Peduli Keselamatan Penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara Ajak Akademisi Kampus



Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengadakan acara Aviation Goes To Campus di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, pada Senin (22/5).

Acara dibuka oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso dan dihadiri oleh Rektor UNS Ravik Karsidi, Direktur Kelaikan Udara Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Perhubungan Udara (KUPPU) Muzzafar Ismail, Direktur Utama Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (AirNav) Indonesia Novie Riyanto, Direktur Utama Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Iwan Joeniarto dan beberapa undangan lain.

“Bentuk kerjasama dengan akademisi ini untuk berfikir bersama dalam hal penyadaran dan peningkatan keselamatan penerbangan di Indonesia. Kita tahu dunia kampus adalah dunia akademisi, mereka mempunyai potensi sebagai agent of change untuk memberi kesadaran kepada masyarakat luas agar bertansportasi udara dengan selamat, aman dan nyaman,” ujar Agus.

Menurut Agus, penerbangan adalah suatu moda transportasi yang dibuat berdasar kaidah-kaidah yang kritis. Karena terbang sebetulnya bukan fitrah manusia yang merupakan makhluk yang berjalan di darat. Untuk itu semua operasional dan termasuk penumpang yang akan naik pesawat terbang harus dalam kondisi selamat dan tidak membawa barang-barang yang membahayakan.

“Namun memberi penyadaran kepada masyarakat dengan cara yang smart memang tidak mudah. Untuk itu kita merangkul pihak akademisi yang ada di kampus untuk ikut menyebarluaskan virus keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan lewat media sosial dan lain-lain,” lanjutnya.

Sementara itu Rektor UNS Ravik Karsidi menyambut baik dipilihnya UNS sebagai kampus yang pertama untuk acara Aviation Goes To Campus ini.

“Kami senang karena terpilih untuk yang pertama. Selain itu, kesadaran akan keselamatan penerbangan itu sangat penting. Pengetahuan tentang aviation (penerbangan), tidak hanya mesin dan pesawat tapi juga mindset bagaimana untuk terbang. Semoga kampus kami bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya kerjasama ini,” ujar Ravik.

Ravik juga menyadari bahwa penerbangan di Solo akan dikembangkan berdasarkan visi Presiden Joko Widodo dan arahan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk menjadi salah satu hub di Indonesia. Untuk itu perlu cara pandang (mindset) yang berubah di masyarakat Solo terhadap penerbangan. Pihak universitas harus menyambutnya. Misalnya dengan mengadakan pendidikan vokasi yang lebih banyak dengan praktek di lapangan untuk mensuplai sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam bidang penerbangan.

Acara Aviation Goes To Campus di UNS Solo ini dilaksanakan atas kerjasama antara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Fakultas Tehnik dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Acara diisi dengan beberapa kegiatan, yaitu talkshow yang mengambil tema “Penerbangan Yang Selamat, Aman dan Nyaman” serta ekshibisi oleh operator-operator penerbangan di Indonesia. Acara talkshow dihadiri oleh lebih dari 300 peserta dari mahasiswa UNS.

Foto: Ditjen Perhubungan Udara

Be the first to comment

Leave a Reply