NU-35 Kunang, Hanya Satu Unit yang Dibuat



Setelah melakukan pengembangan pesawat Belalang pada tahun 1953, LIPNUR (yang sekarang dikenal sebagai PT Dirgantara Indonesia) yang berbasis di Lanud Andir, Bandung, kemudian mengembangkan versi pesawat lainnya, yang diberi nama Kunang. Pesawat ini dikembangkan dengan tujuan untuk memunculkan minat dirgantara kepada pemuda Indonesia saat itu, terutama pada flying clubs yang ada di Indonesia. NU-35 ini merupakan pesawat latih ultra-ringan yang memiliki kursi tunggal dan ekonomis.

Kunang dimulai pembuatannya pada tahun 1957 dan pertama kali terbang pada tahun 1958. Pesawat ini memiliki sayap dan kursi tunggal, mempunyai roda pendarat pada bagian ekor, yang terbuat dari rangka kayu dan dilapisi terpal. Pada awalnya pesawat Kunang ini diberi kode Nu-25 karena menggunakan mesin Volkswagen bertenaga 25 hp. Akan tetapi, setelah mesinnya diganti dengan mesin Volkswagen bertenaga 35 hp dan ditambahkan dengan sebuah kanopi, maka namanya diubah menjadi Nu-35.

Pesawat ini hanya diproduksi sebanyak satu unit saja dan sudah dipensiunkan. Replika dari pesawat ini dipajang dan dapat ditemui di Museum Satria Mandala, Jakarta.

Pesawat Kunang diawaki oleh seorang pilot. Kunang memiliki panjang 7,2 meter; bentang sayap 8,6 meter, tinggi 1,77 meter, Airfoil NACA 2412, dan berat kosong 160 kilogram. Performa dari Kunang antara lain memiliki kecepatan jelajah 137 km/jam dan kecepatan menanjak 300 kaki per menit.

Foto: Fikri Izzudin Noor / IndoAviation.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply