Categories
Sightseeing

Mau ke Pulau Sumba? Bawalah Cadangan Air Kemasan

Perjalanan saya ke Pulau Sumba akhir Juli 2018 lalu boleh dikata menyenangkan. Terutama karena guide yang menemani saya, Mas Fanny, dan timnya yang orang lokal pada ramah dan menyenangkan.

Sumba merupakan sebuah pulau di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang disebut-sebut memiliki potensi wisata besar. Jadi, ya hampir setiap hari pulau di selatan Flores ini dibajiri wisatawan yang kebanyakan domestik, anak-anak ABG milenial. Rata-rata mereka menghabiskan waktu 3-4 hari untuk menjelajah pulau yang pernah menjadi lokasi shooting film Susah Sinyal, Pendekar Tongkat Emas, dan Marlina Si Pembunuh.

Ada dua pintu masuk ke Pulau Sumba melalui jalur transportasi udara. Pertama melalui Bandar Udara Tambolaka di Sumba Barat Daya. Dan, kedua melalui Bandar Udara Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Sumba Timur. Melalui kedua bandar udara ini, perjalanan wisata ke Pulau Sumba pun bisa lebih cepat dan nyaman. Saya sendiri datang ke Sumba dari Denpasar Bali melalui Tambolaka dan pulangnya lewat Umbu Mehang Kunda.

Rute penerbangan yang paling nyaman dan cepat ke Sumba adalah melewati Denpasar Bali. Dari / ke Denpasar penerbangan berlangsung sekitar satu jam. Penerbangan disediakan oleh Garuda Indonesia, Wings Air, dan Sriwijaya Air. Kita tinggal pilih yang sesuai keinginan saja, baik waktu maupun biayanya.

Di Pulau Sumba terdapat empat kabupaten, yaitu Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Sumba Timur. Boleh dikata kehidupan sosial masyarakat di Pulau Sumba masih berpegang teguh pada tradisi. Lebih dari setengah penduduk Pulau Sumba masih berpegang teguh pada adat kepercayaan Marapu yang memuja nenek moyang dan leluhur. Penganut Marapu percaya bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara, dan setelah akhir zaman akan ada kehidupan yang kekal di dunia roh yaitu di Marapu atau dalam bahasa Sumba disebut sebagai Prai Marapu.

Pulau Sumba sendiri mulai dikenal dan ramai dikunjungi wisatawan semenjak menjadi lokasi shooting beberapa film, antara lain film Susah Sinyal, Pendekar Tongkat Emas, dan Marlina Si Pembunuh. Pasca pemutaran film-film ini, angka kunjungan wisata ke Pulau Sumba pun meningkat. Rata-rata destinasi wisata yang ramai dikunjungi adalah lokasi yang tadinya dipegunakan sebagai lokasi shooting film-film ini, walau sebetulnya, selain lokasi-lokasi shooting itu, Pulau Sumba juga masih memiliki segudang lokasi wisata alam lain yang indah dan masih asli.

Memang tak semua destinasi wisata dapat terjelajahi dalam waktu 3-4 hari. Namun paling gak, pada kurun waktu segitu hari itu saya bisa melihat langsung destinasi-destinasi wisata yang populer yang kata saya  masih ala kadarnya. Jadi, ya kalau mau ke Sumba jangan berharap bertemu dengan destinasi wisata yang wow yang lengkap dengan segala fasilitasnya. Tak jarang, kita sulit menemukan air di toilet pada beberapa destinasi. Terutama kalau musim kemarau panjang melanda. Yang lebih miris, beberapa destinasi wisata rupanya tak menyediakan toilet. Jadi saran saya, bawalah  selalu cadangan air dalam kemasan untuk bersih-bersih diri di toilet.

Pantai Banna
Desa Prai Ijing Waikabubak Sumba Barat.
Danau air laut Weikuri.

 

 

Categories
Sightseeing

Pura Tanah Lot: Pura Tersohor di Atas Karang

Pura Tanah Lot menjadi salah satu pura yang telah tersohor. Pura ini berada agak di tengah laut, sehingga untuk mencapainyadari tepi pantai, kita harus menunggu air laut surut terlebih dahulu. Setelah air laut surut, kita dapat berjalan di atas karang hingga ke lokasi pura.

Pura Tanah Lot didirikan pada abad ke-15 oleh Pedanda (pendeta) Hindu bernama Bawu Rawuh atau Danghyang Nirartha yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Diberi nama Tanah Lot karena lokasinya yang berada di atas karang di laut.

Pada beberapa lorong tebing karang di sekitar Pura Tanah Lot terdapat ular-ular belang yang jinak dan dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai penjaga pura. Di sekitar pura juga terdapat mata air tawar dan dapat dilihat apabila air laut sedang surut. Keberadaan mata air itulah yang menjadi salah satu pertimbangan ketika tempat ini dipilih sebagai lokasi pura tersebut.

Walau pura ini dapat dikunjungi kapan saja, namun waktu yang terbaik untuk mengunjunginya adalah pagi atau sore hari. Saat pagi, udara tak terlalu panas, dan matahari tak terlalu menyengat. Pada sore hari, area sekitar pura menjadi tempat romantis untuk menyaksikan sunset.

Categories
Sightseeing

Menjelajah Pulau Rote, Pulau Paling Selatan di Indonesia

Pergi ke Pulau Rote bukan sebuah hal yang mudah dilakukan dari Jakarta. Pulau ini terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Menggunakan transportasi udara dari Jakarta, kita harus terlebih dahulu singgah dan bermalam di Kupang, sebelum melanjutkan perjalanan ke Rote esok paginya. Dari Kupang, Rote hanya sekitar 2 jam perjalanan lewat laut menyeberang selat Pukuafu menggunakan kapal cepat.

Perjalanan menyeberang selat Pukuafu bukanlah hal yang menyenangkan bagi orang-orang yang sering mabuk laut, terlebih ketika gelombang laut Pukuafu sedang mengamuk. Kapal-kapal pun terkadang enggan berangkat jika gelombang Pukuafu sedang tinggi.

Di Rote sendiri sebetulnya banyak lokasi-lokasi alam yang menarik. Menjelajahinya dalam waktu satu-dua hari sebetulnya tidak cukup memuaskan. Di Rote, pemandangan indah ada di utara hingga selatan, timut hingga barat. Cara terbaik menjelajahinya adalah menggunakan sepeda motor. Selain sewanya relatif murah, kita juga bisa menjelajah hingga ke pelosok. Namun sebaiknya, ajaklah guide setempat untuk menjelajah Rote demi sebuah penjelajahan yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Perajin topi khas Rote, Tii Langga. Foto: RMS.

 

Keindahan senja di pantai Nemberala, Rote. Foto: RMS.

 

Musim kering di Rote. Foto: RMS.
Categories
Sightseeing

Masih Ada Tantangan di Papandayan

Cukup sering saya mandaki gunung Papandayan di Garut. Dulu sewaktu masih sekolah, saya mendakinya bersama teman-teman. Beberapa kali, saya sempat mendakinya bersama keluarga dan rekan satu kantor.

Ketika mendaki gunung Papandayan sekitar awal tahun 1990-an, Papandayan masih tergolong sepi pendaki, apalagi wisatawan. Kini suasananya sungguh berbeda. Hampir setiap akhir pekan, kawasan gunung Papandayan selalu dipadati oleh pengunjung, baik pendaki maupun wisatawan.

Sebagai gunung berapi aktif, Papandayan cukup menarik. Masih ada tantangan “menarik” jika mengunjungi Papandayan. Untuk menuju ke kawahnya, pengunjung masih harus berjalan menanjak sekitar 10-20 menit. Lalu untuk menuju ke area perkemahan dari area parkir, pendaki harus berlajan 1-2 jam (tergantung kemampuan masing-masing).

Ya, Papandayan cukup ramah bagi segala kalangan dan usia. Jalanan berbatu pada jalur pendakian dari tempat parkir menuju kawah tak sulit dilalui. Nenek-nenek pun bisa mendakinya, kelakar teman-teman. Sekilas bagi anak muda usia dan bertenaga kuat, terlebih bagi pendaki gunung, Papandayan mungkin tak ada apa-apanya. Meski begitu, kewaspadaan mendaki tetap harus diperhatikan.

Gunung Papandayan merupakan gunung berapi aktif tipe strato. Gunung yang terletak di Kecamatan Cisurupan, Garut, Jawa Barat, ini memiliki ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut. Di Papandayan terdapat banyak kawah, yang terkenal antara lain Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Bahkan di sepanjang jalur pendakian pun, kita bisa menemukan kawah-kawah kecil yang sering kali mengeluarkan uap panas, bahkan air berbelerang. Keberadaan kawah-kawah kecil inilah yang harus diantisipasi. Walau lubang pada permukaannya terbilang kecil, namun bisa jadi tanah di sekitar kawah kecil itu relatif labil. Bisa jadi ketika terinjak lubang kecil itu “memakan” kaki kita.

Bermalam di dalam tenda di area perkemahan Papandayan sangat menyenangkan. Namun tetaplah waspada dengan kondisi alam. Hujan dan badai bisa saja terjadi ketika malam tiba. Suhu dingin pun bisa menggigit tulang. Jika berniat menginap di dalam tenda di area perkemahan, bawalah perlengkapan camping yang sesuai. Gunakan tenda untuk alam terbuka. Bawalah matras untuk alas tidur dan sleeping bag. Jangan lupa bawa jaket gunung dan jas hujan. Antisipasilah hal terburuk yang mungkin terjadi. Perencanaan yang baik dapat mengantisipasi segala kemungkinan terburuk sekalipun.

Selamat mendaki Papandayan…!!!

Categories
Sightseeing

Wow, Ada Wajah Jokowi di Pintu Toko

Saat malam semakin larut, jalan-jalan lah ke Jalan Gatot Soebroto, Solo, Jawa Tengah. Di sana kita dapat menemukan aneka mural yang sepanjang  jalan itu. Kreatifitas seni para seniman muda Solo bisa kita lihat di sana.  Namun uniknya, mural yang dilukis tidak hanya pada dinding, tapi kebanyakan justru dilukiskan pada pintu-pintu toko (shopfront).

Mural warna-warni di Jalan Gatot Subroto

Media mural yang digambar pada pintu-pintu toko membuat kita lebih dapat menikmatinya saat malam semakin larut, setelah toko-toko tutup. Mural-mural tersebut dapat dilihat dengan jelas, orang yang lalu-lalang pun cenderung lebih sedikit. Atau bisa juga untuk datang dan melihat mural-mural cantik ini setelah matahari terbit, saat baru sedikit orang yang mulai beraktivitas.

Kreatifitas mural di kota Solo

Aneka mural di Jalan Gatot Subroto ini merupakan ide dari sekelompok muralis muda Solo. Berbagai macam tema mereka gambarkan mulai dari wajah Bapak Jokowi, Gesang (pencipta lagu ‘Bengawan Solo’), wanita pembatik, prajurit Keraton Solo, hingga wajah-wajah tokoh terkenal lainnya. Ada pula berbagai tema lain yang unik dan penuh warna yang bertemakan kekayaan kota Solo.

Pembatik digambarkan dalam bentuk mural
Categories
Sightseeing

Inilah 5 Pantai Baru yang Harus Dikunjungi Saat di Bali

Pesona Bali tidak pernah habis untuk dieksplorasi dan yang paling sering menjadi primadona adalah pantai. Pada awal mula pariwisata Bali berkibar, pantai di wilayah Kuta, Jimbaran, dan Nusa Dua menjadi idola. Namun kini semakin banyak lagi pantai idola baru yang kebanyakan tersebar di wilayah paling selatan di Pulau Bali. Karakter pantai-pantai di wilayah ini biasanya tersembunyi di balik tebing yang menjulang tinggi. Inilah lima pantai indah di Bali rekomendasi Jamtiga.com.

1. Pantai Blue Point

Blue Point beach, atau pantai Suluban terletak di Uluwatu, area selatan Bali, tepatnya di Desa Pecatu. Pantai ini terkenal di kalangan surfer asing maupun lokal. Tak heran ketika saya menuruni tangga untuk mendekat ke pantai, seringkali berjumpa wisatawan asing membawa papan surfing. Jumlah tangga untuk turun memang sangat banyak, terbayang lelahnya ketika harus naik kembali ke atas. Namun deburan ombak yang memecah diantara dua celah tebing memberikan sensasi luar biasa. Jika hanya ingin menikmati pemandangan indah karena tidak berminat menjajal olahraga selancar, kita dapat saksikan dari atas tebing.

2. Pantai Tegal Wangi

Pantai Tegal Wangi berlokasi di Jalan Tegal Wangi, Desa Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Kawasan Jimbaran yang terkenal akan keindahan pantainya semakin digandrungi sejak pantai ini mulai diketahui wisatawan. Namun begitu, pantai ini masih tergolong sepi sehingga saat datang kesini dapat menikmati suasana private yang tenang. Pantai ini kerap menjadi referensi untuk foto pre-wedding karena dapat menjadi latar foto yang menakjubkan. Jika membawa kendaraan, wisatawan wajib membayar tiket masuk sebesar Rp 5000 per kendaraan. Namun untuk wisatawan tidak dipungut biaya masuk.

3. Pantai Gunung Payung

Pantai Gunung Payung letaknya cukup tersembunyi dan area pantainya tidak terlalu luas karena diapit oleh tebing-tebing tinggi. Untuk menuju pantai, wisatawan harus menuruni anak tangga yang cukup banyak. Saat menuruni atau menaiki anak-anak tangga tersebut, pemandangan birunya laut lepas dan hembusan angin akan sangat menyegarkan. Pantai Gunung Payung sangat mudah diakses karena berada satu desa dengan pantai Pandawa tepatnya di desa Kutuh, kecamatan Kuta Selatan.

4. Pantai Balangan

Pantai Balangan

Pantai di bagian selatan Pulau Bali ini, tepatnya di wilayah Pecatu, diapit oleh dua bukit karang terjal. Oleh sebab itu ombak yang berdebur cukup kencang terutama jika musim angin. Sebaiknya berhati-hati jika ingin berenang. Namun begitu, para surfer juga seringkali menjajal kemampuan mereka di pantai ini. Pasir putih dan birunya laut bergradasi tampak indah dipandang mata. Kelebihan lain dari pantai ini adalah garis pantai yang panjang sehingga cocok juga untuk jogging di pagi hari.

5. Pantai Labuan Sait

Pantai Labuan Sait

Pantai ini seringkali dikenal dengan nama lain yakni pantai Padang-padang. Pantai tersembunyi yang dikelilingi oleh tebing tinggi yang ditumbuhi vegetasi hijau. Sedikit berbeda dengan kebanyakan pantai dieklilingi tebing lainnya di Bali, pantai Labuan Sait memiliki warna air laut yang kehijauan. Garis pantainya tidak luas hingga saat kunjungan wisatawan sedang dalam masa puncak, yakni sekitar siang menuju sore hari, pantai ini akan sangat padat. Terlebih  lagi banyak orang asing yang senang berjemur di pantai ini. Saya sarankan untuk datang ke tempat ini saat pagi hari.

Categories
Sightseeing

Menjawab Rindu di Merbabu

Mendaki lintas jalur adalah ide gila. Ini gara-gara akumulasi keinginan yang lama terpendam. Menuntaskan rindu dan penasaran pada ketinggian. Jawaban atas itu ada di Merbabu.

Geliat pagi terlihat di Dusun Suwanting, Magelang. Permukiman berhawa sejuk di ketinggian 1.350 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kabut yang turun tak menyurutkan para petani. Mereka tetap hilir mudik di ladang-ladang sayur yang subur. Ada kubis, tomat, dan lain-lain.

Sementara di ujung dusun, kami singgah di rumah Udin. Salah seorang warga yang menyediakan tempat singgah pendaki. Di sana kami menyarap dan mengecek ulang perlengkapan pendakian.

Ketika jam dinding menunjukkan pukul 08.30, saya pergi sejenak. Disusul Aan, kami berjalan menuju sebuah rumah. Lokasinya di bawah. Tak sampai 50 meter ke arah pos perizinan pendakian. Menuruni jalan kampung yang cukup curam. Kami menemui Hosea Mulyanto Nugroho. Saya sudah janjian lewat pesan singkat sehari sebelumnya.

Bersama Pak Ambon dan anak keduanya di kediaman beliau (Dipotret oleh Mas Aan)

Pak Ambon, sapaan akrabnya, menjelaskan kepada kami tentang jalur pendakian Suwanting. Kami berlima belum pernah lewat jalur ini. Berbekal peta dan informasi darinya, kami berharap mendapat gambaran yang jelas: kondisi trek, ketersediaan air, vegetasi yang tumbuh, dan data lainnya. Ditambah peringatan penting: agar selalu menjaga kebersihan lingkungan.

Suwanting termasuk baru dibandingkan jalur resmi yang lain: Tekelan, Cuntel, Wekas, dan Selo. Dibuka untuk umum pada 2015, rute terpendek ke puncak Merbabu ini disambut antusiasme luar biasa dari para pendaki.

Pemandu gunung yang juga menyediakan transportasi carteran itu menyebut bahwa karakter jalur Suwanting berbeda. “Lintasan Suwanting itu seperti ini,” katanya seraya memperagakan bentuk segitiga lancip dengan kedua tangannya.

Aan mengingatkan saya untuk segera berangkat. Kami berpamitan dengan Pak Ambon. “Hati-hati, ya,” pesannya.

Saya dan Aan kembali naik ke rumah Udin. Menyusul teman-teman yang sudah bersiap memulai pendakian lintas jalur. Naik Suwanting, turun Selo.

MELANGKAH DI ATAS LEMBAH-LEMBAH
Pukul 9.10 kami mulai mendaki. Trek awal menyusuri jalan beton yang agak menanjak. Di antara ladang sayur. Lumayan untuk pemanasan.

Kami membutuhkan waktu hampir setengah jam untuk mencapai pintu hutan. Ditandai gapura hijau yang dibangun Taman Nasional Gunung Merbabu. Sebuah papan memuat informasi jalur pendakian terpasang kokoh.

Pendakian sesungguhnya baru dimulai setelah Pos 1 Lembah Lempong (1.558 mdpl). Keluar dari hutan pinus yang menjulang teduh. Berlanjut trek menanjak di antara lembah-lembah bernama.

 

Di suatu punggungan bukit, terpasang plat hijau bertuliskan ‘Lembah Manding’. Jaraknya 20 menit dari Pos 2 Bendera (2.178 mdpl).  Namanya diambil dari pohon yang banyak tumbuh di sana. Manding atau mlanding yang juga disebut lamtoro. Vegetasi lain penyusun ekosistem di lembah tersebut antara lain: senggani (sejenis tumbuhan perdu), uci-uci (beri hutan), pakis hingga pohon puspa.

Untuk detail info perjalanan wisata dan reservasi private trip, silakan kontak:
  filosofitrip@gmail.com
  +62 823-3075-1695 (WhatsApp)

Categories
Sightseeing

Sushi Hiro At Senopati Jakarta

Sushi Hiro itu selain punya nilai plus karena rasa dan kulitas sushi yang premium, dia juga punya pilihan menu yang sangat banyak dan variatif. Untuk sushi kita bisa pilih sushi roll, gunkan, temaki, maki, inari sushi (sushi yang dibungkus kulit tahu), sushi bomb (mirip sushi roll tapi dibalik karena nasinya justru di dalam). Sedangkan untuk pilihan menu selain sushi ada salad, soup, sashimi, chirashi, udon, gyudon, ramen, donburi, atama (kepala ikan), agemono, grilled, tempura, skewer (yakitori), dan dessert seperti puding dan es krim.

Outlet Sushi Hiro Senopati ini very Japanese. Minimalis dan clean, efek bagusnya adalah walaupun crowded (terutama saat weekend) suasana untuk makan tetap nyaman. langit-langit yang tinggi dan warna-warna netral serta dinding kaca super tinggi membuat ruangan jadi lebih luas. Origami bunga dari kertas warna putih memenuhi plafon ini lucu banget. Membuat gue berasa melihat sakura di Jepang.

Cahaya alami jadi poin penting desain outlet Sushi Hiro Senopati. Bahkan di ruang tunggu antrian ada skylight yang diberi kisi-kisi kayu dengan tetap dihiasi origami bunga kertas putih. Rasanya jadi lebih lega meski jika dilihat dari ukuran ruangan tersebut cukup sempit. Saat menunggu antrian pun jadi tidak bosan.

Sushi bar

Tidak jauh berbeda dengan restoran sushi lainnya, Sushi Hiro Senopati juga ada sushi bar. Bar pertama ada di area beverage preparation dengan high chair dan yang kedua ada di area sushi preparationdengan kursi biasa. bagi saya sendiri akan jauh lebih menarik memilih sushi bar di bagian sushi preparation. Seru karena bisa langsung lihat saat pembuatan sushi dan saat plating dengan ciri khas Sushi Hiro dengan wood stair atau wood house.

 

Penulisnya: Karina Ayu Budiani

Categories
Sightseeing

Penang Street Food: Rojak Pasembur

Nah ini dia makanan khas Penang yang memadukan aneka jenis bahan. Sekilas akan terbayang aneka buah segara disiram sambal campuan gula dan cabai. Tapi ‘rojak’ yang satu ini berbeda. Rojak Pasembur adalah gabungan berbagai macam hidangan yang sebagian besar dimasak dengan cara digoreng, dalam bahasa kekinian ‘gorengan’.

Saking banyaknya gorengan yang dijajar di atas truck makanan penjual Rojak Pasembur, saya sedikit kesulitan berbagi jenisnya dengan anda. Tapi yang jelas, beberapa gorengan yang saya ingat adalah otak-otak (dengan berbagai bentuk), rajungan, bakwan udang, baso ikan, tahu. Pembeli bebas memilih berapa item yang ingin dimakan, tentunya harga akan menyesuaikan, dan jangan khawatir karena setiap item sudah dicantumkan harganya.

Semua gorengan tadi akan dipotong-potong lalu diberi irisan timun dan kuah kental berwarna merah kecoklatan. Kuah Rojak Pasembur ini juaranya. Sekilas mirip kuah otak-otak Bangka tapi dengan tekstur lebih pekat dan agak lebih manis. Irisan timun membuat kombinasi rasa aneka gorengan yang mayoritas berbahan seafood menjadi seimbang.

Ciri khas lain adalah makanan ini biasa dijajakan oleh warga keturunan India. Enaknya menyantap menu ini adalah pembeli bisa memilih sendiri apa yang mau dicampur ke dalam Rujak Pasembur yang ingin kita nikmati. So, create your own Rojak Pasembur!!

 

Penulisnya: Karina Ayu Budiani

 

 

Categories
Sightseeing

George Town Penang Street Art

Berwisata di George Town Penang selain kulineran cicip mencicip makanan lokal, juga bisa lihat-lihat street art di jalanan George Town Penang. Tidak hanya sreet art dalam bentuk mural (lukisan dinding) saja yang bisa menghasilkan foto-foto unik dan atraktif, ada juga street art menggunakan media welded iron yang diubah menjadi karikatur di dinding-dinding jalanan. Beberapa street art yang telah menjadi ikon Penang, seperti KIDS ON BICYCLE, BOY ON A CHAIR, dan OLD MOTORCYCLE. Mostly dari semua street art tersebut sudah masuk di dalam brosur panduan wisata di Penang. Tapi ternyata banyak street art lain yang tidak tercantum di brosur manapun.

Begitu banyaknya street art di George Town, tak cukup waktu sebentar untuk menemukan semuanya. Pastikan untuk sedia waktu 1 hari penuh sejak pagi hari (supaya tidak kepanasan), hingga sore hari untuk hunting street art di George Town. Jika datang sebagai solo traveler, jangan ragu meminta tolong orang untuk mengambil foto. Tapi sebaiknya tetap membawa tongsis atau tripod, karena ada juga lokasi street art yang jarang dilewati orang.

Nah, mural street art ini bukan di dinding tembok tapi di dinding rumah dari kayu.

Street art dengan media welded iron itu unik, karena biasanya dilengkapi dengan tulisan yang menjelaskan ceritanya. Bahkan ada juga tulisannya itu berupa balon kata.

Penulisnya: Karina Ayu Budiani