pihak Commercial Aircraft Corp of China Ltd (Comac), perusahaan milik pemerintah yang membangun C919 di Shanghai.

Sebanyak 25 pakar dari Akademi Ilmu Pengetahuan, China, Akademi Teknik China, Lembaga Penerbangan Sipil China, dan Comac membahas persiapan penerbangan perdana C919 tersebut. Seluruh anggota dewan pakar menyepakati bahwa C919 akan melalui serangkaian uji coba dan melaksanakan penerbangan perdana setelah menyelesaikan uji coba di landasan pacu. Hal itu menunjukkan bahwa penerbangan perdana tinggal selangkah lagi.

Pemimpin Redaksi majalah Aerospace Knowledge, Wang Yanan, mengatakan bahwa uji coba di landasan pacu biasanya berkecapatan 230-260 kilometer per jam. Pada saat itu roda depan sedikit terangkat sebagai bagian dari simulasi terbang.

“Harus teliti menguji interval waktu di setiap kecepatan tinggi. Butuh waktu dua hingga tiga hari atau sepekan agar semuanya dalam kondisi baik dan tidak terjadi kegagalan teknis,” kata Wang kepada media resmi milik pemerintah China.

C919 yang merupakan pesawat lorong tunggal berkapasitas 168 tempat duduk dan bermesin ganda itu adalah pesawat komersial untuk penerbangan jarak menengah. Pesawat itu diharapkan mampu bersaing dengan Airbus A320 terbaru dan Boeing B373 generasi terbaru yang saat ini masih menguasai pasar.

Foto: AP Photo

Be the first to comment

Leave a Reply