Penerbangan haji: 32 Pesawat Garuda dan Saudi Arabian Dipersiapkan



Bersihkan badan pesawat Garuda Indonesia.

Kementerian Agama telah menetapkan dua maskapai penerbangan untuk melayani penerbangan para jemaah tersebut yaitu Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines. Garuda Indonesia akan menerbangkan 107.959  jemaah dan petugas dari 285 kloter. Sedangkan Saudi Arabian Airlines akan menerbangkan 98.576 jemaah dan petugas dari 230 kloter. Total penumpang yang akan diterbangkan adalah 206.535 jemaah dan petugas dari 515 kloter.

Garuda Indonesia akan menggunakan 14 pesawat dengan perincian: 5 unit B 777-300 dengan 393 kursi (milik Garuda), 3 unit B747-400 455 dengan  kursi ( 1 milik 2 sewa), 5 unit A330-300  dengan 360 kursi ( milik Garuda) dan 1 unit A330-200 dengan  325 kursi ( sewa). Sedangkan Saudi Arabian Airlines akan menggunakan 18 pesawat dengan perincian: 11 unit B 777-300 dengan 410 kursi (milik Saudi) dan 7 unit B747-400 dengan 450 kursi (sewa). Demi keselamatan dan kenyamanan penerbangan, keseluruhan pesawat telah diperiksa oleh Ditjen Perhubungan Udara.

Sementara itu dari sisi bandara embarkasi haji, 12 bandara embarkasi haji dan 5 bandara embarkasi antara haji telah ditetapkan.  Duabelas bandara embarkasi itu adalah:

  1. Bandara Sultan Iskandar Muda – Banda Aceh,
  2. Bandara Kualanamu – Deli Serdang,
  3. Bandara Minangkabau – Padang,
  4. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II- Palembang,
  5. Bandara Hang Nadim – Batam,
  6. Bandara Halim Perdanakusuma – Jakarta,
  7. Bandara Adi Sumarmo – Solo,
  8. Bandara Juanda –Surabaya,
  9. Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman – Balikpapan,
  10. Bandara Syamsuddin Noor – Banjarmasin,
  11. Bandara Sultan Hasanuddin – Makassar
  12. Bandara Lombok Praya – Lombok.

Dari keduabelas bandara embarkasi itu, Ditjen Perhubungan Udara selaku otoritas penerbangan di Indonesia menetapkan adanya restriksi pembatasan berat maksimal tinggal landas pesawat di tiga bandara embarkasi, yakni Bandara Lombok Praya, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Miangkabau. Restriksi ditetapkan karena ketiga bandara tersebut tidak memenuhi syarat untuk diterbangi pesawat widebody bermuatan penuh yang akan dipergunakan untuk menerbangkan jemaah haji.

“Kami telah melaksanakan segala perhitungan teknis demi melayani saudara-saudara kita yang akan menunaikan ibadah haji,” kata Agus Santoso, Dirjen Perhubungan Udara. “Pembatasan berat maksimal tinggal landas ini tidak akan mengurangi jumlah jemaah. Yang di-reduce adalah barang dan fuel. Itu yang bisa dilakukan agar seluruh penerbangan haji dari ketiga bandara itu bisa terlaksana.”

Ditjen Perhubungan Udara menetapkan, di Bandara Minangkabau Padang, berat maksimum tinggal landas pesawat dibatasi hingga 283.930 kg. Di Bandara Lombok Praya Lombok, 349.300 kg. Dan di Bandara Halim Perdanakusuma, 270.000 kg.

Sementara itu, selain bandara embarkasi, juga telah ditetapkan lima bandara antara embarkasi haji terdiri dari Bandara Djalaluddin – Gorontalo, Bandara Radin Inten II – Lampung, Bandara Tjilik Riwut – Palangkaraya, Bandara Fatmawati Soekarno – Bengkulu dan Bandara Sultan Thaha – Jambi. Bandara antara embarkasi berfungsi sebagai bandara transit yang calon jemaah haji dari daerah sebelum diterbangkan menggunakan penerbangan khusus ke bandara embarkasi utama.

Be the first to comment

Leave a Reply