Pengenalan Avia Magna Dilakukan pada Saat yang Tepat



Pengenalan Avia Magna sebagai solusi untuk mendukung peningkatan pemeliharaan pesawat ini dilakukan di saat yang tepat di mana Indonesia diproyeksikan menjadi pasar bagi bisnis perjalanan (market for travel) terbesar keenam di dunia pada 2034 dengan potensi 270 juta penumpang meningkat tiga kali lipat dari hanya 95 juta penumpang pada 2015.

“Tidak lama lagi, bandara internasional Soekarno-Hatta juga akan menjadi bandara paling sibuk di Asia Tenggara menyaingi  bandara  di  Singapura  dan  Bangkok.  Apalagi,  lebih  dari  800  pesawat  baru  telah dipesan berbagai perusahaan penerbangan mulai tahun ini,” kata Seno Hardijanto Purnomo, Presiden Direktur PT Talian Infodinamika.

Di sisi lain, IATA (International Air Transport Association) sebagai organisasi perdagangan bagi penerbangan dunia pada 2015 telah menghimbau stakeholder IATA di Indonesia untuk segera bekerjasama membangun masterplan penerbangan berdasar standar internasional untuk memastikan Indonesia memiliki industri penerbangan dengan pelayanan terbaik.

Ada tiga komponen  yang diharapkan  organisasi  yang berpusat di Montreal-Kanada itu dapat  masuk menjadi  bahasan  dalam  masterplan,  yaitu  peningkatan  keselamatan  sebagai  prioritas utama dan menuntut perhatian paling besar,  memastikan terpenuhinya kapasitas penerbangan untuk mendukung pertumbuhan yang ada, dan pemberlakuan regulasi yang berstandar international.

Avia Magna yang diimplementasikan dalam proses pemeliharaan pesawat mendukung setidaknya dua komponen utama di atas, yakni: peningkatan keselamatan dan memastikan terpenuhinya regulasi berstandar internasional. Hal ini karena Avia Magna dibangun berplatform IBM Maximo yang kemampuannya telah terbukti di industri yang kritikal terhadap aspek keselamatan  (safety critical  industry) serta memang dibangun spesifik untuk industri penerbangan yang mendukung keseluruhan siklus pesawat (asset lifecycle management) sejak proses diterimanya pesawat hingga dekomisioning.

Apalagi sistem ini sudah mendapatkan masukan dari mitra-mitra terpercaya di bidangnya selama puluhan tahun dan juga telah diimplementasikan pada perusahaan penerbangan kelas dunia seperti Airbus sebagai development partner.

“Kami harapkan dengan dukungan Avia Magna ini di Indopelita pada khususnya, maka langkah- langkah pengelolaan pesawat menjadi lebih jelas dan terencana, di samping jejak historisnya tercatat sehingga memudahkan proses pemulihan ketika harus dikembalikan pada saat kontrak sewanya selesai. Hal ini tentu  akan  memangkas  biaya-biaya  yang tidak  perlu sebagaimana  sebelumnya banyak terjadi,” kata Indar Atmoko, Presiden Direktur Indopelita yang turut hadir dalam acara ini.

Foto: Talian