Operasi Penerbangan Internasional Garuda Indonesia Masih Merugi



Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia mulai tahun ini dan beberapa tahun mendatang mengubah rencananya terkait dengan ekspansi rute penerbangan internasional. Beberapa strategi yang dilakukan adalah dengan membatalkan peluncuran penerbangan ke Frankfurt dan Paris tahun depan, mengembalikan sewa empat pesawat Airbus A330 lebih awal, dan melakukan negosiasi dengan Airbus untuk menunda atau membatalkan pengiriman enam pesawat Airbus A330-300 yang dijadwalkan pada tahun 2017.

Pada sembilan bulan pertama tahun ini Garuda Indonesia mendapatkan keuntungan bersih sebesar US$ 51 juta, meningkat cukup tajam dibandingkan dengan kerugian bersih sebesar US$ 220 juta pada periode yang sama tahun 2014. Meskipun demikian, CAPA menyebut keuntungan itu berasal dari rute penerbangan domestik, sedangkan di rute penerbangan internasional Garuda Indonesia masih merugi.

Menurut CAPA, performa Garuda Indonesia di rute penerbangan domestik cukup menawan, baik itu dari brand Garuda Indonesia sendiri maupun dari anak perusahaannya yang bergerak dalam segmen penerbangan berbiaya rendah. Oleh karena itu, upaya Garuda Indonesia untuk mempertahankan atau malah mengurangi kapasitas penerbangan internasional yang ada saat ini dinilai sudah tepat. Apalagi kondisi pasar penerbangan internasional sekarang masih belum begitu baik.

Selama satu tahun terakhir, Garuda Indonesia berhasil menaikkan tingkat isian kursi atau load factor penerbangan internasional dengan memangkas kapasitas kursi yang disediakan. Sejak Januari-September 2015, load factor penerbangan internasional Garuda Indonesia naik menjadi 75.9 persen, dibandingkan dengan 65,4 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Foto: Yulianus Liteni/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply