Pelayaran Lingkar Nusantara 7 Bagi Siswa dan Guru SMA



Bela Negara bagi Siswa dan Guru SMA Peserta Pelayaran Lingkar Nusantara 7. Foto: Reni Rohmawati.

Jelang pemberangkatan peserta Pelayaran Lingkar Nusantara -7 dan Bakti Bela Negara Sail Sabang 2017 pada 19 November nanti, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberikan pembekalan bela negara. “Kita berhak dan wajib bela negara. Kenapa? Karena sebagai manusia yang bertakwa, kita harus bersyukur hidup di negara yang luar biasa. Kita syukuri apa pun keadaannya diberi tanah di negara Indonesia ini,” katanya di Jakarta, Selasa 14 November 2017.

Menhan mencontohkan, betapa sulitnya para pengungsi Libanon dan Suriah yang negaranya “bergolak” mencari tempat yang aman dan nyaman. “Bertahun-tahun mereka hidup susah payah mencari tempat yang aman dan nyaman itu. Kita tidak perlu begitu,” ucapnya. Maka kita sebagai bangsa Indonesia wajib berterima kasih pada negara ini, yang ujudnya adalah dengan bela negara.

Bela negara, kata Menhan, bukan perang. Ujud bela negara adalah, antara lain, taat hukum dan berbuat baik, yang muaranya adalah cinta pada bangsa dan negara Indonesia. “Kita harus belajar mencintai dengan cara selalu mensyukuri nikmat Tuhan; Allah subhanahuwataala. Ini ujud dari bela negara,” tegas Ryamizard.

Sebelumnya Sekretaris Ditjen Potensi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Sunaryo menyebutkan, ada 250 peserta Pelayaran Lingkar Nusantara -7 dan Bakti Bela Negara Sail Sabang 2017. Pesertanya adalah siswa-siswa dan guru SMA se-DKI Jakarta. Sementara pada acara pembekalan itu, selain peserta, hadir juga para orang tua siswa-siswi SMA tersebut.

Pembekalan bela negara dilaksanakan, kata Sunaryo, untuk membentuk kader bela negara yang mampu mengujudkan kecintaan pada bangsa dan negara Indonesia. “Ingin membentuk sumber daya manusia pertahanan yang siap menjadi pemimpin negara,” ujarnya.

Kegiatan pelayaran dengan KRI 593 Banda Aceh itu akan berlangsung dari 19 November 2017 sampai dengan 17 Desember 2017. Kapal bertolak dari Jakarta dengan persinggahan di Batam dan Belawan, sebelum tiba di Sabang. Selanjutnya setelah acara puncak Sail Sabang, kapal berangkat menuju Padang dan Bengkulu, sebelum berakhir di Jakarta kembali.

Menurut Sunaryo, di setiap persinggahan para peserta akan disambut pemerintah daerah setempat dan mendapat pembekalan. Mereka juga akan melakukan bakti sosial serta berbagai kegiatan lain, seperti olahraga dan wisata budaya. “Aktivitas tersebut dilakukan agar peserta mengetahui secara langsung wilayah negara kita serta memberikan keyakinan akan bela negara,” tuturnya.

Be the first to comment

Leave a Reply