Pengalihan Layanan Navigasi Penerbangan Sesuai Amanat UU Penerbangan



Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia pada Rabu (24/5) secara resmi mengambil alih pelayanan navigasi penerbangan di 27 bandara di Indonesia.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto mengatakan, tujuan dari pengalihan pelayanan navigasi di 27 bandara di seluruh Indonesia ini karena menurut UU Penerbangan itu, AirNav Indonesia merupakan penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan satu-satunya di Indonesia. Meskipun bandara tersebut dikelola oleh pemerintah daerah, swasta atau siapapun.

“Navigasinya tetap diselenggarakan oleh AirNav Indonesia sesuai dengan UU Penerbangan,” kata Novie usai acara Penandatanganan Pengalihan Navigasi Penerbangan 27 Bandara kepada AirNav Indonesia di Kantor Pusat AirNav, Tangerang, Rabu (24/5).

Menurut Novie, navigasi penerbangan itu bersifat seamless. Dirinya mencontohkan, bagaimana pelayanan navigasi penerbangan di Australia, sehingga jangan sampai ada pesawat yang terbang dari Australia menuju Jepang, melewati ruang udara Indonesia tetapi pelayanan navigasi penerbangannya berbeda.

“Harus sama, harus seamless,” tegas Novie.

Novie menjelaskan, pengalihan pelayanan navigasi penerbangan di 27 bandara di Indonesia memang sesuai dengan amanat undang-undang, di mana pihaknya diwajibkan untuk mempercepat pengalihan.

“Targetnya kan sesuai dengan UU tahun 2024, tapi kita akan lakukan percepatan. InsyaAllah setahun atau dua tahun ke depan sudah bisa kita lakukan,” jelas Novie.

Sedangkan untuk peralatan navigasi penerbangan, menurut Novie sudah disamaratakan, di mana AirNav Indonesia sudah menggunakan satelit dan data digital. Sehingga, pelayanan dan standar safety harus sama.

“Mau di bandara perintis, mau di bandara manapun, standarnya sama. Jadi pesawat harus landing, harus takeoff, meninggalkan bandara itu dalam kondisi selamat,” ucap Novie.

Namun, Novie tidak menyebut biaya investasi pengadaan peralatan navigasi penerbangan di 27 bandara ini. “Tapi secara total untuk tahun ini, investasi kita sekitar Rp 2,3 triliun, seluruh Indonesia,” tutup Novie.

Foto: Fikri Izzudin Noor / IndoAviation.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply