N219 Lakukan Uji Mengangkat Hidung Pesawat



N219 PTDI menjalani tes mengangkat hidung pesawat. Foto: PTDI.

Hari ini (10/8) adalah tanggal ketika N250, pesawat udara rancangan Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) –sekarang PT Dirgantara Indonesia (PTDI)– terbang perdana (first flight), tepat 22 tahun lalu. Walaupun akhirnya N250 tidak jadi diproduksi karena faktor eksternal di luar kecanggihan pesawat fly-by-wire itu, pesawat ini tetap menjadi kebanggaan dan memberi semangat, khususnya bagi insan dirgantara.

Hari ini juga ada kabar menggembirakan kalau N219, pesawat rancangan PTDI yang sedang tahap pengujian, sudah dapat melakukan high speed taxi test dan nose wheel lift off. Artinya, N219 sudah melakukan uji berjalan dengan kecepatan yang tinggi dan mencoba mengangkat hidung pesawat.

“Itu merupakan suatu hal yang baik untuk progress-nya,” kata Capt Esther Gayatri Saleh, Chief Test Pilot PTDI, yang menguji terbang N219 itu menjawab pertanyaan IndoAviation lewat Whatapps, Kamis (10/8/2017).

Serangkaian pengujian untuk sampai bisa terbang dan mendapat sertifikasi memang terus-menerus dilakukan PTDI bekerja sama dengan Lapan dan Ditjen Perhubungan Udara. Sempat dikabarkan, N219 diupayakan untuk terbang perdana pada April 2017. “Paling lambat Juli 2017,” ujar Budi Sampurno, Kepala Program N219 PTDI.

Kenyataannya memang April dan Juli sudah terlewati dan N219 belum bisa terbang perdana. “Nanti lihat saja, kapan N219 bisa terbang,” ucap Andi Alisjahbana, salah seorang penggagas N219 yang sebelumnya adalah Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI, ketika ditemui di Rumpin, Tangerang, 27 Juli 2017.

PTDI memang bertekad untuk memroduksi N219 dan memasarkannya untuk maskapai nasional yang melayani penerbangan ke pelosok-pelosok negeri atau penerbangan perintis. Pesawat komuter berkapasitas 19 penumpang ini diharapkan menjadi pesawat andal yang dapat beroperasi di remote area.

Be the first to comment

Leave a Reply