Categories
Domestic

Sebelum Hilang Kontak Pesawat Lion Air JT-610 Sempat Minta RTB

Pesawat jenis B737-8 MAX dengan nomor penerbangan JT-610 milik maskapai Lion Air yang lepas landas dari Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang dilaporkan telah hilang kontak pagi ini (Senin, 29/10/2018) sekitar pukul 06.33 WIB.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S – 107 07.16 E. Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.10 WIB. Pesawat sempat meminta kembali ke pangkalan (return to base/RTB) sebelum akhirnya hilang dari radar.

Pesawat dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang ini membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 Pilot dan 5 pramugari.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub saat ini tengah berkoordinasi dengan BASARNAS, Lion Air, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) untuk melakukan misi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap pesawat JT 610.

Categories
Domestic

Cari Pesawat Lion Air PK-LQP, BASARNAS Kerahkan Helikopter

Pesawat Lion Air JT-610 rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang pagi ini diduga hilang kontak. Lokasi terakhir berada di Tanjung Karawang. Merespon peristiwa ini, BASARNAS mengerahkan helikopter untuk melancarkan misi pencarian.

Info awal yang redaksi terima, JATC mengabarkan pada pukul 06.50 WIB bahwa pada pukul 06.33 WIB pesawat Boeing 737 MAX 8 dengan nomor registrasi PK LQP diduga hilang kontak setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pagi ini (Senin, 29/10/2018) pada pukul 06.20 WIB.

Pada pukul 06.51 Manajemen Lion Air tengah menyelidiki kabar armada pesawat mereka yang diduga mengalami hilang kontak pagi ini.

“Saat ini kami masih dalam proses pencarian untuk koordinasi lebih lanjut,” ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro, menukil laman kompas.com Senin pagi.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kejadian persis dugaan peristiwa hilang kontak armada pesawat Lion Air itu, Danang belum bersedia memberi penjelasan lebih lanjut. Danang juga belum mengungkapkan sejak kapan pencarian terhadap informasi tersebut mereka lakukan.

Melalui telegram bernomor 2061 / SAR / 1018 dari BASARNAS ke TNI AU pagi ini, diupayakan pengerahan helikopter dari Lanud Atang Sandjaja untuk misi pencarian pesawat tersebut.

Sementara itu beredar kabar bahwa pada pukul 07.10 WIB Kantor SAR (KANSAR) Jakarta menerima info dari VTS Tanjung Priok pada pukul 07.05 WIB Tug Boat AS Jaya II rute Kalimantan Selatan – Marunda sempat melihat pesawat Lion Air JT-610 jatuh. Posisi Tug Boat tersebut berada di koordinat 05º 49.727 S – 107º 07.460 E (heading 40º Timur Laut).

Categories
Domestic

Lion Air JT610 Hilang

Lion Air JT610 rute Jakarta (CGK) – Pangkal Pinang (PGK) pagi ini dikabarkan hilang kontak dan diperkirakan jatuh di laut. Pesawat Boeing 737 MAX 8 PK-LQP ini berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) pukul 6.20 pagi WIB. Dijadwalkan pesawat ini mendarat di Pangkal Pinang pukul 7.20 WIB.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Pramintohadi Soekarno membenarkan telah terjadi hilang kontak terhadap pesawat Lion Air dengan registrasi PK-LQP nomor penerbangan JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang.

Pesawat membawa 178 penumpang dewasa, 1 anak dan 2 bayi. Awak pesawat terdiri dari 2 penerbang dan 5 awak kabin. PIC Capt Bhavve Suneja dan SIC Harvino.

Menurut Pramintohadi, pesawat mempunyai Certificate of registration issued 15/08/2018 expired 14/08/2021. Certificate of air worthiness issued 15/08/2018 expired 14/08/2019.

Lokasi jatuh pesawat telah diketemukan. Tim SAR diberitakan telah berkoordinasi dan melakukan pencarian korban di sekitar lokasi yang diperkirakan sebagai lokasi jatuh pesawat.

Saat ini telah dibentuk crisis center di Terminal 1 B bandara Soekarno Hatta dan Bandara Depati Amir Pangkal Pinang untuk keluarga penumpang.

 

Update –>>

Cari Pesawat Lion Air PK LQP, BASARNAS Kerahkan Helikopter

Sebelum Hilang Kontak Pesawat Lion Air JT-610 Sempat Minta RTB

Pesawat Lion Air yang Hilang Kontak Belum Genap 3 Bulan Berdinas

 

Data pesawat dan crew:

Registrasi: PK LQP
Jenis pesawat: Boeing 738 MAX
Nomor penerbangan: JT610 CGK – PGK
Jadwal Keberangkatan:06:10LT
Jadwal Keberangkatan Aktual:06:10LT
Perkiraan Jadwal Kedatangan:  07:20LT
Jumlah penumpang : 178/01/02
Plan parkir At PGK; A04
PIC: 142305/BHAVYE SUNEJA (MX)
SIC: 52116928/HARVINO (MX)
SFA: 52127630/SHINTIA MELINA
FA : 52127637/CITRA NOVITA ANGGELIA PUTRI (R)
FA : 181499/ALFIANI HIDAYATUL SOLIKAH
FA : 161013/FITA DAMAYANTI SIMARMATA (R)
FA : 145208/MERY YULYANDA

Categories
Promo

Ada Promo Tiket Ultah KLM dari Indonesia Nih

Dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke-99, maskapai KLM menggelar sejumlah promo. Maskapai asal Belanda ini menawarkan tarif spesial bagi wisatawan Indonesia yang ingin menghabiskan musim dingin di Amsterdam dan beberapa destinasi di Eropa lainnya. Promo tersebut berlaku untuk pemesanan hingga 2 November 2018 dengan periode penerbangan paling lambat 31 Mei 2019.

Dikutip dari keterangan resmi perusahaan, tiket pulang pergi untuk kelas ekonomi termurah dari Jakarta dibanderol Rp8.500.000-an, dan dari Denpasar dipatok mulai dari Rp9.000.000-an. Sedangkan kelas bisnis Jakarta-Amsterdam dipatok mulai dari Rp42.400.000-an.

Selain promo penerbangan, KLM juga memberikan kado istimewa berupa miniatur Delftblue bagi penumpang World Business Class pada penerbangan jarak jauh, dan bakal menyediakan kopi asal Belanda, Douwe Egberts di seluruh penerbangannya.

Categories
Sundry Tales

Bangun Replika A320, Petani Bawang di Cina Habiskan Rp5,7 Miliar

Zhu Yue, seorang petani bawang putih di Cina membuat sebuah replika utuh pesawat Airbus A320. Replika pesawat yang hampir rampung itu, berdiri secara permanen di sebuah aspal yang dikelilingi kebun gandum di wilayah utara Cina.

Mungkin terdengar agak kontradiktif, mengapa petani bawang mampu membuat pesawat? Andai saja hal itu dilakukan teknisi pesawat mungkin masih masuk akal.

Alkisah, Zhu merupakan pemuda yang sempat terobsesi menjadi seorang pilot. Namun sayang, ia gagal mewujudkan obsesinya itu karena putus sekolah. Tak patah arang, Zhu kemudian berambisi untuk membangun sebuah pesawat udara.

Menukil laman asiaone.com (Minggu, 28/10/2018), Zhu pada tahun lalu merasa terpukul karena mimpinya untuk menjadi pilot benar-benar kandas. Sebab ketika dia sudah memiliki tabungan untuk bersekolah, ternyata usianya sudah masuk masa paruh baya atau di atas 35 tahun.

“Saya sadar, tak mungkin bisa membeli pesawat, tetapi saya bisa membangun sebuah pesawat,” ujar Zhu.

Kemampuan Zhu membuat replika pesawat diperolehnya ketika ia bekerja sebagai seorang tukang las di sebuah pabrik di kota Kaiyuan. Pada saat yang sama, Zhu mulai menjadi petani dengan menanam bawang merah dan bawang putih.

Untuk membuat replika pesawat A320, Zhu menggunakan uang tabungannya senilai lebih dari 2.6 juta yuan atau sekitar Rp5,7 miliar. Zhu memanfaatkan model pesawat mainan (diecast) Airbus A320 agar pembangunan replikanya itu mirip dengan yang perawakan asli pesawat.

Proses pengerjaan replika pesawat Airbus A320 yang dibuat Zhu Yue dan timnya. Foto: kompilasi dari berbagai sumber.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih terperinci, Zhu juga mempelajari bentuk pesawat lewat foto-foto serta menghitung dengan sungguh-sungguh skala dimensi Airbus A320.

Dalam proses pembuatannya, Zhu masih membuat banyak kesalahan. Namun kini pesawat buatan Zhu sudah memiliki badan pesawat, sayap, kokpit, mesin dan ekor.

Secara keseluruhan, Zhu telah menghabiskan 60 ton besi baja untuk membangun replika pesawat itu. Untuk mempercepat proses pembuatan, ia juga dibantu lima orang temannya.

“Mereka (teman) pada satu sisi mencari uang, tetapi pada sisi lain mereka membantu saya mewujudkan mimpi,” kata Zhu.

Pesawat Airbus A320 buatan rumahan hasil tangan dingin Zhu tidak bisa terbang seperti pesawat umumnya. Rencananya Zhu akan mengubah replika pesawat itu menjadi restoran untuk makan malam.

Dia berencana akan menggelar sebuah karpet merah bagi siapa pun yang ingin makan di restorannya itu bak seorang kepala negara. Dia pun berharap, pesawatnya yang memiliki 36 kursi, bisa segera dipenuhi oleh penumpang yang lapar dan ingin menjajal sensasi makan malam yang berbeda.

Categories
Domestic

Pembangunan Terminal Baru Bandara Silampari Selesai Akhir Tahun Ini

Usai meninjau Lapangan Udara TNI AD Gatot Subroto di Way Kanan, Lampung, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melanjutkan kunjungan kerja ke Bandara Silampari di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Sabtu (27/10/2018). Menhub menyampaikan, pembangunan terminal Bandara Silampari ditargetkan selesai pada minggu ke-3 Desember 2018.

“Saya lihat memang ada terminal yang belum selesai. Tapi dari evaluasi saya, itu bisa diselesaikan karena ada tambahan anggaran. Sehingga kita upayakan minggu ketiga Desember bisa selesai,” ungkap Budi di Gedung Kesenian Pemerintah Kota Lubuk Linggau, Sumsel.

Bandara Silampari memiliki landasan pacu sepanjang 2250 meter x 45 meter. Operasional bandara ini didukung tiga maskapai penerbangan, yakni Batik Air, NAM Air, dan Wings Air.

“Kami tadi melihat bandara Silampari panjangnya sudah cukup baik ya 2.250 meter, lebar 45 meter,” ujar Budi.

Dengan adanya penambahan terminal baru ini, kapasitas penumpang yang diangkut diperkirakan akan naik dari 77.000 penumpang pertahun menjadi 200.000 penumpang pertahun.

Budi berharap, dengan adanya terminal baru Bandara Silampari ini akan dapat mengembangkan perekonomian Lubuk Linggau, sehingga dapat mengimbangi pertumbuhan yang ada di Palembang.

“Harapannya ini akan mengembangkan perekonomian di beberapa tempat di Linggau, di Bukit Timur dan sebagainya. Jadi, menjadi modal bagi Sumatera Selatan bagian selatan itu untuk tumbuh mengimbangi pertumbuhan yang ada di Palembang,” tutup Budi.

Categories
International

AirAsia Resmi Layani Rute Penerbangan Kuala Lumpur – Silangit

AirAsia secara resmi telah menggelar debut terbang rute regional terbaru mereka yang menghubungakan Kuala Lumpur – Silangit, Minggu (28/10/2018). Momen ini sekaligus menandai jejak baru perluasan destinasi penerbangan AirAsia di ASEAN.

Pesawat yang digunakan pada penerbangan tersebut adalah Airbus A320-200 berkapasitas 180 penumpang dengan nomor penerbangan AK411. Pesawat diberangkatkan dari Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2) menuju Bandara Internasional Silangit.

Bandara Silangit merupakan gerbang utama menuju kawasan pariwisata Danau Toba yang merupakan danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara dan salah satu danau terindah di dunia.

Acara penyambutan diselenggarakan di Bandara Internasional Silangit dan dihadiri antara lain oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agus Purwoto, Staf Khusus Menteri Pariwisata Judi Rifajantoro, Kasubdit Angkutan Udara Niaga Berjadwal Kementerian Perhubungan Tri Danarsih, CEO AirAsia Malaysia Riad Asmat, serta CEO Grup AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan.

A320-200 AirAsia di Bandara Silangit. Foto: Dok. AirAsia.

“Sebagai maskapai dengan jaringan rute terluas di ASEAN, kami bangga telah membawa dunia lebih dekat ke Danau Toba yang merupakan salah satu destinasi keindahan alam di Asia Tenggara. Layanan Fly-Thru kami akan semakin mempermudah wisatawan dari 20 kota untuk mengunjungi Danau Toba dengan penerbangan transit melalui Kuala Lumpur,” ungkap Riad Asmat.

Ia berharap, pihaknya dapat terus mempererat kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya pemerintah Indonesia untuk terus membangun Danau Toba sebagai 10 destinasi wisata priotitas Indonesia.

Layanan Fly-Thru AirAsia menghubungkan Silangit melalui Kuala Lumpur dengan 20 kota seperti Kinabalu, Johor Bahru, Kuching, Guangzhou, Chongqing, Changsha, Chengdu, Hangzhou, Hongkong, Beijing, Shanghai, Shenzhen, Xi’an, Taipei, New Delhi, Hyderabad, Chennai, Melbourne, Sydney, dan Singapura.

Fly-Thru merupakan layanan transit AirAsia yang memudahkan penumpang menuju destinasi akhir tanpa proses imigrasi saat transit dan tanpa harus check-in ulang bagasi.

Categories
Sundry Tales

Bolehkah Wanita Hamil Terbang dengan Pesawat?

Mungkin masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa tidak semua wanita yang sedang hamil diperkenankan untuk terbang (bepergian) menggunakan moda transportasi pesawat udara. Berdasarkan prosedur dan aturan penerbangan yang berlaku, ada batas usia kehamilan yang tidak diperbolehkan untuk terbang dengan pesawat.

Jika seorang penumpang wanita sedang dalam kondisi hamil dan ingin terbang dengan pesawat, secara prosedur penumpang tersebut harus menandatangai surat pernyataan kehamilan (pregnant mother).

Menurut standar prosedur layanan penerbangan, penumpang harus selalu memberikan informasi secara rinci, jelas dan sesuai keadaan sebenarnya jika sedang hamil kepada petugas layanan darat, ketika proses pelaporan diri di counter check-in.

Lalu, berapa usia yang diperkenankan untuk terbang dan apa persyaratannya? Dalam sebuah kesempatan, Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan:

Untuk usia kehamilan kurang dari 28 minggu diharuskan membawa surat dokter yang menerangkan bahwa si penumpang dalam masa kehamilan. Si penumpang juga harus menandatangani surat pernyataan dan formulir indemnity agar diizinkan melakukan perjalanan udara.

Untuk usia kehamilan 28 – 35 minggu, penumpang diwajibkan membawa surat layak terbang (fitness for air travel atau medical information) resmi dari dokter. Namun dengan catatan, tanggal surat tidak melebihi tiga hari sebelum waktu keberangkatan pesawat yang dijadwalkan. Kemudian penumpang juga tetap diwajibkan menandatangani surat pernyataan serta formulir indemnity.

Sementara itu, untuk usia kehamilan lebih dari 35 minggu, penumpang tidak diizinkan untuk melakukan penerbangan. Tentu yang dikhawatirkan adalah terjadinya kontraksi saat penumpang dalam penerbangan. Bahkan, bisa saja melahirkan saat masih dalam penerbangan.

Categories
Domestic

Ini Hasil Penelitian untuk Optimalkan Bandara Kertajati

Setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 24 Mei 2018, sampai saat ini baru Citilink Indonesia yang terbang reguler dan Lion Air yang terbang carter umroh dari Bandara Internasional Kertajati (KJT). Bandara yang megah dan luas ini akan mubazir jika tidak segera dilakukan langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan operasionalnya.

Demikian disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Balitbang Perhubungan) Sugihardjo pada Focus Group Discussion (FGD) “Optimalisasi Pengoperasian Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati” di Bandung, Jumat (26/10/2018). “Dengan luas dan fasilitasnya yang sedemikian itu, Kertajati memang menjadi idle capacity,” ujarnya.

Dalam FGD itu dipaparkan hasil penelitian Pusat Litbang Udara Balitbang Perhubungan, yang disampaikan peneliti Eny Yuliawati. Dikatakannya, ada lima poin krusial untuk optimalisasi Bandara Kertajati. Pertama, konektivitas berupa kemudahan akses transportasi dari dan ke bandara.

“Untuk itu, Bandara Kertajati harus menyediakan fasilitas transportasi antarmoda dari dan ke bandara, seperti bus atau shuttle, juga kereta. Namun perlu diperhatikan pula waktu tempuh, travel cost yang terjangkau, serta kemudahan dan pelayanan perjalanannya,” papar Eny.

Sekjen INACA (asosiasi perusahaan penerbangan nasional) Tengku Burhanuddin yang menjadi salah seorang pembahas menyarankan agar pengelola Bandara Kertajati berani mengajukan usul kepada gubernur atau pejabat setingkat menteri, bahkan sampai Presiden. “Apalagi sekarang tahun politik, saat yang tepat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan,” ucapnya.

Poin kedua adalah branding melalui karakteristik yang unik. Bandara Kertajati harus fokus dalam membidik pangsa pasarnya. Kata Eny, fokus pada penerbangan kargo misalnya, mengandalkan kedekatan wilayah bandara dengan pelabuhan Internasional Patimban di Subang. Contoh lain adalah membidik pasar umroh ataupun haji dengan mengembangkan rute langsung ke Madinah dan Jeddah.

Sejak 13 Oktober 2018, Lion Air memang sudah menerbangkan jemaah umroh ke Madinah, walaupun bersifat carter seminggu sekali. Kata Managing Director Lion Air Group Capt Daniel Putut Kuncoro Adi, penerbangan carter umroh ini akan ditambah menjadi dua atau tiga kali seminggu. “Banyak travel agent yang datang pada kami sejak penerbangan perdana umroh dari Kertajati itu,” katanya.

Peserta FGD Bandara Kertajati. Foto: Reni Rohmawati.

Rupanya, Garuda Indonesia yang pada tahun 2019 akan mendatangkan pesawat Airbus A330neo pun akan terbang umroh dari Kertajati. Hal ini disampaikan Capt Dodi Kristanto, yang jadi pembahas dari Garuda pada FGD tersebut.

Kertajati pun bisa bekerja sama dengan maskapai penerbangan untuk mengembangkan bandara. Eny mencontohkan, seperti Bandara Dubai yang bekerja sama dengan Emirates atau KLIA 2 dengan AirAsia. Di samping itu, kawasan Kertajati bisa dikembangkan menjadi aerocity berbasis industri maju.

Poin ketiga adalah menciptakan iklim bisnis yang kondusif dalam mengembangkan konsep kawasan aerocity. Iklim kondusif ini berupa pembentukan kemitrausahaan sejak dini agar peruntukan areanya dikembangkan sesuai kebutuhan mitra usaha yang terlibat.

Menurut Direktur Operasi dan Pengembangan Bisnis PT BIJB Agus Sugeng Widodo, pihaknya sudah menyiapkan lahan 3.400 hektare untuk aerocity, sementara untuk bandara 1.050 hektare. “Kawasannya sangat luas, sampai mepet ke tol Cipali,” ujarnya. Di kawasan itu sudah direncanakan pula untuk membangun asrama haji dan umroh,” ucapnya.

Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Angkasa Pura (AP) II Daan Achmad juga mengatakan, kawasan sekitar bandara harus dikembangkan agar Kertajati hidup. “Penumpang datang itu bukan karena bandaranya bagus tapi karena profiling area-nya memiliki daya tarik,” ucapnya. Kertajati Aerocity bisa menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Jawa Barat, khususnya Ciayumajakuning (Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan).

Poin keempat adalah menjadi secondary airport dalam multiairport system. Peran Kertajati menjadi bandara kedua atau alternatif dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta atau Bandara Internasional Halim Perdanakusuma dengan membidik potensi pasar kabupaten-kabupaten di Jawa Barat.

Puslitbang Udara juga mengusulkan agar AP II diberi peran penuh dalam pengoperasian Bandara Kertajati. Dengan demikian, AP II dapat mengelola distribusi traffic share dalam wadah multiairport system, yang mencakup Bandara Internasional Husein Sastranegara, Soekarno-Hatta, dan Halim. AP II bersama BIJB saat ini merupakan dua entitas yang mengelola Bandara Kertajati dengan masa kerja sama 17 tahun.

Bandara Soekarno-Hatta disebut sudah mencapai tingkat utilisasi 250%. Hal ini menjadi peluang dan tantangan bagi Bandara Kertajati. Eny pun menyampaikan hasil survei “preferensi penumpang”, yang 16% penumpang di Soekarno-Hatta yang berasal dari Bandung dan Cirebon menyatakan bahwa perpindahan penumpang ke Kertajati memungkinkan asalkan travel time dan travel cost memadai, serta tersedia rute-rute penerbangannya.

Menurut Daan, secondary airport itu tidak bisa dipaksakan. Soekarno-Hatta pun, kata dia, masih memiliki technical slot yang bisa digunakan. Dia pun mempertanyakan soal sharing capacity airport. “Next, kalau bikin airport harus duduk bersama, termasuk dengan Pertamina juga,” ujarnya.

Poin kelima adalah mengelola potensi pasar penumpang angkutan udara. Untuk ini diperlukan riset pasar yang dapat menggambarkan daya beli masyarakat yang berada dalam catchment area Bandara Kertajati. Selain itu juga bisa dilakukan identifikasi potensi industri dan perdagangan untuk melihat potensi permintaan penumpangnya.

Hal tersebut memang perlu dilakukan karena sampai saat ini penumpang Citilink yang terbang tiap hari Bandara Kertajati-Bandara Internasional Juanda, Surabaya, load factor-nya masih rendah, rata-rata 39%. Padahal waktu uji coba sewaktu terbang ekstra Lebaran pada Juni 2018, rata-rata load factor penumpangnya 83,92% dengan tarif rata-rata Rp360.000-an.

“Kami akan stop terbang satu-dua hari nanti pada akhir Oktober, tapi akan terbang lagi kemudian. Bahkan November 2018, Citilink juga akan terbang ke Kualanamu,” kata Agus Irianto, Vice President Revenue Management Citilink Indonesia.

Bandara Kertajati sebenarnya sudah siap untuk menerima banyak penerbangan. AP II sudah menyediakan seluruh prasarana operasionalnya, bahkan bersama BIJB memperpanjang landasan sampai 3.000 meter. AirNav Indonesia juga sudah menyiapkan fasilitas pemandu lalu lintas udara dengan prosedur PBN (Performance Based Navigation).

“Rencana instalasi ILS (Instrument Landing System) di runway 14 akan dilaksanakan setelah landasan pacu 3.000 meter selesai,” kata Ari Subandrio dari AirNav Indonesia.

Ditjen Perhubungan Udara juga sudah memberi kemudahan izin rute penerbangan di luar lampiran surat izin usaha angkutan udara. “Izin rute penerbangan pun bisa dilakukan secara online,” ujar Anung Bayumurti, Kepala Subdit Bimbingan Usaha dan Tarif Jasa Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara.

Selain enam pembicara dengan moderator Kepala Puslitbang Udara Balitbang Perhubungan, M Alwi, juga ada sembilan pembahas dari maskapai penerbangan, akademisi, ASITA, dan Kementerian Pariwisata. Pada akhir FGD, Sugihardjo menyimpulkan bahwa semua pihak sepakat untuk mengoptimalkan Bandara Kertajati.

“Untuk optimalisasi Bandara Kertajati tak berhenti pada FGD saja, tapi perlu tim kecil untuk membahas bagaimana action plan sesuai dengan clustering permasalahannya,” ucap Sugihardjo.

Categories
International

Penumpang Frontier Airlines Nyaris Terisap Masuk ke Mesin Pesawat

Seorang penumpang pesawat maskapai Frontier Airlines yang hendak terbang dari Bandar Udara (Bandara) Internasional Cancún, Meksiko, harus diselamatkan penumpang dan awak kabin. Penyebabnya, penumpang tersebut nyaris terhisap masuk ke dalam mesin pesawat setelah membuka pintu darurat saat berusaha ingin keluar.

Menukil Daily Mirror (Jum’at, 26/10/2018), kronologi peristiwa menegangkan itu bermula saat pesawat berada dalam posisi taxing (menuju landasan pacu) dan terbang menuju St Louis, Amerika Serikat (AS).

Salah seorang penumpang, Andy Karandzieff, dikutip Daily Star mengatakan bahwa penumpang yang tak disebutkan identitasnya itu duduk di belakangnya.

“Dia kemudian muntah-muntah. Setelah itu pria tersebut mulai memukul pintu darurat sehingga harus ditenangkan kru kabin beserta penumpang lainnya,” kata Karandzieff.

Dalam beberapa saat pintu darurat kemudian terbuka, sehingga membuat penumpang itu nyaris terlontar. Dengan spontan, ujar Karandzieff, para penumpang lain langsung memeganginya.

“Syukurlah berkat keberanian para penumpang, baik pria maupun perempuan, pria itu akhirnya ditarik masuk sebelum terhisap ke mesin,” kata Karandzieff.

Polisi bandara kemudian datang dan langsung mengeluarkan penumpang tersebut dari pesawat serta segera membawanya ke rumah sakit terdekat.

Ibu penumpang itu yang tidak ikut dalam penerbangan menerangkan, sangat tak biasa putranya bisa sakit dalam penerbangan.

Sang ibu menyebutkan, putranya memang sempat diserang serta diberi minuman ringan yang dicampur narkoba orang tak dikenal di malam sebelum keberangkatan menuju bandara.

Frontier Airlines menyatakan, karena perilaku pria tersebut, penerbangan menuju kota di Missouri tersebut harus dibatalkan. Maskapai berkonsep ultra low cost carrier yang bermarkas di Denver, Colorado itu kemudian mengumumkan penumpang penerbangan tersebut bisa terbang dengan penerbangan lain atau diberi akomodasi hotel.

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=6ihnAo1kbBc?ecver=2]