Menhub: Kargo Udara Harus Diberi Perhatian



Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kargo udarah merupakan jenis usaha yang harus diberikan perhatian. Hal ini dikarenakan kargo udara memberikan devisa besar bagi Indonesia.

“Ada penurunan kargo udara. Kargo laut lebih baik,” ucap Budi usai membuka Air Cargo Summit Indonesia 2017 di Grand Mercure, Jakarta, Rabu (17/5).

Budi meminta kepada beberapa pihak yang melakukan aktivitas kargo udara untuk melakukan improvement. Selain itu, menurut Budi, ada dua yang harus dilihat. Pertama, di pelabuhan atau bandara, dan kedua soal airline yang me-manage.

“Operator bandara untuk memberikan keleluasaan lebih baik untuk kargo. Saya melihat kalaupun sekarang ada negatif bukan fasilitas. Just in case itu harus di improve, saya pikir operator bandara dan airline-nya harus secara detail melihat,” papar Budi.

Menurut Budi, jika hub untuk kargo udara harus konsisten dengan fungsi bandara. “Merepresentasikan hub dari daerahnya Soekarno-Hatta akan utama lalu Bali. Bali akan potensial karena permintaan dari atau ke Bali tinggi,” ucap Budi.

Sementara itu, Ketua Penerbangan Kargo INACA, Boyke Soebroto mengatakan, mengapa perusahaan Alibaba memilih Kuala Lumpur daripada Batam, hal ini dikarenakan Pemerintah Malaysia memberikan fasilitas 100 persen free flow custom. “E-commerce tidak bisa nunggu 4 hari untuk nunggu custom. Malaysia deregulasi custom itu,” kata Soebroto.

Selain itu menurut Soebroto, tantangan lainya adalah tidak ada integrasi multimoda, di mana setidaknya kargo udara dan darat saling terintegrasi. “Makanya harus ada roadmap. Sislognas ini yang harus diperdalam lagi gimana untuk diimplementasikan,” papar Soebroto.

Soebroto menyebut, kendala lainnya adalah sarana infrasturktur sendiri. “Walau ada kesepakatan baik antar multimoda tapi fasilitas di pelabuhan udara, port laut, gudang jalan belum ada, masalah berat,” sebut Soebroto.

Foto: Fikri Izzudin Noor / IndoAviation.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply