Mitra Lion Group Ini Masih Berharap Bisa Bangun Bandara Lebak



Rekanan Lion Group dalam pembangunan Bandara Lebak, PT Maja Raya Indah Semesta (MRIS), mengaku kecewa dengan Kementerian Perhubungan yang telah menolak proposal pembangunan bandara baru di kawasan Lebak, Banten. Padahal, MRIS sudah mengeluarkan dana yang tidak sedikit dalam rencana pembangunan itu, yaitu berupa biaya pembebasan lahan yang diklaim mencapai hampir Rp 3 triliun.

Seperti diketahui, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menolak proposal pembangunan Bandara Lebak karena dalam kajian yang diberikan oleh MRIS kepada Kementerian Perhubungan, ruang udara Bandara Lebak akan bersinggungan dengan ruang udara Bandara Budiarto Curug. Padahal, Bandara Budiarto Curug juga cukup ramai karena digunakan untuk latihan terbang para siswa di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI).

Direktur Utama MRIS Ishak mengatakan, Ignasius Jonan terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan ketika menolak pembangunan Bandara Lebak. Menurutnya, penolakan itu tidak hanya merugikan MRIS, tapi juga masyarakat yang lahannya sudah dibebaskan. “Yang rugi masyarakat sudah memberikan tanahnya,” kata Ishak.

Meskipun demikian, Ishak masih berharap Kementerian Perhubungan mengubah keputusan ini dengan memberikan izin pembangunan Bandara Lebak. Dia memperkirakan, jika sudah mengantongi izin pembangunan, Bandara Lebak bisa selesai pada tahun 2018. “Kalau cara Pak Jonan seperti itu, mudah-mudahan mau melihat kembali,” tuturnya.

Foto: Airbus

Be the first to comment

Leave a Reply