Pemerataan Trafik di Bandara Soekarno-Hatta Selesai Maret 2016



Kementerian Perhubungan melalui Instruksi Menteri (IM) Perhubungan Nomor 19 Tahun 2015 berencana meratakan lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Saat ini Bandara Soekarno-Hatta melayani 72 pergerakan pesawat per jam pada jam-jam sibuk, namun akan diturunkan menjadi 60 pergerakan pesawat per jam. Pergerakan pesawat pada jam-jam sibuk akan dialihkan ke jam-jam yang lebih longgar.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan bahwa regulasi baru yang berlaku khusus untuk layanan penerbangan domestik ini diharapkan sudah selesai diimplementasikan pada Maret 2016. “Pelaksanaan pemerataan distribusi jadwal penerbangan harus disesuaikan selambat-lambatnya tiga bulan sejak instruksi ini dikeluarkan,” ujar Jonan.

Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan akan melakukan koordinasi dengan instansi-instansi terkait untuk menyukseskan program pemerataan lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. Jonan sendiri menginstruksikankepada Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU), Direktur Utama PT Angkasa Pura I dan II, serta Direktur Utama Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) pada bandara yang menjadi destinasi, asal, dan alternate aerodrome terhadap lalu lintas penerbangan yang dipindahkan, untuk menyesuaikan jam operasi masing-masing bandara dan unit pelayanan navigasi.

Sementara itu, Ketua IASM (Indonesia Airport Slot Management) diminta melakukan penyesuaian alokasi slot time pada Bandara Soetta serta pada bandar udara domestik yang menjadi destinasi dan origin lalu lintas penerbangan ke Bandara Soetta. Di bandara enclave civil, pemberlakuan pemerataan distribusi jadwal penerbangan disesuaikan dengan operasi pangkalan udara setempat. Sedangkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan diinstruksikan untuk mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan regulasi ini.

Foto: Yulianus Liteni/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply