Misi Keliling Dunia Shaesta Waiz Menginsipirasi Perempuan



Shaesta Waiz di depan pesawat Bonanza. Foto: Dreams Soar.

Kedatangan Pilot perempuan muda Capt Shaesta Waiz ke Bali diharapkan menjadi inspirasi bagi remaja-remaja putri Indonesia untuk dapat mengikuti jejaknya menjadi pilot wanita yang handal.

“Kunjungan Capt Shaesta Waiz ke Indonesia menandakan bahwa safety di Indonesia sangat baik karena sebagai pilot dia merasa safe bisa terbang di Indonesia,” kata Yudhi Sari, Direktur Navigasi Penerbangan. Dunia penerbangan di Indonesia bukan hanya milik laki-laki tapi bisa juga bisa dilakukan sama perempuan, buktinya ada 2 persen pilot perempuan di Indonesia saat ini, ujar Yudhi seperti dikutip Antara.

Capt Shaesta Waiz adalah pilot wanita termuda yang saat ini tengah melakukan penerbangan keliling dunia.  Shaesta merupakan pengungsi dari Afghanistan yang berhasil menyelesaikan pendidikan pilot di Amerika Serikat. Masa kecil Shaesta sebelum pindah ke AS sungguh memilukan sehingga tahun kelahirannya juga tidak diketahui dengan pasti, antara tahun 1987 atau 1998. Shaesta menghabiskan masa kecil bersama keluarganya di kamp pengungsian akibat perang Afghanistan lawan Uni Sovyet.

“Jangan pernah takut untuk bermimpi beranilah dalam menggapai mimpimu pasti akan terwujud,” ujar Shaesta pada saat interview hari ini (16/8) di Denpasar, Bali. “Laki-laki dan perempuan sama jangan pernah menganggap kita itu lemah, jadilah berani dan kuat karena kita pasti bisa pesannya”

Dari 19 negara yang disinggahi  Shaesta selama misi keliling dunianya,  Indonesia juga turut berpartisipasi mensukseskannya.  Untuk men-support kegiatan Shaesta selama di Bali, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura I, Airnav Indonesia, Otoritas Bandara Bali, Pertamina, dan PT Sari Rahayu. Menurut Agoes Soebagio, Kepala Bagian Kerjasama dan Humas, dukungan ini diberikan sesuai dengan rekomendasi International Civil Association Organisation (ICAO) agar pada anggotanya, termasuk Indonesia, ikut membantu dan memfasilitasi misi keliling dunia Shaesta Waiz.

“ICAO memberikan rekomendasi kepada anggota2 nya untuk membantu dan memfasilitasi misi ini. Komitmen Indonesia untuk mendukung ICAO dengan harapan Shaesta membagikan pengalamannya soal perkembangan penerbangan sipil di Indonesia,” tutur Agoes.

Shaesta Waiz merupakan salah satu pendiri program Dreams Soar dan menjadi duta dari ICAO untuk mengajak para remaja putri menjadi pilot. Ia mulai melakukan  penerbangan solo keliling dunia dengan pesawat Beechcraft Bonanza A36 bernomor registrasi N364ER pada 13 Mei 2017 dari Daytona Beach Florida, AS. Dia akan menempuh perjalanan sepanjang 25.000 nautical miles dengan melewati 5 benua sebelum kembali ke tempat pemberangkatannya.

Be the first to comment

Leave a Reply