Menteri Perhubungan Berseteru dengan Bos Lion Group



Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sebelumnya mengungkapkan alasan penolakan proposal yang diajukan oleh Lion Group untuk membangun Bandara Lebak di Banten. Jonan menuturkan, pembangunan Bandara Lebak bakal mengganggu aktivitas penerbangan, khususnya dari sekolah penerbangan di Bandara Budiarto Curug. Bahkan Jonan menyebut Lion Group memberikan rekomendasi untuk menutup Bandara Budiarto Curug.

Menanggapi pernyataan dari Jonan, pendiri sekaligus pemilik Lion Group Rusdi Kirana dengan tegas meminta kepada Jonan untuk meralat tudingannya karena hal itu mencemarkan nama baik perusahaan maupun pribadi Rusdi Kirana sendiri. “Rusdi Kirana dan Lion Group sangat menyayangkan pernyataan Menteri Perhubungan yang tidak berdasar dan  memohon agar Menteri Perhubungan dapat meralat pernyataan tersebut dikarenakan pernyataan tersebut merugikan nama baik perusahaan maupun pribadi dan itu bisa menimbulkan antipati masyarakat kepada Rusdi Kirana dan Lion Group,” ujar Presiden Direktur Lion Group Edward Sirait.

Dalam pernyataannya, Jonan menegaskan selama ia menjabat sebagai Menteri Perhubungan tak akan mengikuti saran tersebut. Malah Jonan menantang Rusdi Kirana untuk mengambil jabatan sebagai Menteri Perhubngan agar proyek Bandara Lebak bisa berjalan mulus. Namun, Rusdi Kirana tidak terima dengan ucapan Jonan. “Rusdi Kirana merasa keberatan secara pribadi maupun secara pemilik perusahaan Lion Group dengan pernyataan Menteri Perhubungan yang menyatakan bahwa Lion Group merekomendasikan untuk menutup Bandara Budiarto dan juga pernyataan beliau yang mengatakan apabila Rusdi Kirana menjadi Menteri Perhubungan silahkan menutup Bandara Budiarto”, kata Edward.

Menurut Edward, Lion Group tidak mempermasalahkan apabila Kementerian Perhubungan tidak memberikan izin pembangunan Bandara Lebak. Penolakan Jonan pun tidak menjadi masalah serius bagi Lion Group, pasalnya perusahaan belum banyak melakukan investasi dalam rencana pembangunan itu. Dia menuturkan, Lion Group tidak pernah memberikan rekomendasi penutupan Bandara Budiarto maupun Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia yang berada di kawasan bandara tersebut. Pihak konsultan Lion Group hanya memberikan rekomendasi pengaturan ruang udara bersama dengan Bandara Budiarto jika nantinya Bandara Lebak dibangun.

“Kami tegaskan bahwa Lion Group tidak pernah merekomendasikan Bandara Budiarto atau Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia yang beroperasi di Bandara Budiarto untuk ditutup dikarenakan adanya rekomendasi dari konsultan kami yang menyataian aqajila Bandara Lebak dibangun maka Bandara Budiarto tidak perlu untuk ditutup tetapi yang diperlukan adalah pengaturan pemanfaatan ruang udara bersama-sama. Kami juga mengerti sejarah Bandara Budiarto dan betapa pentingnya keberadaan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia yang beroperasi di bandara tersebut mengingat bahwa Lion Group juga mempunyai sekolah penerbangan yang telah berhasil mencetak 100 penerbang setiap tahunnya”, jelas Edward meluruskan.

Foto: Istimewa

Be the first to comment

Leave a Reply