Pengurangan Frekuensi Penerbangan Singapore Airlines ke Jakarta Murni karena Perbaikan Runway



Pengurangan frekuensi penerbangan Singapura Airlines (SQ) dan soal izin penambahan penerbangannya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta lebih disebabkan adanya perbaikan dan pengembangan landasan pacu (runway) nomor dua. “Janga dikaitkan dengan masalah lain, ini murni soal perbaikan landasan pacu,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Alasan pengurangan frekuensi itu, jelasnya telah disampaikan  kepada pihak Singapura melalui Menteri Luar Negeri. Artinya ini bukan karena alasan ketidaksukaan terhadap airlines negeri Singa itu, terlebih sampai dikaitkan dengan pemilihan anggota Dewan ICAO di mana Indonesia harus tersingkir.

Pengurangan itu dilakukan semata-mata untuk pengamanan dan keselamatan penerbangan. Karena bukan hanya airlines asing yang terpangkas tapi juga airlines lokal. Kebijakan ini diambil karena pemerintah (Kemenhub) lebih mematuhi aturan tentang keselamatan penerbangan. Di mana keselamatan adalah mutlak, tidak bisa ditawar-tawar dan tidak ada toleransi.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Suprasetyo menambahkan, selain Singapura, yang dikurangi juga sejumlah airlines asing seperti Oman. ” Ini murni karena faktor teknis di landasan dan tidak bisa dialihkan,” jelasnya.

Waktu pengerjaan konstruksi landasan dimulai pukul 22:00 WIB hingga pukul 00:00, di mana pada  jedah waktu yang ada itu harusnya masuk penerbangan internasional dan nasional. Singapura, kata Suprasetyo terkena pengurangan sebanyak lima flight, Oman satu dan sejumlah penerbangan lokal juga ikut dipangkas.

Dijelaskan, sejak pukul 22:00 sampai pukul 03:00 WIB hanya sedikit penerbangan. “Tapi mulai pukul 22:00 dimana pekerja sudah mulai melakukan aktivitas, pastilah tidak boleh ada penerbangan,” jelasnya

Soal belum dikeluarkannya izin rute baru SQ, Changi-Jakarta-Sydney juga bagian dari kebijakan, di mana selain adanya perbaikan sampai pertengahan 2017, juga sangat padatnya penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.

Foto: Joe Roland S Bokau / Indo-Aviation.com