Nakajima Ki-43 Hayabusa, Mirip Dengan Mitsubishi A6M Zero.



Nakajima Ki-43 Hayabusa (bahasa Jepang, artinya Peregrine Falcon) merupakan pesawat bermesin tunggal yang berfungsi sebagai fighter yang dioperasikan oleh Imperial Japanese Army Air Force (Angkatan Darat Udara Jepang) pada era Perang Dunia II. Designasi oleh Jepang saat itu adalah Army Type 1 Fighter, sedangkan pihak Sekutu memberi nama pesawat ini dengan nama Oscar, tetapi sering dijuluki sebagai Army Zero oleh penerbang Amerika karena memiliki kemiripan dengan pesawat milik Angkatan Laut Jepang, yaitu Mitsubishi A6M Zero.

Ki-43 didesain oleh Hideo Itokawa, yang kemudian dikenal sebagai pionir peroketan di Jepang. Prototipe pesawat ini diproduksi sebagai respons untuk pengganti pendahulunya, yaitu Nakajima Ki-27 Nate. Ketika pertama kali terbang pada awal Januari 1939, prototype pesawat Ki-43 ini mengundang kekecewaan. Pilot uji Jepang mengeluh bahwa kemampuan maneuver dan kecepatan Ki-43 kurang daripada Ki-27. Untuk mengatasinya, Nakajima membuat serangkaian modifikasi pada prototype pada tahun 1939 dan 1940. Perubahan ini melibatkan program pengurangan berat pesawat, fuselage yang ringan dengan permukaan vertical stabilizer yang lebih moveable dan kanopi baru.

Ki-43 memasuki masa produksi pada November 1939, dengan designasi Ki-43-I.  Kemudian dikirim dari fasilitas Nakajima di Ota pada Februari 1941. Selain maneuver yang luar biasa, Ki-43-I memiliki rate of climb yang mengesankan, dikarenakan ringan. Power mesin menggunakan Nakajima Ha-25 yang dilengkapi dua buah blades, dua posisi variable-pitch metal propeller. Sedangkan prototype kedua, Ki-43 II terbang pada February 1942. Mesin Ha-25 digantikan dengan Nakajima Ha-115 yang lebih bertenaga, yang terinstalasi di longer-chord cowling dan blades yang bertambah menjadi tiga buah. Struktur sayap juga diperkuat, yang nantinya pada sayap akan diperkuat dan dilengkapi dengan rak untuk fuel tank dan bom. Ki-43-II juga dilengkapi dengan armor plate 13 mm untuk kepala pilot dan belakangnya, serta tanki bahan bakar yang dilapisi karet untuk crude self-sealing tank. Pilot juga dapat menikmati kanopi yang sedikit lebih tinggi dan sebuah reflector gunsight. Nakajima memulai produksi Ki-43-II di fasilitas di Ota pada November 1942. Produksi juga mulai di Tachikawa Hikoki KK dan 1st Army Air Arsenal (Tachikawa Dai-Ichi Rikugun Kokusho) yang juga di Tachikawa.

Tachikawa juga memproduksi Ki-43-III, yang menggunakan mesin yang jauh lebih bertenaga, yaitu Ha-115-II. Tachikawa memproduksi 2.124 unit Ki-43-II dan III antara April 1944 hingga perang usai. Total produksi dari keseluruhan versi berjumlah sekitar 5.919 unit.

Pengguna Ki-43 pada masa Perang Dunia II antara lain Angkatan Darat Udara Jepang, Angkatan Udara Manchukuo (sekarang menjadi bagian dari China). Sedangkan pengguna Ki-43 pasca Perang Dunia II antara Lain Angkatan Udara Taiwan, Angkatan Udara Republik Rakyat China, Angkatan Udara Perancis (dioperasikan pada tahun 1945-6 di kawasan Indo-China), TNI Angkatan Udara (waktu itu Tentara Keamanan Rakyat – TKR) dan Angkatan Udara Korea Utara.

Karakteristik umum dari Nakajima Ki-43 antara lain diawaki oleh seorang pilot, memiliki panjang 8,92 meter, bentang sayap 10,84 meter, tinggi 3,27 meter, luas sayap 21,4 meter persegi, berat kosong 1.910 kilogram, loaded weight 2.590 kilogram, maximum takeoff weight 2.925 kilogram dan ditenagai sebuah mesin Nakajima  fourteen cylinder air-cooled radial engine berkekuatan 858 kW (1,150 hp).

Performa dari Nakajima Ki-43 antara lain memiliki kecepatan maksuum 530 kilometer per jam, kecepatan jelajah 440 kilometer per jam, jarak jangkau 1.760 kilometer, ferry range 3.200 kilometer, ketinggian jelajah 36.750 kaki, wing loading 121 kilogram per meter persegi dan power/mass sebesar 331 W/kg (0.20 hp/lb).

Foto: Wikimedia

Be the first to comment

Leave a Reply