Penerbangan Haji ke Jeddah dan Madinah Layak Diberi Pelayanan Terbaik



Menhub tinjau penerbangan haji Indonesia. Foto: Reni Rohmawati

Lebih dari seminggu penerbangan haji berjalan dengan baik. Sampai dengan 2 Agustus 2017, sudah diterbangkan ke Jeddah dan Madinah 37.699 jemaah haji dari 93 kloter. Tingkat ketepatan waktu penerbangan (OTP, on time performance) keseluruhan rata-rata 97,85 persen. Sementara itu, OTP Garuda mencapai 98,39 persen –hanya satu penerbangan terlambat 45 menit di embarkasi Jakarta.

Hal tersebut dilaporkan operator pelaksana penerbangan haji, yaitu Garuda Indonesia, Saudia Arabian Airlines (Saudia), AirNav Indonesia, dan Angkasa Pura II, kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Sebagai tindak lanjut laporan ini, Menhub pun meninjau pelaksanaan penerbangan haji di embarkasi Jakarta (Bandara Internasional Soekarno-Hatta).

“Saya ingin memastikan bahwasanya angkutan haji ini berjalan dengan baik. Saya minta kepada semua operator untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” ujar Budi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (3/8/2107).

Dalam peninjauan menjelang diterbangkannya jemaah haji oleh Saudia itu, Menhub sempat berdialog dengan beberapa jemaah haji asal Garut, Jawa Barat. Di antara jemaah haji itu, beberapa ada yang baru pertama kali naik pesawat terbang.

Karena itulah, Menhub berpesan kepada para awak kabin agar memberikan pelayanan yang baik.
“Di samping pelayanan yang baik, pramugari juga harus memberikan pengertian yang baik agar mereka yang baru pertama kali naik (pesawat) tahu apa yang tidak boleh dilakukan,” ujar Budi. Pengertian yang diberikan itu memang terkait dengan keselamatan penerbangan.

Tahun ini penerbangan haji embarkasi Jakarta kembali dilaksanakan di Bandara Soekarno-Hatta. Sampai tahun 2012, embarkasi haji memang di Soekarno-Hatta sebelum kemudian pada tahun 2013 dipindahkan ke Bandara Halim Perdanakusuma. Namun tahun ini, hanya sehari embarkasi Jakarta dilaksanakan di Halim. Akibat terkelupasnya landasan pacu di Halim, penerbangan haji hari kedua dan seterusnya sampai fase kedatangan, dipindahkan ke Soekarno-Hatta.

Seluruh Penerbangan Haji dari Halim Perdanakusuma Dialihkan ke Soekarno-Hatta

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memutuskan untuk mengalihkan penerbangan kelompok terbang (kloter) calon jemaah haji dari embarkasi Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta ke Bandara Soekarno-Hatta, Banten.

Walaupun Soekarno-Hatta tidak dipersiapkan khusus untuk penerbangan haji tahun ini, tapi operasionalnya tak banyak kendala. “Ini sudah bandara internasional dan fasilitasnya sudah memenuhi syarat,” ujar Djoko Murjatmodjo, Direktur Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura II.

Tentang slot penerbangan pun, kata Djoko, tak ada masalah karena bisa diatur. “Sehari kan hanya dua penerbangan. Nggak masalah,” ucap Djoko.

Terkait hal tersebut, Menhub mengecek pergerakan antara Halim dan Soekarno-Hatta. kedua bandara tersebut. “Ternyata selisih pergerakannya tidak lebih dari dua jam. Saya pikir ini satu waktu yang bisa ditoleransi,” ungkapnya.

Tahun ini, jumlah jemaah haji seluruh Indonesia ada 206.535 orang. Kapasitas kursi di pesawat terbang tersedia 209.192 kursi, yang terbagi dalam 511 kelompok terbang (kloter). Ada 12 embarkasi yang melayani penerbangan haji, yakni Banda Aceh (12 kloter), Medan (22 kloter), Padanh (17 kloter), Palembang (19 kloter), Batam (27 kloter), Jakarta (159 kloter), Solo (95 kloter), Surabaya (83 kloter), Banjarmasin (18 kloter), Balikpapan (13 kloter), Makassar (35 kloter), dan Lombok (11 kloter).

Be the first to comment

Leave a Reply