Categories
Sightseeing

8 Makanan Tradisional yang Wuenak Rasanya

Bebergian ke daerah atau kampung halaman menjadi berkesan antara lain karena makanan tradisional yang bisa disantap. Soal rasa dijamin wuenak, otentik dan membuat lidah bergoyang.

Ini dia rekomendasi 8 kuliner khas Indonesia yang harus dicicipi saat bepergian ke daerah asal kuliner-kuliner ini.

1. Empal Asem

Empal Asem yang juga makanan khas Cirebon menggunakan kuah bening yang memiliki rasa asam bercampur gurih rempah. Bahan utamanya adalah potongan daging sapi dengan pilihan lain yakni jeroan. Hidangan segar berkuah ini disajikan bersama potongan lontong.

2. Docang

Ini dia hidangan berkuah lain yang wajib dicoba di kota Cirebon. Docang terbuat dari lontong yang diiris-iris kecil, ditaburi parutan kelapa muda, irisan daun singkong dicampur dengan toge yang telah direbus. Kemudian disiram kuah panas yang berisi dage (sejenis oncom) yang dihancurkan, sehingga mengapung di bagian atas kuah. sebelum disajikan, Docang diberi kerupuk putih di atasnya.

3. Gudeg Manggar

Gudeg Manggar adalah makanan khas dari daerah Bantul yang menggunakan Manggar, yakni putik bunga kelapa muda yang dipakai sebagai bahan utama pengganti nangka muda. Bumbu yang digunakan tidak jauh berbeda dengan gudeg pada umumnya. Hanya bedanya tekstur manggar saat dimakan sedikit lebih lunak menyerupai tektur jamur.

4. Sate Tegal

Sate Tegal identik dengan rasa manis karena penggunaan kecap pada saus bakaran dan saus cocolan-nya. Sate disajikan bersama potongan cabai rawit, tomat, dan bawang merah. Akan lebih nikmat saat memesan Sate Tegal ditemani teh poci yang pas untuk 2-3 orang. Sempatkan untuk mencicipi sate ini saat berkunjung atau mampir ke kota Tegal.

5. Pallubasa

Pallubasa sekilas mirip dengan hidangan Coto Makassar, namun berbeda. Meski sama-sama berasal dari Makassar, hidangan berkuah ini umumnya menggunakan jeroan sapi (namun bisa juga berisi daging) yang disiram kuah dengan parutan kelapa sangrai hingga kuahnya lebih gurih, kental, dan sedikit berminyak.

6. Sate Blengong

Blengong adalah unggas hasil persilangan bebek dan mentok (entok). Hasilnya adalah daging blengong tebal namun tidak alot seperti daging bebek. Uniknya, Sate Blengong yang merupakan makanan khas Brebes, Jawa Tengah ini disajikan dengan tusukan lidi lebih panjang dari sate kebanyakan. Sate dimasak dengan cara merebus daging blengong bersama bumbu santan dan cabai sehingga hasil akhirnya cukup berminyak. Sate disajikan bersama kupat berkuah dan kerupuk.

7. Lontong Tuyuhan

Lontong Tuyuhan adalah perpaduan potongan lontong, daging ayam, dan kuah kuning. Makanan asal Rembang, Jawa Tengah ini sekilas terlihat seperti opor ayam. Tidak heran rasanya gurih karena perpaduan dari aneka macam bumbu rempah seperti jinten, pala, kunyit, dan laos.

8. Bubur Lethok

Salah satu hidangan sarapan pagi yang unik di Klaten, Jawa Tengah adalah bubur lethok. Bubur Lethok adalah kombinasi bubur nasi dengan kombinasi kuah sambal tumpang. Sambal tumpang terbuat dari kuah santan yang dicampurkan dengan tempe semangit (yang dihaluskan), tahu cokelat/tahu goreng, daging koyor, krecek, kaldu, bumbu halus dan aneka rempah lainnya.

Categories
Sightseeing

Kulineran di Purwokerto ala TripAdvisor Yuk!

Purwokerto adalah ibu kota dari Kabupaten Banyumas. Purwokerto juga terkenal dengan julukan Kota Satria. Lokasinya sangat strategis dalam arus mudik. Tak heran Purwokerto menjadi salah satu daerah favorit untuk berburu kuliner. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Purwokerto selalu sukses bikin siapapun rindu. Rindu suasananya, rindu tempat-tempat eksotisnya, serta rindu kuliner khasnya. Semuanya membekas di hati.

Berikut 10 kuliner yang bisa dinikmati di Purwokerto versi TripAdvisor.

1. Soto Sokaraja

Di Purwokerto, Soto Sokaraja favorit ada di Warung Soto Sutri. Belakangan warung ini kondang di media sosial. Di Twitter sering disebut kalau Soto Sokaraja disini enak banget. Sehingga pengunjung banyak sekali yang ingin datang lansgung untuk mencicipinya. Warung Soto Sutri ada di Jl Kertadirjan Sukoraja Kulon, Purwokerto.

Yang membuat Soto Sokaraja berbeda adalah penggunaan selai kacang. Selain itu, soto ini menggunakan kaldu sapi sengaja dibuat dari daging sapi pilihan agar tak mengeluarkan lemak. Bumbu yang digunakan pun cukup beragam. Terutama bawang, kemiri, jahe, kunyit dan merica. Soto Sokaraja lebih enak dinikmati dengan ketupat putih sebagai pengganti nasi.

2. Tempe Mendoan

Siapa yang menyangkal kelezatan tempe mendoan Purwokerto? Tidak lengkap rasanya jika mampir ke kota ini tanpa membawa mendoan. Kuliner khas ini bisa dicari hampir di setiap sudut kota Purwokerto, tidak terkecuali di pusat oleh-oleh Sawangan, Purwokerto. Di sini terdapat sejumlah gerai yang menjual mendoan dan keripik tempe.

Toko tertua adalah Mirasa, disusul Eco 21 dan Sawangan 01. Toko ini menjual mendoan berukuran 12 x 15 cm, dengan tebal 3-5 milimeter. Bisa dimakan di tempat, atau dibawa pulang untuk oleh-oleh.

Kawasan pertokoan Sawangan memang selalu menjadi rujukan para pelancong maupun pemudik yang datang ke Purwokerto. Selain yang digoreng matang, toko oleh-oleh juga menjual mendoan mentah. Satu paket berisi 10 bungkus mendoan, satu plastik tepung, bumbu, dan sambal kecap.

Dengan membeli mendoan mentah, pembeli bisa menikmati makanan itu di luar kota. Harga satu paket sekarang berkisar Rp 20.000 – Rp 25.000. Ada juga yang menjual mendoan ukuran jumbo sebesar kertas HVS. Harganya Rp 7.000

3. Table Nine Kitchen & Resto

Resto ini menawarkan bubur unik. Namanya Bubur Ayam Merah. Bukan sembarang bubur ayam, karena daging ayam yang disajikan begitu lembut, tebal dan berwarna merah.

Daging ayamnya berbeda. Karena, dipanggang terlebih dahulu sebelum disajikan. Yang digunakan ayam panggung madu. Kuliner ini adalah menu spesial di Table Nine ini. Meski identik dengan sarapan, menyantap bubur ayam di Table Nine tak harus pagi hari. Bubur ayam merah tetap enak dinikmati kapan pun Anda inginkan.

Sajian bubur ayam merah ini, hadir dengan kerupuk pangsit, kecap asin, dan cabai rawit. Rasa buburnya pun dijamin semakin gurih dengan aroma daun bawang dan seledri yang menghiasi di atas mangkuk.

Kalian yang tertarik, langsung saja datang ke Table Nine Kitchen & Resto yang ada di Jalan Profesor DR HR Bunyamin, Pabuaran, Purwokerto Utara. Cukup dengan Rp 10 ribu saja, Anda bisa menikmati kehangatan rasa dalam semangkuk bubur ayam merah super lezat ini.

4. Gubug Makan Mang Engking

Mang Engking adalah pilihan buat kalian yang ingin menghapus rasa lapar. Di rumah makan ini, kita bisa menikmati banyak menu enak yang membuat lidah dan mulut tak henti menguyah sampai kekenyangan.

Mang Engking adalah gerai atau rumah makan ala Sunda yang cukup terkenal. Menariknya, meski menyajikan menu khas Sunda, Mang Engking justru berpusat di Yogyakarta. Mang Engking sudah memiliki banyak cabang hingga ke Kuta dan Ubud, Bali.

Di Purwokerto Gubug Makan Mang Engking berada di Jalan HR Bunyamin Pabuaran Purwokerto. Menu andalannya adalah ‘udang bakar madu’, dengan varian udang yang dimasak adalah udang galah. Olesan madu dalam menu ini menggantikan olesan kecap manis, setelah udang galah dibakar.

Tentunya ada banyak lagi variasi menu masakan udang. Selain udang bakar madu, ada udang saus padang, saus tiram, asam manis, udang digoreng biasa, udang goreng tepung dan udang rebus. Bagi yang kurang suka dengan udang tersedia pula menu ikan gurame, seperti gurame bumbu cobek dari rempah-rempah, sop gurame, asam manis, saus tiram, bakar kecap, bakar madu dan saus padang. Juga ada menu kepiting dan cumi-cumi dengan berbagai variasi tergantung rasa yang Anda inginkan.

5. Waroeng Pisa

Ketika sedang diet, ajakan makan bareng di restoran rasanya menjadi godaan terbesar dalam hidup. Tapi, Purwokerto memiliki tempat bagi kalian yang diet ketogenic.

Yait di Waroeng Pisa (WaPisa) Purwokerto. Ada beberapa pilihan menarik menu diet ketogenic ini. Meski berlabel menu diet, Anda tak perlu meragukan rasanya. Dijamin tak kalah nikmatnya dengan menu lainnya.

Bahan-bahan yang digunakan untuk menu keto ini, memang berbeda dari menu biasa. Sajian pertama ada Mie Ayam Keto namanya. Menu ini keto banget. Kadar karbohidratnya terbilang minim sekali. Bahkan, hampir zero. Sajian nikmat ini dibuat dari mi Siratake yang dibuat dari umbi iles-iles.

Teksturnya lebih kenyal, menyerupai mi ganyong. Tapi bentuknya lebih tebal dengan rasa yang lebih lembut di lidah. Kenikmatan lainnya, ada pada kuahnya yang tetap sedap. Potongan daging ayam berbumbu dan poached egg-nya membuatnya semakin mantap dinikmati. Harganya terbilang ramah, hanya Rp 25 ribu per porsinya.

Menu keto yang kedua adalah Pie Daging. Sajian yang dibanderol dengan harga Rp 50 ribu per porsi ini, dibuat khusus dengan tepung keto. Kemudian diisi dengan daging dan kulit ayam yang diberi bumbu khusus.

6. Umaeh Inyong

Salah satu resto yang kental dengan brand Banyumasan adalah Umaeh Inyong. Resto yang beralamatkan di Jalan A. Yani, Purwokerto tersebut patut dijadikan sebagai salah satu destinasi saat berkunjung ke kabupaten yang terkenal dengan wisata alam Baturraden tersebut.

Resto Umaeh Inyong beroperasi dari pukul 09.00 hingga 22.00. Aksesnya mudah dijangkau dari pusat kota Purwokerto. Untuk menuju lokasi Resto Umaeh Inyong cukup mudah karena cukup dekat dengan Alun-Alun atau pusat Kota Purwokerto.

Menu yang ditawarkannya adalah berbagai kuliner khas Kabupaten Banyumas. Antara lain Sega Bandem Tenong, Sega Rames Banyumas, Mendoan Kriyik + cocolan, Oseng Gendhot, Pepes Bandeng Inyong, Bakmi Nyemek, Sega Gurih, Oseng Dage, Lembutan Kali Serayu dan masih banyak lagi menu lainnya.

Pepes Bandeng Inyong merupakan olahan bandeng presto yang di pepes dengan aneka sayuran seperti daun pepaya, daun ketela, jamur, kacang merah, dan pete sehingga akan menghasilkan rasa gurih. Sega Rames Banyumas juga patut dicoba dengan racikan nasi putih, oseng tempe, telor, ayam suwir, sambal ampela, kering kentang, timun dan kerupuk. Ada juga menu nasi gurih yang disajikan dengan lauk ayam suwir, oseng tempe, oseng kacang panjang, srundeng dan sambal.

7. Restoran Cahaya Mas

Salah satu menu favorit rumah makan ini adalah Mie Ayam. Mie disini terkenal lembut, rasanya enak, dengan daging ayam cincang. Dan jangan lupa pakai sambel. Menurut banyak orang, sambelnya istiwewa. Rasanya pedas dan cocok sekali dengan mie Cahaya Mas ini. Untuk pangsit rebusnya lembut dan enak, isinya daging ayam cincang.

Namun, Rumah Makan Cahaya Mas tidak hanya menjual mie ayam, ada beberapa menu chinese food lainnya. Ada pangsit goreng dan telor lo. Kalau pangsit gorengnya tipis dan gurih, rasanya tidak kalah dengan pangsit goreng di salah satu restaurant mie yang terkenal di Jakarta. Dan telor lo juga jangan terlewatkan, ini juga cocok untuk teman makan mie Cahaya Mas ini. Resto ini ada di Jalan Overste Isdiman 10, Purwokerto.

8. Bakso Pekih

Siapa yang tidak doyan bakso sapi? Makanan yang satu ini menjadi favorit banyak orang di Indonesia. Di Kota Purwokerto, tempat yang direkomendasikan adalah Bakso Pekih. Bakso ini berada di Jalan Pekih dan berdekatan dengan alun-alun Purwokerto. Tempatnya luas yang terdiri dari tiga bangunan. Yaitu dua bangunan permanen dan satu semi permanen.

Menu-menu yang ada di sini ada bakso tetelan, bakso telor, bakso urat dan bakso polos. Jadi tinggal masalah selera kita mau pesan bakso apa. Kalau saya memilih bakso tetelan, sedangkan istri saya memilih menu bakso telor dan bakso polos.

Bagaimana dengan rasa baksonya? Untuk rasa baksonya enak, kekenyalannya juga pas, kuahnya juga lezat. Untuk bakso telor dan bakso polos yang membedakan hanya ada bakso yang di dalamnya berisi telor.

9. Ice Cream & Coffee Brasil

Kalau di Jakarta ada Es Krim Ragusa, di Purwokerto ada Es Krim Brasil. Di Kota Purwokerto Rumah Makan Ice Cream & Coffee Brasil cukup legendaris. Sangat terkenal dengan Es Brasil-nya yang memiliki rasa dan varian yang lengkap.

Meski namanya Es dan Kopi, namun makanannya cukup lengkap, jadi biasa untuk tempat makan juga. Masakannya pun bervariasi dan kebanyakan masakan khas jawa.

Jajanan lokal khas Purwokerto juga tersedia di sini. Jadi kalau mau beli oleh-oleh bisa di sini, apalagi es krim. Kopi juga tersedia kemasan berbagai ukuran kopi bubuk Brasil.

Menu es krim di sini terbilang klasik, seperti es krim stik dan cup, es krim roti, es kotak, dan es cone, dengan varian rasa kelapa muda, ketan hitam, kacang hijau, leci, durian, anggur, dan lain-lain. Ada juga es mambo rasa ketan hitam dan rujak, dijamin membuat kembali ke masa kecil. Istimewanya lagi, es krim di sini tidak menggunakan bahan pengawet dan pemanis buatan.

Yang istimewa, Es Krim Kopi berisi es krim vanilla dengan siraman kopi dan sepotong wafer serta choco chip, sementara Es Krim Kopyor berisi es krim rasa kopyor dan siraman cokelat. Es krim yang mencair bercampur kopi sungguh nikmat. Kalau penasaran, datang saja ke Jalan Jenderal Suprapto No 25, Purwokerto.

10. D’Java Steak

Steak, identik dengan makanan ala Barat. Disajikan dengan kebarat-baratan dan restorannya pun dibuat semodern mungkin. Lalu, bagaimana jika steak dibuat ala jawa? Jawabannya ada di D’Java Steak Purwokerto.

Berdiri sejak tahun 2008, Java Steak yang kini telah berganti nama menjadi D’Java Steak. Lokasinya ada di Jalan Kranji No 28, Purwokerto. Tempat ini telah dikenal oleh para pecinta masakan.

D’Java Steak memiliki banyak menu utama dengan berbagai macam pilihan saus steak. Para penggemar steak pun akan semakin dimanjakan dengan kehadiran menu-menu baru seperti wagyu steak.

Categories
Sightseeing

Yuk Makan Bebek Garing di Tepi Sawah

Tidak lengkap mengunjungi Pulau Bali tanpa mencicipi hidangan bebek garing atau crispy duck di Bebek Tepi Sawah. Sesuai namanya, Bebek Tepi Sawah digemari pecinta kuliner berkat menu andalannya yakni Tepi Sawah Crispy or Grilled Duck. Menu andalannya ini menyajikan potongan bebek goreng atau bebek bakar yang memiliki daging tebal dan empuk. Bersama nasi putih, menu ini juga disajikan dengan tiga jenis sambal khas Bali, salah satunya sambal matah. Sebagai side dish, menu ini tersaji bersama lawar, atau sejenis urap yang terdiri dari aneka sayur.

Bebek Tepi Sawah memiliki cabang pertama di daerah Ubud dengan sensasi menikmati makanan di sekitar area persawahan. Ditemani alunan musik khas Bali, restoran ini menawarkan suasana menikmati makanan di area yang asri. Lanskap restoran disusun sedemikian rupa dengan beberapa gazebo kayu khas Bali, serasa berada di sebuah desa khas Bali. Cabang lain tersedia di daerah Nusa Dua dan Kuta dengan nuansa yang lebih modern.

Categories
Sightseeing

Santapan Khas Sunda Kedai Timbel Dago

Nasi Timbel adalah kuliner khas Sunda yang memiliki penyajian unik. Hidangan ini menggunakan daun pisang sebagai pembungkus nasi yang masih hangat. Bungkusannya dibuat dengan bentuk silinder dan disemat potongan lidi di kedua ujungnya. Kelebihan dari car apenyajian seperti ini adalah aroma nasi menjadi lebih harum karena kondisi nasi yang masih hangat berpadu dengan aroma daun pisang. Tidak hanya nasi saja, menu Nasi Timbel biasanya dilengkapi dengan aneka lauk pauk dan lalapan, serta sambal. Salah satu rekomendasi Jamtiga untuk menikmati menu khas Sunda ini adalah di Kedai Timbel Dago, Bandung.

Kedai Timbel Dago sesuai dengan namanya menjagokan menu Nasi Timbel Komplit dengan pilihan ayam goreng, ayam bakar, atau gepuk. Gepuk adalah sajian daging tipis yang mirip dengan empal. Cara pembuatan gepuk adalah daging yang dimasak melalui proses ‘digepuk’ atau dipukul sehingga hasilnya tipis namun tidak hancur. Menu Nasi Timbel ini diberi nama ‘komplit’ karena dalam satu hidangan juga sudah termausk tahu, tempe, lalapan, dan sambal. Rasanya akan semakin nikmat jika ditemani semangkuk sayur asem.

Categories
Sightseeing

Golden Tulip Passer Baroe Jakarta: Akomodasi Modern Dekat Pusat Belanja

Golden Tulip Passer Baroe bergabung dengan apartemen Pasar Baru Mansion. Lokasinya persis di dekat lorong utama jajaran toko di Pasar Baru. Sebagai sebuah chain internasional dari Louvre Hotels Group, Golden Tulip Passer Baroe mendesain interiornya dengan tujuan menyasar tamu pebisnis dan keluarga. Nuansa warna-warna netral seperti krem, abu-abu, hitam, dan sedikit sentuhan gold selaras diaplikasikan di seluruh area hotel seperti lobi dan kamar. Sementara untuk area publik di area kolam renang, fitness centre dan restoran, interior didesain berbeda dengan warna-warna ceria.

Hotel Golden Tulip Passer Baroe memiliki 330 kamar yang terdiri dari Deluxe Room, Executive Room, Suite, Superior Suite, 2 Bedroom Presidential Suite, dan 2 Bedroom Royal Suite. Fasilitas yang tersedia cukup lengkap mulai dari kolam renang, fitness centre, restoran ‘Wood 1820’, meeting room, dan grand ballroom. Golden Tulip Passer Baroe berada di lokasi terbaik yang memberikan pemandangan terbaik melihat Monumen Nasional, Masjid Istiqlal, dan city lights kota Jakarta yang dapat dinikmati dari ‘Wood 1820’ saat malam hari.

Categories
Sightseeing

Kuliner Khas Solo yang Wajib Dicoba

Indonesia tidak hanya kaya akan destinasi wisata alam dan budaya saja, tapi juga kuliner. Setiap daerah di Indonesia punya kuliner khas masing-masing yang unik, lezat, dan tiada duanya di dunia. Termasuk di kota Surakarta atau Solo. Apa saja kuliner khas Solo yang wajib dicoba, ini dia daftarnya.

1. Selat Solo

Selat Solo adalah salah satu makanan khas Solo yang unik karena mirip kuliner Eropa yakni steak. Selat Solo terdiri dari irisan daging seperti steak, telur, potongan buncis, wortel, dan kentang yang dilengkapi dengan kuah semur. Kata “selat” disinyalir sebagai lafal bahasa Jawa dari kata “slaatje” yaitu bahasa Belanda dari “salad”.

2. Gudeg Ceker

Gudeg Ceker adalah makanan khas Solo yang sedikti mendapat pengaruh dari daerah tetangganya yakni Yogyakarta. Makanan ini terdiri dari nangka muda, krecek (kulit sapi), telur, daging ayam dan cakar ayam (ceker). Perbedaannya dengan Gudeg Yogya yang memiliki rasa manis, Gudeg Ceker justru lebih menonjolkan rasa asin dan gurih.

3. Es Dawet

Es Dawet atau beberapa daerah menyebutnya es cendol banyak ditemui di berbagai wilayah di pulau Jawa seperti di Jakarta dan Jawa Barat. Namun, Es Dawet Solo memiliki ciri khas campuran berbagai isian seperti tape ketan berwarna hijau, dawet hijau, selasih, ketan hitam, putih yang dibentuk seperti bubur sumsum. Semua isian tersebut lalu diberi santan, gula merah dan potongan es batu. Segarnya minuman khas Solo ini menjadi primadona pelepas dahaga saat siang hari.

4. Nasi Liwet

Nasi Liwet

Nasi Liwet sekilas mirip nasi timbel di Jawa Barat karena memiliki pelengkap berbagai macam lauk seperti sayur labusiam, daging ayam, telur, opor, dan berbagai bahan lain yang disajikan dengan alas daun pisang. Kekhasannya adalah menggunakan santan kental (kumut) yang menambah kekayaan tekstur dari keseluruhan rasanya saat dikunyah. Penyajiannya juga unik, menggunakan daun pisang sedikit ditekuk dan disematkan lidi supaya bentuknya menyerupai kerucut atau disebut pincukan.

5. Serabi Notosuman

Serabi khas Solo ini berbeda dengan serabi di Jawa Barat yang bentuknya tebal hingga ke pinggir. Serabi Notosuman bentuknya mirip seperti martabak mini karena memiliki pinggiran yang tipis. Bahan adonannya terdiri dari tepung beras, santan, gula, garam, dan daun pandan sebagai pewangi. Teksturnya kenyal namun tetap lembut, dan rasanya sangat legit. Perbedaan lainnya adalah, serabi Notosuman dihidangkan tanpa kuah manis dan bahkan bisa dijadikan oleh-oleh meski tidak dapat bertahan terlalu lama.

Categories
Sightseeing

Vila Nuansa Resort Tropis di Gili Trawangan

Hotel Vila Ombak adalah hotel bertaraf internasional pertama di Gili Trawangan. Berada tidak jauh dari Pulau Lombok, Hotel Vila Ombak dapat ditempuh hanya 10-15 menit perjalanan menggunakan speedboat dari Teluk Kombal ke dermaga Vila Ombak. Fasilitas penyeberangan private disediakan khusus oleh Vila Ombak.

Pintu masuk menuju hotel berada tidak jauh dari tepi pantai berpasir putih sehingga memudahkan tamu untuk menikmati pemadangan laut dan Pulau Lombok di kejauhan. Pantai yang berada persis di depan hotel ini dilengkapi dengan beberapa kursi pantai berwarna senada dengan air laut untuk dinikmati para tamu.

Hotel Vila Ombak menyediakan beberapa tipe akomodasi yakni: Superior Lumbung Terrace, Traditional Lumbung Hut, Deluxe Terrace Room, Deluxe Ombak Room, Deluxe Family Bungalow, serta akomodasi vila dengan private pool, Akoya Pool Vila. Fasilitas hotel dilengkapi dengan 2 kolam renang di area depan dekat restoran dan di area tengah khusus untuk dewasa. Hotel menyediakan fasilitas afternoon tea yang disajikan pukul 4-6 PM di dekat kolam renang area tengah. Fasilitas lain yang disediakan adalah Ombak Spa dan beberapa aktivitas seru lain yang bisa dinikmati oleh tamu hotel.

Categories
Sightseeing

Berkeliling Desa dan Belajar Cara Membuat Tempe

Berwisata ke Yogyakarta jadi lebih menyenangkan dengan mengikuti tur bersepeda keliling desa. Salah satu penyedia jasa tur di daerah Prawirotaman ini akan mengajak wisatawan berkeliling desa dan berinteraksi dengan warga sekitar dengan melihat keseharian mereka. Salah satu kegiatan saat mengikuti tur ini adalah bertemu ibu-ibu pembuat tempe dan mencoba membuat tempe.

Hanya di sebuah rumah sederhana, tempe-tempe di dalam bungkusan daun pisang diproduksi secara sederhana. Butiran kedelai yang sudah dicuci bersih dan direbus dikumpulkan dalam satu tampah (wadah anyaman bambu). Butiran kedelai tersebut akan dicampur ragi dan dibungkus dengan daun pisang. Kedua ujung daun pisang disematkan tusukan lidi untuk akhirnya didiamkan. Campuran butiran kedelai dengan ragi tersebut akan memadat setelah 1-2 hari hingga siap dikonsumsi.

Setelah mencoba membuat tempe, para ibu pembuat tempe menawarkan saya untuk mencoba semar mendem yang tengah mereka buat. Semar mendem adalah makanan yang mirip dengan lemper. Perbedaannya adalah pembungkusnya yang berupa telur dadar.

Tempe adalah makanan asli Indonesia yang bergizi. Tempe mengandung lemak tidak jenuh dan rendah kolesterol. Kaya akan kandungan serat dan kalsium, rendah kandungan gula dan garam. Tempe bagus untuk tubuh karena mengandung zat besi dan zinc. Kandungan protein dalam tempe baik untuk tubuh. Menurut para ahli gizi, tempe memiliki kandungan gizi setara dengan daging, susu, atau telur. Selain itu kelebihan lainnya adalah memiliki kandungan vitamin B12.

Categories
Sightseeing

Aneka Tempat Makan di T3 Soekarno Hatta

Terminal 3 (T3) Ultimate Soekarno Hatta sudah lama menjadi lokasi yang saya incar untuk dieksplorasi. Terutama untuk eksplorasi desain interior, fasilitas-fasilitas (keren) yang ada dan ‘koleksi’ tempat makan yang disediakan. Nah, beberapa waktu lalu sebelum saya ke Jogjakarta, saya sempat berdiam lama di tempat ini sambil menunggu boarding. Saya pun berkeliling untuk eksplorasi tempat-tempat makan di T3 Ultimate Soekarno Hatta. Kegiatan wajib di bandara sebelum boarding adalah makan atau belanja. Tapi saya lebih prefer makan, atau lebih tepatnya minum kopi. Tempat ngopi yang saya pilih adalah Liberica.

Liberica di T3 Ultimate Soetta ini bagi saya spot nya paling unik diantara tempat makan lain. Liberica memanfaatkan desain T3 Ultimate dengan high ceiling serta full glass yang langsung menghadap ‘tempat parkir’ pesawat dan runway pesawat. Salah satu sudut di bawah jam kotak berwarna abu-abu, cocok untuk melihat pesawat-pesawat yang sedang take-off. Uniknya, kursi dekat jam ini didesain untuk 4 orang dengan bentuk ‘V’ menghadap dinding kaca, jadi secara sudut pandang pas sekali untuk melihat lalu-lalang pesawat.

Nah dari segi makanan, saya hanya sempat mencoba dua menu yakni Spaghetti Aglio Olio dan Macchiato. Kopi di tempat ini enak menurut saya, sementara untuk pasta bagi saya terlalu kering. Mungkin bisa disiasati dengan memesan selain saus Aglio Olio yang memang jenis menu pasta yang cenderung agak kering.

Selaian Liberica, masih banyak tempat lain yang juga bisa dijadikan tempat tunggu sebelum boarding. Macam-macam restoran ini dibagi menjadi dua area, yakni sebelum screening tiket keberangkatan dan setelah screening tiket keberangkatan. Kalau ingin mencari tempat makan dengan harga yang lebih terjangkau, sebaiknya tidak melalui area screening tiket dahulu atau lebih tepatnya di area yang sama dengan check in penumpang dan bagasi. Di area ini terdapat beberapa restoran yang pasti familir bagi warga Jabodetabek seperti Hoka-hoka Bento, Burger King, Krispy Kreme, Starbucks, Pizza Express serta ada beberapa tempat lain yang sayangnya saya tidak ingat satu persatu.

T3 Ultimate Soetta dilengkapi fasilitas wifi di semua area, jadi sambil menunggu boarding di tempat-tempat makan ini bisa sambil cek social media, GRATIS!!

Tempat-tempat makan yang bisa didatangi setelah proses screening tiket bisa dilihat dari foto-foto saya berikut ini.

Steak hotel by Holycow
Food market
Aneka makanan bisa dibeli disini
Ramen sanpachi

Tempat-tempat makan dibawah ini berada persis setelah area screening tiket.

One fifteenth coffee
Delico

Quote bagus di Delico “You don’t need a silver fork to eat good food“. Yes, saya setuju banget.

Ardent-Indonesian Coffee & Kitchen
Sentra oleh-oleh

Tempat-tempat makan terakhir yang ingin saya tunjukkan ini berada di level yang sama dengan boarding gates.

Bekal dari ibu
Waroeng kita
Hong tang

Saya senang sekali ada Hong Tang di T3 Ultimate Soetta. Kapan lagi bisa makan dessert di bandara.

Papabunz

Sumber artikel ini di sini: Trip to Eats

Categories
Sightseeing

Bercengkrama Bersama di Taman Safari Indonesia Prigen

Taman Safari Indonesia II sejatinya menjadi tujuan wisata andalan di Prigen, Jawa Timur. Sesuai namanya, Taman Safari Indonesia di Prigen ini memang dirikan setelah Taman Safari Indonesia Cisarua sebagai pioneer Taman Safari di Indonesia. Lalu apa yang berbeda dari Taman Safari Indonesia Prigen dengan pendahulunya? Jika dari segi koleksi satwa justru Taman Safari Indonesia Prigen justru memiliki koleksi lebih sedikit. Keunggulannya adalah udara sejuk perbukitan yang masih belum dihuni populasi manusia yang terlalu banyak. Berbeda dengan daerah Cisarua yang sudah pernuh dengan kendaraan, rumah-rumah penduduk, restoran, dan penginapan/hotel. Jadi bisa dirasakan angin berhembus menerpa kulit saya saat berada di sini meski matahair tengah terik bersinar. Ditambah dengan vegetasi yang cukup padat, sehingga semakin sore menjelang tutup, hawa dingin justru makin terasa. cocok sekali untuk reset paru-paru saya yang kerap menghirup polusi ibukota.

Rusa di antara pohon pinus di Taman Safari Prigen. Foto: Karina Ayu Budiani.

Tidak bisa dipastikan waktu yang dibutuhkan karena kondisi Taman Safari Indonesi Prigen yang hanya didatangi segelintir kendaraaan saja pada hari Senin saat saya menyusuri trek safari. Tapi menurut peta yang saya dapat di pintu masuk, terdapat 43 jenis satwa yang akan dilihat sewaktu melalui trek tersebut. Satwa karnivora yang menjadi bagian dari treak tersebut hanya terdiri dari 3 jenis yakni beruang cokelat, harimau Benggala baik yang berwarna puith maupun cokelat, dan singa. Sayangnya, karena saya berkunjung sudah agak siang jadi satwa pemakan daging tersebut mayoritas sedang terlelap tidur atatu bermalas-malasan di bawah pohon rindang.

Jalur yang dilewati mostly ditumbuhi pohon pinus yang tinggi menjulang. Sisanya adalah vegetasi semak ataupun pohon-pohon besar aneka jenis. Jalan menanjak yang cukup ekstrim hanya ada satu, serta satu kali lewati jalur air di dekat area kuda nil yang pada saat saya melewatinya mereka tengah asyik berendam. Populasi terbanyak di Taman Safari Indonesia adalah aneka mamalia seperti rusa, antelope, zebra, yang kebanyakan dari mereka aware dengan mobil yang melintas karena mengira akan diberi wortel. Petugas di bagian loket sendiri memang memperbolehkan pengunjung untuk memberi makan satwa.

Taman Safari Indonesia Prigen tak hanya menjadi temapt untuk trek safari saja. Masih ada atraksi lain yang dinantikan oleh pengunjung terutama untuk ANIMAL SHOW . Ada total 6 Animal Show yang menampilkan tingkah lucu ataupun atraksi hebat dari berbagai unggas dan mamalia seperti gajah, singa laut, dan lumba-lumba. Saya sendiri sangat menyukai Temple of Teror yang merupakan perwujudan kisah mirip Indiana Jones berdurasi selama kurang lebih satu jam. Sayangnya selama Temple of Teror pengunjung dilarang merekam jadi saya hanya bisa kasih sedikit sneak peak dimana terdapat aksi ledakan yang pas sebagai penutup hari di Taman Safari Indonesia Prigen.

Selain Animal Show, ada pula area rekreasi berupa aneka wahanan permainan yang menurut saya cocok untuk anak-anak. Jadi jika anda hanya datang bersama orang dewasa semua (seperti saya) sebaiknya lewatkan saja area ini dan fokus untuk menonton Animal Show serta datang ke Baby Zoo. Ada apa di Baby Zoo? Meski saya tidak sempat ke sana karena datang terlalu siang, disinilah pengunjung bisa berfoto bersama anak orangutan, anak harimau dan beberapa satwa lain. Selain Baby Zoo, ada juga area untuk berfoto bersama burung Macau, Nuri, dan Kakatua di area dekat Plaza Gajah.

Sumber artikel ini di sini: Trip to Eats