Categories
International

DJI Kenalkan Teknologi GEO Terbaru untuk Keamanan Bandara

Perusahaan pesawat tanpa awak (drone) dan pencitraan udara, DJI, dalam waktu dekat akan memperkenalkan teknologi geofencing (pemetaan) terbaru. Kabarnya, teknologi tersebut mampu meningkatkan pembatasan ruang udara untuk drone di dekat bandara di Amerika Serikat (AS).

Geospatial Environment Online (GEO) versi 2.0 yang dimutakhirkan ini rencananya akan diperkenalkan perusahaan ke muka publik mulai November 2018, saat revisi zona wilayah udara diberlakukan di sekitar bandara AS.

Munukil laman airport-technology.com, pihak DJI menyatakan bahwa teknologi geofencing terbaru akan memberikan perlindungan yang lebih pintar bagi pesawat di daerah-daerah kritis. Teknologi ini ke depannya juga akan ditawarkan ke negara lain.

“DJI dengan bangga, sekali lagi memimpin industri dalam mengembangkan solusi proaktif untuk masalah keselamatan dan keamanan (penerbangan). Ini adalah langkah besar (ke depan) untuk mengintegrasikan drone ke wilayah udara dengan aman berdasarkan evaluasi risiko, terkait pesawat yang mendekati dan meninggalkan berbagai jenis bandara,” tutur VP Bidang Kebijakan dan Hukum DJI, Brendan Schulman, Kamis (25/10/2018).

Ia menambahkan, sistem baru ini memungkinkan GEO untuk membuat zona keselamatan ‘dasi kupu-kupu’ tiga dimensi dengan terperinci di sekitar jalur penerbangan landasan pacu. GEO juga dapat menggunakan bentuk polygon kompleks di sekitar fasilitas sensitif lainnya.

Geofencing terbaru DJI juga mencakup kaidah-kaidah dari Bab 384 dari Undang-undang Peninjauan Ulang FAA (otoritas penerbangan sipil AS) yang baru saja ditetapkan. Undang-undang tersebut mengamanatkan bahwa koridor pendekatan akhir (final approach) hingga landasan pacu aktif di bandara-bandara utama harus menjadi ‘zona pengecualian landasan pacu’ untuk drone yang tak terdaftar.

Namun, klien atau pengguna DJI diwajibkan untuk memutakhirkan aplikasi DJI GO 4 dan firmware drone. Dengan begitu, mereka baru bisa memperoleh akses GEO terbaru.

DJI memilih PrecisionHawk sebagai penyedia datanya, yang akan menawarkan data akurat seperti lokasi pasti landasan pacu bandara dan batasan fasilitas-fasilitas untuk memperoleh informasi geospasial yang tersedia di GEO 2.0 terbaru.

Categories
Domestic

Populer di Instagram, AP II Sulap 15 Bandara Jadi Destinasi Wisata Digital

Sebagai upaya untuk mendorong pariwisata di tanah air, PT Angkasa Pura II (Persero)/ AP II berkomitmen untuk mengembangkan seluruh bandara yang dikelola untuk menjadi destinasi digital. Di jagat dunia maya, saat ini AP II tercatat sebagai 15 bandara terpopuler di instagram.

Hal ini sejalan dengan salah satu program yang digaungkan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dalam membentuk Tourism Ecosystem. Program yang mencakup tiga hal, yakni accessibility, attraction, dan amenities. Berkaitan dengan accessibility, bandara sekaligus dapat menjadi ‘the new attraction in special space’.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya mengatakan bahwa destinasi digital merupakan destinasi yang heboh di dunia maya dan viral di media sosial. Destinasi digital menjadi tuntutan di era booming teknologi.

“Generasi millenial atau lebih populer ‘kids zaman now’ sering menyebut diferensiasi produk destinasi baru ini dengan istilah instagrammable. Harapannya, tahun 2018 ini ada 100 destinasi digital di 34 provinsi di tanah air,” ujar Arief saat peluncuran kerja sama Kementerian Pariwisata dengan Grab di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jum’at (26/10/2018).

Selain beragam objek wisata yang dikunjungi selama liburan, mengabadikan momen di bandara melalui media foto juga sering diunggah wisatawan ke media sosial. Globalhunter, perusahaan penyedia jasa pemesanan tiket pun menganalisa sejumlah bandara terpopuler di Instagram. Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan berada diperingkat teratas.

Sementara itu, Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang dikelaola AP II ada diurutan 13 sebagai bandara yang paling sering muncul di Instagram. Jumlah foto bandara yang diunggah ke Instagram mencapai 122.213 gambar.

Pada kesempatan yang sama Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin mengaku optimis untuk menyulap bandara yang dikelola Angkasa Pura II menjadi destinasi wisata digital.

“Awal November tahun ini menjadi momen yang tepat untuk menyulap 15 bandara yang ada di Angkasa Pura II menjadi bandara yang semakin instagrammable. Sehingga para pengguna jasa, khususnya kids zaman now bisa mendapat customer experience yang berbeda,” kata Awaluddin.

Ia menargetkan, ke depannya bandara-bandara AP II semakin popular dengan unggahan foto momen-momen di sosial media (twitter, instagram, facebook) mencapai 1 juta gambar oleh para pengguna jasanya.

Categories
Domestic

Membentuk Insan Dirgantara Lewat Aero Leadership Camp 2018

Organisasi perkumpulan mahasiswa penerbangan se-Indonesia (PN Indo) tahun ini kembali menggelar Aero Leader Camp. Melalui acara ini, diharapkan dapat membentuk insan-insan baru di bidang kedirgantaraan.

Aero Leadership Camp 2018 diselenggarakan selama dua hari, 26-28 Oktober, dengan mengusung tema ‘Membentuk Insan Dirgantara yang Siap Mewujudkan Mimpi Bangsa’. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug menjadi medan perhelatannya.

Acara ini diikuti oleh lebih dari 180 mahasiswa penerbangan yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Serangkaian kegiatan acara tersebut antara lain seminar, FGD, outbound, pembangunan karakter, kunjungan industri dan malam Sumpah Pemuda sebagai acara puncaknya.

Beberapa praktisi dan pakar kedirgantaraan nasional juga turut mendukung palaksanaan Aero Leadership Camp 2018, di antaranya adalah Marsekal (Pur) Chappy Hakim (Dewan Kehormatan PN Indo), Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma TNI Novyan Samyoga serta beberapa perwakilan dari industri penerbangan.

Sederet nama praktisi kedirgantaraan lainnya yang berkesempatan berbagi wawasan kepada para peserta acara adalah Bram Djermani dan Anata Wijaya (Indonesia Aeronautical Engineering Center).

PN Indo saat ini memiliki tiga kepengurusan regional, yakni di Jakarta, Bandung dan Jogja. PN Indo juga tengah melebarkan sayapnya ke instansi perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Perkumpulan Mahasiswa penerbangan ini juga menargetkan untuk dapat bersinergi dengan perkumpulan mahasiswa penerbangan luar negeri agar dapat berdiri sama tegak di pentas panggung global.

Categories
Heedful

INACA Menyambut Lion Air Group

Assalamualaikum semua …

Rapat Umum Tahunan Anggota INACA (Indonesia National Air Carriers Association) kali ini lebih menarik. Pasalnya, Lion Air Group (Lion Air, Wings Air, Batik Air, juga Lion Bizjet) bergabung lagi di asosiasi perusahaan penerbangan-perusahaan penerbangan nasional ini. Pendiri Lion Air Group yang sekarang menjadi Duta Besar RI di Malaysia, Rusdi Kirana pun hadir pada pembukaannya di Jakarta, Kamis (25/10/2018) pagi.

“Lion Air Group kembali jadi anggota INACA,” kata I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, Ketua Umum INACA yang baru, yang juga Direktur Utama Garuda Indonesia.

Askhara kabarnya mengajak Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait, (Edo) sebagai kenalan baiknya, untuk bergabung dengan INACA lagi. Edo rupanya bersedia dan hadir pula pada rapat tahunan itu. Sebelumnya, kalau ditanya kenapa tidak menjadi anggota INACA, Edo mengatakan bahwa suara dan pandangan INACA seringkali berbeda dengan Lion Air Group.

Hampir lima tahun –sejak Novermber 2013– Lion Air Group tak menjadi anggota INACA. Sejak itu pula, kalau INACA mengajukan usul, saran, atau imbauan, Lion Air Group tak ikut campur. Apalagi soal tarif batas bawah, yang pandangannya tidak sepaham. Jadi, kata Askhara, dengan masuknya lagi Lion Air Group, usulan INACA bisa lebih bulat dan kuat. Soal tarif batas bawah pun INACA belum akan mengotak-atiknya lagi.

Askhara juga mengatakan, maskapai bergabung dalam INACA tidak untuk mencampuri urusan bisnis masng-masing, tapi bersinergi. “Tadi pak Rusdi mengatakan, di sini kita akan melakukan share services dan centralize procurement, seperti simulator, agar cost bisa turun,” ucapnya.

Ditambahkannya bahwa INACA dengan suara bulat ingin lebih intensif berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan lain, terutama dengan regulator, pengelola bandara, dan pemasok bahan bakar (Pertamina). Tentang pengenaan tarif-tarif di bandara misalnya, INACA ingin aktif memberikan masukan, tidak asal menerima. Begitu juga dengan Pertamina, agar negosiasi tidak dilakukan masing-masing, tapi secara bulat dari asosiasi.

Hal menarik lainnya adalah tentang Ketua Umum INACA. Kata Sekjen INACA Tengku Burhanuddin, ketua adalah seorang direktur utama perusahaan penerbangan, baik yang reguler, carter, maupun kargo. Periode jabatannya tiga tahun (atau empat tahun?) dan bisa dua periode, setelah itu harus diganti dulu.

Kalau melihat yang menjabat Ketua Umum INACA sejak tahun 2013, juga menarik. Pada rapat umum tahunan anggota INACA di Surabaya pada November 2013, terpilih M. Arif Wibowo, yang saat itu Dirut Citilink Indonesia, menggantikan Emirsyah Satar yang Dirut Garuda Indonesia.

Pada 12 Desember 2014, Arif menjadi Dirut Garuda, menggantikan Emirsyah. Ketua Umum INACA tetap Arif, bukan Dirut Citilink yang baru, saat itu Albert Burhan. Arif pun dikukuhkan sebagai Ketua Umum INACA periode 2015-2018. Namun 12 April 2017, Arif diganti Pahala Nugraha Mansury, yang kemudian juga menjadi Ketua Umum INACA. Pada 12 September 2018, Pahala digantikan Askhara, yang kemarin dikukuhkan pula sebagai Ketua Umum INACA. Pada masa tersebut, Lion Air Group memang bukan lagi anggota INACA

Menurut Ketua Penerbangan Carter INACA yang juga CEO Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja, Garuda menjadi pilihan anggota INACA karena perusahaannya besar dan BUMN. Dirutnya memiliki akses dan koneksi yang luas pula. “Kalau perusahaannya kecil dan dirutnya tidak dikenal pula, siapa kamu? Kan begitu,” katanya.

Namun, kata Tengku, dirut maskapai apapun bisa menjadi Ketua Umum INACA asal dipilih anggota dan terpilih. “Pasti anggota memilih yang sosoknya bisa mewakili suara INACA, bukan sekadar ketua-ketua-an,” ujarnya.

Categories
International

Airbus Helicopters Antarkan Dua H225M Terbaru untuk RTAF

Airbus Helicopters mengumumkan bahwa mereka telah mengantarkan dua helikopter multiperan H225M (sebelumnya EC725) Caracal terbaru ke pelanggan mereka di Asia Tenggara, Rabu (24/10/2018). Heli tersebut merupakan unit yang dipesan Angkatan Udara Kerajaan Thailand (Royal Thai Air Force/RTAF).

Kedua heli dari keluarga Super Puma ini merupakan unit ketujuh dan dan unit kedelapan yang diterima RTAF. Secara total, AU Negeri Gajah Putih ini memesan 12 unit H225M dari Airbus Helicopters. Enam unit pertama di bawah kontak yang ditandatangani pada 2012, dan enam lainnya melalui pemesanan tambahan yang dilayangkan tahun 2016 lalu.

Pengadaan tersebut merupakan bagian dari program modernisasi armada. Heli-heli tersebut bergabung dan memperkuat enam H225M yang telah ada untuk misi SAR tempur, penerbangan SAR dan angkut pasukan.

H225M merupakan helikopter turbin kembar berbobot 11 ton yang populasinya banyak tersebar di berbagai penjuru dunia. Dengan daya tahannya terbangnya yang luar biasa dan kecepatan jelajahnya yang mengagumkan, banyak negara terpikat untuk meminangnya. Di Indonesia, Skadron Udara 8/Angkut Berat Lanud Atang Sendjaja juga mengoperasikan salah satu varian keluarga heli ini, EC725 Cougar.

Dengan peralatan elektronik yang canggih dan sistem autopilot 4 sumbu, menjadikan heli gembul ini dapat dilengkapi dengan berbagai peralatan untuk mendukung berbagai peran yang diemban.

Menurut catatan Airbus Helicopters, saat ini ada sekitar 90 unit H225M yang telah menjalani ikatan dinas di enam negara, dengan akumulasi jam terbang lebih dari 100.000 jam.

Categories
Domestic

Diresmikan, Bandara APT Pranoto Segera Dikelola Angkasa Pura I

Diresmikan, Kamis 25 Oktober 2018, Bandara APT Pranoto Samarinda langsung dialihkelola. Hal itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dan PT Angkasa Pura I (Persero) tentang rencana kerja sama pengoperasian bandara ini. Bandara yang berada di kota tepian Sungai Mahakam ini segera dikelola PT Angkasa Pura I.

“Dengan kapasitas runway yang cukup 2.250 meter kami pikir bandara ini bisa berfungsi lebih maksimal oleh karenanya kita akan menugaskan PT Angkasa Pura I untuk selaku pengelola nanti diikuti dengan kerjasama pengelolaan,” kata Menhub Budi Karya Sumadi yang turut menyaksikan acara penandatanganan kesepakatan tersebut. Dengan dikelola oleh PT Angkasa Pura I, Menhub menyebut Bandara APT Pranoto dapat dikelola lebih profesional dan tanpa menggunakan APBN.

Selain memberikan kesempatan kepada  PT Angkasa Pura I untuk mengelola, Menhub mengatakan bahwa akan memberi peluang juga terhadap pemerintah daerah melalui BUMD untuk turut mengelola Bandara APT Pranoto. Lebih lanjut Menhub berharap, dengan pengoperasian Bandara APT Pranoto ini akan membuka aksesibilitas khususnya masyarakat Samarinda.

“Kita tahu bahwa transportasi udara mempunyai karakteristik yang cepat dan mudah dan bagi Samarinda kita tahu persis bahwa ini memberikan suatu aksesibilitas yang baik sekali. Karena penumpang dari Samarinda tidak harus ke Balikpapan dulu, tapi nanti bisa langsung ke Jakarta dan Surabaya,” ungkap Menhub.

Saat ini Bandara APT Pranoto masih dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) di bawah Kementerian Perhubungan dengan status lahan telah dihibahkan sepenuhnya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ke Kementerian Perhubungan. Dengan dioperasikan  PT Angkasa Pura I, Bandara APT Pranoto tentunya akan lebih dikembangkan.

“Mengenai pembangunan bandara yang sudah selesai ini, seperti dijelaskan Dirjen kurang lebih sekitar 1.8 triliun. Dimana APBD memang lebih banyak porsinya di sini. APBN kurang lebih sekitar 200 milyar. Tapi berikutnya, bandara ini membutuhkan pengembangan, misalnya memperpanjang runway, memperbesar terminal, dan sebagainya. Kita harapkan sumber dananya dari kerja sama pengelolaan tadi,” jelas Menhub.

Pada sisi udara, Bandara APT Pranoto memiliki dimensi ukuran runway 2.250 x 45 meter, apron 30 x 123 meter, dan taxiway dengan dimensi 173 x 23 meter. Dengan begitu, saat ini Bandara APT Pranoto dapat didarati pesawat sekelas Boeing 737-900ER. Pada sisi darat bandara APT Pranoto memiliki terminal penumpang seluas 12.700 meter persegi yang mampu menampung 1,5 juta penumpang per tahun.

Categories
Domestic

Hingga Triwulan III 2018 Trafik Penumpang AP I Tumbuh 9%

Jumlah trafik penumpang di 13 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero)/ AP I terus mengalami peningkatan seiring dengan pengembangan yang terus dilakukan oleh perusahaan.

Sejak awal 2018 hingga triwulan III, trafik penumpang di 13 bandara AP I mencapai 73,02 juta orang. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 9% karena periode yang sama tahun 2017 jumlahnya hanya 66,9 juta orang.

“Angkasa Pura I terus melakukan pengembangan bandara untuk memicu dan mengantisipasi potensi pertumbuhan penumpang tiap tahunnya. Pengembangan dilakukan juga untuk menjaga standar layanan kepada pengguna jasa bandara,” tutur Direktur Utama AP I Faik Fahmi, Jum’at (26/10/2018).

Trafik penumpang tertinggi terjadi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Jumlah penumpang di bandara ini sebanyak 17,7 juta orang atau berkontribusi sekitar 24,2% dari total trafik penumpang di bandara AP I selama periode tersebut. Jumlah ini tumbuh 7,86% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 16,4 juta orang.

Trafik tertinggi kedua terjadi di Bandara Juanda Surabaya dengan total trafik sebesar 15,9 juta orang atau sekitar 21,7% dari total trafik bandara Angkasa Pura I. Jumlah ini tumbuh 7,12% dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar 14,8 juta orang.

Sedangkan trafik tertinggi ketiga terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan total trafik 10,1 juta orang atau 13,8% dari total trafik. Jumlah ini tumbuh 12,63% dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar 9 juta orang.

Pertumbuhan trafik penumpang tertinggi terjadi di Bandara Ahmad Yani Semarang dengan pertumbuhan sebesar 20,86%. Pertumbuhan tertinggi kedua terjadi di Bandara Frans Kaisisepo Biak, yakni sebesar 19,27%. Bandara Pattimura Ambon mengalami pertumbuhan penumpang tertinggi ketiga dengan pertumbuhan 17,52%.

Menurut Faik, salah satu faktor utama yang membuat pertumbuhan trafik penumpang Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebagai yang tertinggi karena telah dioperasikannya Terminal Baru pada Juni lalu. Terjadi peningkatan luasan dan kapasitas penumpang yang dapat menampung penumpang mencapai 6,9 juta orang per tahun.

“Peningkatan kapasitas bandara merupakan faktor utama untuk mendorong peningkatan trafik penumpang. Oleh karena itu, Angkasa Pura I terus menggenjot pengembangan bandara-bandara kelolaan,” ujar Faik Fahmi.

Untuk mengantisipasi dan mendorong potensi pertumbuhan trafik, Angkasa Pura I menargetkan dua proyek pengembangan bandara dapat mulai dioperasikan (minimum operation) pada 2019 mendatang.

Kedua proyek pengembangan bandara tersebut yaitu Bandara Internasional Baru Yogyakarta (NYIA) yang ditargetkan dapat dioperasikan pada April 2019 dan Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin pada Oktober 2019.

Categories
International

Singapore Airlines Luncurkan Program KrisConnect

Singapore Airlines (SIA) mengumumkan peluncuran program KrisConnect pada Rabu (24/10/2018) lalu. KrisConnect merupakan sebuah inisiatif untuk membuat informasi dan fungsionalitas platform digital SIA yang tersedia bagi para mitra.

Program KrisConnect dibuat untuk meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan. Platform tersebut memanfaatkan teknologi Application Program Interfaces (API) layaknya program New Distribution Capability (NDC) milik IATA.

API menawarkan berbagai fungsi kepada para mitra, termasuk membuat dan mengelola pemesanan penerbangan, memeriksa informasi status penerbangan, memberikan informasi terkait KrisFlyer, dan beberapa fungsi lainnya.

Saat ini, program tersebut sedang dalam tahap eksekusi dengan para mitra di seluruh ekosistem perjalanan yang berkomitmen untuk menggunakan konten API milik SIA. Para mitra tersebut termasuk pihak sistem distribusi global seperti Amadeus, Sabre, dan Travelsport; agen perjalanan seperti CTM dan Ctrip/Trip.com; serta agregator perjalanan seperti Google, KAYAK, Skyscanner, dan Travelfusion.

Inisiatif terbaru yang sesuai dengan program KrisConnect SIA adalah koneksi NDC dengan Skyscanner yang memungkinkan para pelanggan untuk memesan penerbangan SIA secara langsung melalui Skyscanner.

“Layanan yang dipersonalisasi dan berfokus pada para pelanggan telah lama menjadi keunggulan Singapore Airlines,” kata Senior Vice President Sales and Marketing, Mr Campbell Wilson.

API, lanjutnya, memberikan kami kesempatan untuk memperluas nilai-nilai ini di luar titik kontak tradisional kami.

“Kami senang dapat meluncurkan program KrisConnect untuk mengembangkan hubungan yang lebih dalam dengan para mitra guna meningkatkan pengalaman pelanggan SIA di platform mereka,” tutupnya.

Categories
Domestic

Wings Air Tambah Frekuensi Terbang dari Kupang ke Atambua

Bersamaan dengan dibukanya rute Kota Bengkulu – Mukomuko (Kamis, 25/10/2018), Wings Air menambah jadwal frekuensi terbang rute penerbangan Kupang-Atambua.

Kedua kota tersebut merupakan destinasi eksotis di Pulau Timor yang semakin ramai dikunjungi. Kupang berada di bagian paling barat pulau tersebut, sedangkan Atambua berlokasi di bagian tengah pulau itu.

Penambahan jadwal terbang satu kali setiap hari yang dilayani pergi pulang (PP) secara regular. Dari Kupang melalui Bandar Udara Internasional El Tari (KOE) menuju Bandar Udara A. A. Bere Tallo (ABU) yang berada di Kelurahan Manumutin, Kota Atambua, NTT.

Rute Kupang-Atambua sekarang menjadi tiga kali penerbangan dalam sehari.

Sampai saat ini, Wings Air telah terbang ke 117 destinasi di dalam dan luar negeri. Jaringan regional Wings Air melayani penerbangan hingga ke Kuching, Malaysia.

Frekuensi terbang Wings Air mencapai lebih dari 350 penerbangan per hari yang didukung 61 armada ATR 72-500/600.

Categories
Domestic

Wings Air Buka Rute Baru Kota Bengkulu-Mokumoku

Wings Air telah resmi membuka rute baru intra Bengkulu. Rute tersebut menghubungkan Kota Bengkulu dengan Mukomuko, yang merupakan kabupaten terjauh di propinsi ini. Penerbangan dilayani melalui Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu menuju Bandar Udara Mukomuko.

Peresmian penerbangan perdana dilakukan Kepala Dinas Perhubungan Propinsi Bengkulu, Budi Jatmiko; Bupati Mukomuko, Choirul Huda; serta beberapa pihak terkait. Momen ini menjadikan Wings Air sebagai satu-satunya maskapai yang menerbangi rute itu secara regular.

Jaringan penerbangan terbaru ini dilayani dengan frekuensi terbang satu kali setiap hari (PP). Penerbangan ini dilayani dengan armada pesawat ATR 72-500 dan ATR 72-600. Inaugural flight mencatatkan tingkat isian penumpang sebesar 65%. Ke depan, akan ditargetkan mengalami peningkatan lebih dari 80%.

Jika rute ini berada pada level positif, tidak tutup kemungkinan Wings Air akan menambah frekuensi atau membuka jaringan penerbangan lain yang terhubung dengan destinasi ini.

“Perluasan jaringan tersebut menjadi bukti nyata dari langkah strategis Wings Air dalam menyediakan kemudahan akses melalui transportasi udara salah satunya yaitu menghubungkan wilayah setingkat kabupaten dengan kota yang tetap mengedepankan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan,” kata Operations Director of Wings Air, Capt. Redi Irawan saat peresmian rute, Kamis (25/10/2018).

Ia berharap, kehadiran Wings Air di Mukomuko mampu menjawab tingginya permintaan kebutuhan penerbangan dari pengusaha, masyarakat dan wisatawan.

“Kami optimis, kesungguhan Wings Air untuk mengembangkan Bengkulu dengan didukung inisiasi maupun program dari berbagai pihak menjadi solusi terbaik sejalan mempermudah lalu lintas orang dan membantu percepatan distribusi barang ataupun logistik,” imbuhnya.

Mukomuko merupakan kota tujuan Wings Air ke-5 setelah Batam, Palembang, Padang, Lampung yang dilayanai dari Bengkulu. Dibukanya rute ini sekaligus menghidupkan kembali suasana Mukomuko sebagai destinasi baru dalam menciptakan petualangan seru di Bumi Raflesia.

Mukomuko adalah pintu masuk ke wilayah utara Bengkulu, yang menyimpan sumber daya bisnis, jasa, perdagangan, argoindustri, industri kreatif, pariwisata dan lainnya sebagai kawasan ekonomi baru.