Pemerintah Ingin 100 Persen Saham Merpati Diambil Alih Swasta



Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan bahwa pemerintah ingin melepas 100 persen kepemilikan saham Merpati Nusantara Airlines kepada swasta. Pasalnya, untuk maskapai penerbangna nasional kini pemerintah sudah memiliki Garuda Indonesia. Selain itu juga sudah ada Citilink Indonesia yang merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia dan Pelita Air Service sebagai anak perusahaan Pertamina.

“Kami inginnya justru melepasnya kepada investor, karena kami melihat di BuMN sudah ada Garuda Indonesia dengan Citilink-nya, dan Pelita Air di Pertamina. Kami melihat lebih baik Merpati diambil swasta,” katanya.

Menurut Rini, Kementerian BUMN sekarang sedang fokus dalam melakukan pembayaran gaji dan tunjangan karyawan Merpati Nusantara Airlines yang sudah lama belum dibayarkan. Dia menargetkan pembayaran tunjangan gaji dan karyawan Merpati Nusantara Airlines akan selesai pada akhir tahun ini.

Terkait dengan masa depan Merpati Nusantara Airlines, Rini menuturkan bahwa jika tidak ada investor yang mau mengambil alih perusahaan penerbangan pesakitan tersebut, maka pemerintah akan melikuidasi total Merpati Nusantara Airlines. “Karena kami sudah ke KPPU , prosesnya adalah kalau ada investor yang berminat, maka seluruh utang Merpati menjadi tanggung jawab investor,” ujar Rini.

Saat ini Kementerian BUMN masih berupaya mencari investor yang mau menghidupkan kembali dan bersedia menanggung kewajiban Merpati Nusantara Airlines. Investor baru itu diharapkan sudah masuk pada awal tahun 2016, sehingga Merpati Nusantara Airlines bisa segera dihidupkan kembali.

Foto: Leonardo Kosasih/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply