Otoritas Bandara Wilayah IV Hentikan Penerbangan Tiger Air



Penerbangan Tiger Air dari Bali menuju Australia dihentikan otoritas Bandar Udara Wilayah IV karena tidak memenuhi aturan dari  izin yang diberikan.

Kabag Kerja sama dan  Humas, Ditjen Perhubungan Udara Agoes Soebagio menyatakan bahwa maskapai penerbangan asing yang beroperasi di Indonesia harus tetap mematuhi aturan penerbangan di Indonesia.

Aturan tersebut baik yang terkait  keselamatan dan keamanan penerbangan maupun yang terkait masalah bisnis. “Semua maskapai asing harus mematuhi aturan tersebut. Sebaliknya, kami juga akan memberlakukan peraturan dan memberikan pelayanan aturan yang setara pada semua maskapai asing,” ujar  Agoes.

Dikatakan, Tiger Air seharusnya hanya dapat menurunkan penumpang ke wilayah Indonesia dan menaikkan penumpang asal penerbangan yang diturunkan pada penerbangan sebelumnya (in-bound traffic). Tiger Air juga tidak boleh menjual tiket penerbangan di Indonesia.

Namun dari hasil pengawasan oleh pihak OBU Wil IV, dalam pelaksanaannya, penumpang memang hanya bisa booking tiket di Australia. Tetapi  calon penumpang masih bisa memesan tiket satu arah penerbangan saja (one way). Artinya eks penumpang yang datang dengan maskapai Tiger Airways Australia ada kemungkinan tidak kembali ke Australia dengan maskapai tersebut.

Maka dari itu, Tiger Airways Australia dianggap tidak mematuhi peraturan dalam izin penerbangan charter  yang telah diberikan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.  Tiger Airways Australia tidak memenuhi  aturan dalam KM 25 tahun 2008 dan PM 66 tahun 2015 yang telah diubah menjadi PM 109 tahun 2016.

Agoes menambahkan, selain untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan, hal ini juga untuk menjamin kenyamanan penumpang pengguna maskapai asing di Indonesia.

Agoes menyatakan, bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tidak akan segan memberikan sanksi penghentian operasional maskapai asing yang melanggar aturan penerbangan Indonesia.

Foto: wikiwand