Paruh Pertama 2015, Citilink Berhasil Dapatkan Untung US$ 1,45 Juta



Performa keuangan yang positif tidak hanya didapatkan oleh maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia. Anak perusahaan Garuda Indonesia yang menggarap segmen penerbangan berbiaya rendah, Citilink Indonesia, juga berhasil mencatatkan kinerja yang baik. Hal itu terlihat dari laporan keuangan semester pertama 2015, di mana Citilink berhasil membukukan laba bersih sebesar US$ 1,45 juta dibandingkan dengan kerugian sebesar US$ 15,95 juta di periode yang sama tahun lalu.

Selain mendapatkan keuntungan, pendapatan Citilink juga mengalami peningkatan 28,1 persen, dari US$ 173,36 juta di semester pertama 2014 menjadi US$ 222,02 juta di semester pertama 2015. Terhitung sejak Januari hingga Juni 2015, Citilink Indonesia berhasil menerbangkan sebanyak 4.345.642 penumpang atau meningkat 32 persen dari 3.282.844 penumpang pada periode yang sama tahun lalu. “Keuntungan kami yang paling besar tetap dari penjualan tiket. Selain itu juga dari hasil program efisiensi yang dijalankan induk usaha,” kata Direktur Utama Citilink Indonesia Albert Burhan.

Menurut Albert, pemberlakukan tarif batas bawah penerbangan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan sebenarnya cukup berpengaruh bagi maskapai penerbangan berbiaya rendah seperti Citilink, karena perusahaan tidak bisa lagi menawarkan promo tiket dengan harga yang sangat murah. Bahkan sekarang ini harga tiket yang dipatok oleh maskapai penerbangan berbiaya rendah tidak terpaut jauh dibandingkan dengan tiket maskapai penerbangan full service. Meskipun demikian, Albert meyakini Citilink memiliki pasar sendiri. “Walaupun terkadang Garuda melakukan promo, dan harganya jadi tidak berbeda jauh. Tapi kami tetap punya pasar tersendiri. Kalau berbicara soal kompetitor, ketika tarif sekarang sudah hampir sama antara pemain LCC, maka penumpang akan memilih maskapai dengan service yang baik,” ujarnya.

Foto: Yulianus Liteni/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply