NAM AIR Segera Buka Penerbangan ke Bima dan Tambolaka



Boeing 737-500 NAM Air. Foto: RMS

Mulai tanggal 9 September 2017, NAM Air akan membuka penerbangan  ke Bima (Nusa Tenggara Barat) dan Tambolaka (Nusa Tenggara Timur). Rute penerbangan ke Bima dan Tambolaka akan dilayani melalui Denpasar pergi- pulang setiap hari satu kali penerbangan. Penerbangan ini akan dilakukan dengan menggunakan pesawat Boeing B737-500 yang mempunyai kapasitas 120 tempat duduk. Terdiri dari 112 tempat duduk ekonomi dan 8 tempat duduk eksekutif.

“Dengan pembukaan rute ini, masyarakat dari Jakarta akan semakin mudah menuju Bima dan Tambolaka. Begitu juga sebaliknya masyarakat dari Bima dan Tambolaka akan bisa semakin mudah menuju Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia dengan konektivitas yang dibangan oleh Sriwijaya grup,” ujar Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Group Agus Soedjono.

Tambah Agus, konektivitas ini akan terjadi karena penerbangan dari Bima ke Denpasar juga akan terhubung dengan penerbangan ke kota-kota besar selain Jakarta, seperti Yogyakarta, Surabaya, Labuan Bajo dan Makassar. Sedangkan penerbangan dari Tambolaka ke Denpasar, selain terkoneksi ke Jakarta juga akan terhubung dengan penerbangan ke Yogyakarta, Surabaya, Maumere, Waingapu, Labuan Bajo dan Makassar.

NAM Air Datangkan Pesawat ATR72-600

NAM Air resmi mendatangkan pesawat jenis ATR 72-600 dengan registrasi PK-NYY pada Senin, 3 Juli 2017.

Agus mengatakan bahwa pembukaan rute dari dan ke Bima dan Tambolaka tersebut karena potensi dua kota itu sangat besar baik dari sisi bisnis maupun pariwisata. Bima menurut Agus, mempunyai potensi tambang seperti misalnya marmer, pasir besi, gamping, emas dan mangan. Kota Bima selama ini juga menjadi salah satu kota tempat transit dari penduduk Nusa Tenggara Timur, Bali dan Sulawesi Selatan. Selain itu, di  Bima juga terdapat tempat-tempat wisata yang eksotik seperti Gunung Tambora dan wisata pantai yang sudah berskala internasional. Sedangkan kota Tambolaka juga terdapat beberapa wisata pantai yang menawan seperti Pantai Nihiwatu dan Pantai Watu Maladong yang sudah terkenal hingga ke mancanegara. Pembukaan rute ini diharapkan juga bisa meningkatkan perekonomian di daerah Bima dan Tambolaka.

 

Be the first to comment

Leave a Reply