Operasikan Hanggar IV, Pendapatan GMF Berpotensi Naik 150 Persen



Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia, anak perusahaan maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang fokus dalam bisnis perawatan dan perbaikan pesawat, pada hari ini, Senin (28/9/2015), meresmikan hanggar keempatnya sebagai bagian dari ekspansi usaha.

Hanggar keempat milik GMF AeroAsia fokusmelayani perawatan dan perbaikan pesawat narrowbody. Bahkan hanggar ini diklaim sebagai hanggar pesawat narrowbody terbesar di dunia karena mampu menampung sebanyak 16 pesawat sekaligus.

Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan, penambahan hanggar milik GMF AeroAsia secara otomatis akan menaikkan potensi pendapatan anak usaha Garuda Indonesia tersebut. Dengan pengoperasian hanggar keempat, pendapatan GMF AeroAsia berpotensi naik sebesar 150 persen, khusus dari bisnis perawatan dan perbaikan pesawat narrowbody.

Saat ini pendapatan GMF AeroAsia dalam perawatan dan perbaikan pesawat narrowbody dari tiga hanggar yang ada sebelumnya sebesar US$ 57 juta. Hanggar keempat itu sendiri berpotensi menghasilkan pendapatan US$ 86 juta. “Pendapatan dari kapasitas hanggar narrowbody yang ada sebesar US$ 57 juta, sehingga dengan hanggar baru ini pada 2018 diproyeksikan pendapatan GMF akan meningkat menjadi US$ 143 juta,” ujar Arif.

GMF AeroAsia perlu mengeluarkan dana sebesar US$ 60 juta untuk membangun hanggar keempat. Hanggar ini bisa dikatakan menjadi hanggar pesawat narrowbody terbesar di dunia karena mampu menampung 16 pesawat. Padahal hanggar-hanggar lainnya di dunia rata-rata hanya bisa menampung 10-12 pesawat narrowbody.

Foto: Istimewa 

Be the first to comment

Leave a Reply